Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Kecemasan Hendra


__ADS_3

Pada Siang hari, Hendra seperti biasanya menjemput Sita pulang kerja. Sudah menjadi rutinitas nya selalu menjemput Sita, seorang wanita yang telah mengandung anak biologisnya.


"Jika nanti Sita melahirkan, aku akan mengambil anak ku" gumam Hendra dalam hati.


Semakin lama, Hendra semakin tak rela jika anak nya akan diambil alih oleh Sita dan Beni.


"Enak saja Beni mendapatkan Sita dan anakku" gumam Hendra sambil terus mencari keberadaan Sita di tempat kerja.


Tak tampak batang hidung Sita kala itu hingga membuat Hendra sedikit cemas.


"Kemana sih Sita" gumam hendra dalam hati. Tak mau menunggu lama, Hendra segera masuk ke ruangan resepsionis rumah Sakit dimana Sita bekerja. Tampak Teman Sita yang sift pagi telah pulang dan tergantikan dengan sift sore.


Hendra pun bertanya pada salah satu teman Sita yang berada di sana.


"Maaf mbak, apa mbak lihat Sita?" tanya Hendra penasaran


"Oh, Sita tak masuk kerja hari ini"


"Dia juga gak ijin" ujar Rina salah satu teman dekat Sita


"Loh, beneran?"


"Kenapa Sita tak menghubungi aku dulu?" gumam Hendra dalam hati


Tak ingin menunggu waktu lama, hendra segera menganggukkan kepalanya dan berterimakasih pada Rina


"Oh baiklah mbak kalau begitu"

__ADS_1


"Terimakasih infonya" ucap Hendra sambil pergi meninggalkan Rina yang saat itu masih berbincang dengan keluarga pasien.


"Oh ya mas" jawab Rina pendek


Setelah mengetahui jika Sita tak ada di tempat kerja, Hendra buru-buru menghubungi ponsel Sita


"Kemana sih"


"Bikin cemas saja" gumam Hendra kesal.


"Ayo, angkat telepon ku Sita" gumam Hendra berharap pada Sita


Hingga panggilan ke sepuluh, Hendra tak kunjung menerima jawaban dari Sita dan hal itu membuat Hendra semakin cemas.


"Aku harus segera pergi ke rumah Sita"


Hingga tak terasa, mobil Hendra sampai di rumah Sita dan Hendra pun segera masuk ke dalam pintu gerbang rumah Sita.


Keadaan rumah Sita terlihat hening seakan tak ada aktifitas apapun di sana.


"Loh, kok sepi ya?" gumam Hendra sambil terus masuk ke dalam rumah Sita


Lagi-lagi, tak ada Sita di sana dan hal itu membuat hendra semakin galau saja.


Sepertinya, Hendra tak menemukan jejak apapun tentang keberadaan Sita, hingga Akhirnya Hendra pergi dari rumah itu.


Sebelum Hendra pergi, Hendra mendengar seseorang memanggil nya. Dan ternyata, pembantu Sita yang bernama bu Juminten lari tergopoh-gopoh mengejar dirinya.

__ADS_1


"Tuan Hendra, Tunggu" panggil juminten pada Hendra


"Oh ya bi, sejak tadi aku di depan rumah Sita, namun tak ada siapapun di sini"


"Bibi dari mana saja?" tanya Hendra penasaran karena sejak tadi dirinya berada di depan rumah Sita, tak ada wajah juminten.


"Oh tuan, saya baru saja dari kamar belakang"


"Nona Sita tak pulang ke rumah sejak tadi"


"Saya takut terjadi apa-apa" ujar juminten pada Hendra


Deg, jantung hendra terasa mau copot mendengar ucapan dari Juminten itu.


"Hah, benarkah bi?"


"Saya sejak tadi mencari nya juga belum ketemu"


"Saya sudah mencari Sita di Rumah Sakit tempat Sita bekerja, namun tak ada Sita di sana sejak pagi tadi"


"Berarti, Sita kemana ya bi?"


"Apakah Sita punya saudara jauh?" tanya hendra pada Juminten


"Tuan Hendra"


"Yang saya tahu, Sita hanya punya nenek di luar kota"

__ADS_1


"Ini alamatnya" ujar juminten sambil memberikan secarik kertas pada hendra


__ADS_2