
Hari minggu, adalah hari yang membuat Dio sedih. Dia harus berpisah dengan sosok Aimi yang saat itu masih berada di korea. Aimi tak mau kembali ke Indonesia walaupun Dio membujuk nya berkali-kali
Untuk terakhir kalinya, Dio berusaha menghubungi Aimi
Dengan sembunyi-sembunyi, Dio menghubungi Aimi di dalam kamar mandi.
"Kak, ayo pulang bersamaku?"
"Di Indonesia, aku akan hidup bersamamu saja dan akan menceraikan Indah" ucap Dio berusaha membuat Aimi agar jatuh kepelukannya.
"Tidak Dio"
"Untuk saat ini, aku akan hidup di korea"
"Aku senang hidup di sini, walau tak punya siapa-siapa" jawab Aimi tegas
"Kak, aku tak ingin berpisah dengan mu"
"Bagaimana jika disini kau dalam bahaya?"
"Aku bekerja di Indonesia, dan mau tidak mau, aku harus pulang kesana" ucap Dio pada Aimi
"Dio, berikan aku kesempatan untuk hidup tenang di sini"
"Nanti, jika saat nya sudah tiba, aku akan kembali ke Indonesia" jawab Aimi pada Dio
"Yasudah kak"
"Aku mengalah demi kebaikan kakak"
"Aku harap, kak Aimi berubah pikiran"
"Tapi, aku mohon satu hal pada kakak"
"Setiap hari, kak Aimi harus menghubungi aku"
__ADS_1
"Aku usahakan, setiap bulan sekali aku akan menemui kak Aimi" ujar Dio pada Aimi
"Ya Dio"
"Aku akan menunggumu di sini"
"Tenanglah Dio"
"Aku sayang sama kamu"
"muach" tiba-tiba saja Aimi memberikan kecupan jauh untuk nya. Tak biasanya dia berbuat demikian.
"Kak, apakah kau benar-benar telah berubah pikiran, dan akan meninggalkan Beni setelah pulang ke Indonesia?" tanya Dio penasaran
"Ya Dio"
"Aku ingin meninggalkan nya, dan hidup bersamamu nantinya" ujar Aimi memberikan sebuah janji manis pada Dio
Dengan tersenyum senang, Dio sedikit lega mendengar ucapan Aimi dan ciuman jauh yang diberikan oleh Aimi.
Gairah Dio mulai meningkat lagi dan hal itu tak bisa dia bendung.
"Ya, aku ada waktu"
"Pekerjaan ku sudah selesai"
"Aldi juga sudah tidur tuh"
"Kebetulan dia selesai piket malam, jadinya tidur pagi" jawab Aimi pendek
"Kak, aku ingin ketemu sebentar saja"
"Aku tak bisa membendung rasaku padamu"
"Berilah aku kado manis yang gak akan aku lupakan kak" ucap Dio pada Aimi
__ADS_1
"Yah, kamu Dio"
"Udah mulai ketagihan?"
"Sudahlah"
"Jangan sekarang"
"Kondisi badan ku sangat capek" jawab Aimi pendek
"Kak, sekali saja"
"Aku tidak akan berbuat kasar kepadamu" ujar Dio sekali lagi merayu Aimi
"Yasudah"
"Ayo kita bertemu untuk terakhir kalinya sebelum kau pulang ke Indonesia"
"Aku akan memberikan kamu sebuah cincin, agar kau bisa mengingatku nanti di saat kita jauh" ucap Aimi pada Dio
"Baiklah kak"
"Kita bertemu di tempat biasa ya?"
"Aku sudah memesan tempat itu" ujar Dio pada Aimi
"Ya Dio"
"Aku akan siap-siap nih" jawab Aimi
Aimi pun bersiap pergi ke sebuah hotel yang sudah di pesan oleh Dio. Dimana Hotel itu adalah tempat pertama kalinya Dio kehilangan keperjakaan nya dan Aimi lah yang telah menikmati keperjakaan itu.
Sementara itu, Dio akhirnya menutup telepon nya dan keluar dari kamar mandi. Dirinya sudah tak sabar ingin menemui Aimi, yang saat ini berubah status menjadi kekasih gelap nya.
"Aku tak menyangka jika aku akan berselingkuh dengan kak Aimi"
__ADS_1
"Aku akan berusaha mendapatkan kak Aimi sepenuhnya"
"Aku tak ingin menyia-nyiakan hidup nya" gumam Dio dalam hati