Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Rasa mulai tumbuh


__ADS_3

Beni menunggu Aimi di lobi rumah sakit. Dia tak berani masuk ke dalam ruangan karena kondisi psikologis Aimi masih labil.


Beni tak ingin Aimi menjadi stres dan pergi darinya.


"Oh, apa yang sudah aku lakukan pada istriku?" gumam Beni dalam hati


"Aku terlalu menyiksanya"


"Dasar"


"Kenapa otakku dipenuhi dengan kebencian pada istriku" Beni terus saja meratapi perihal dirinya sendiri yang mulai tak bisa mengontrol emosinya.


Karena merasa suntuk sendirian di loby, Beni segera kembali ke rumah sakit tempat dia bekerja yang berada di dekat rumah sakit mitra medika tempat Aimi di rawat.


"Lebih baik, aku kembali ke rumah sakit ku saja"


"Mungkin dengan merawat pasien, aku bisa sedikit melupakan rasa tak menentu dal hatiku ini" gumam Beni dalam hati


Beni pun melangkah pergi. Dirinya melampiaskan kesedihannya dengan merawat pasien yang ada di rumah sakitnya.


Sita yang telah memakai cincin merah pemberian nenek nya langsung beraksi ketika melihat Beni berjalan menuju ke arah ruang perawatan


"Mas Beni" panggil Sita


Tak lupa Sita menyentuh tangan Beni hingga Beni mengalami sedikit panas di bagian tengkuk lehernya.


"Ah, mengapa kepalaku pusing" gumam Beni


Beni pun minggir dan duduk di ruang duduk yang ada di depan ruang perawatan


"Ada apa mas Beni?"


"Ayo istirahat sebentar" ujar Sita sok memberikan perhatian pada Beni yang saat itu dalam pengaruh pelet gendam sukma


"Ada apa Sita?"


"Kau memanggilku?" tanya Beni ketus


Beni remang-remang melihat Sita adalah sosok wanita yang selalu dia aniaya sehingga Beni sedikit lunak pada Sita


"Maaf Sita"


"Akhir-akhir ini aku berbuat kasar terhadap mu" ujar Beni sambil melihat ke arah Sita


"Ya gak apa apa mas Beni"


"Oh ya, aku mau balik ke ruang administrasi ya?"


"Mas Beni gimana, sudah baikan?" tanya Sita


"Ya, aku sudah baikan sekarang" jawab Beni


Beni langsung menuju ke ruang praktik nya dan melayani pasien seperti biasa.


Muncul asap merah yang merasuk di kepala Beni saat itu. Asap merah hanya bisa dilihat oleh orang yang mempunyai kemampuan khusus. Sayangnya saat asap merah itu berada di atas kepala Beni, tak ada yang bisa melihatnya.

__ADS_1


Asap itu merasuk dengan bebas dan hal itu membuat Beni mempunyai sifat sedikit pemarah dan haus akan hubungan dengan lawan jenis.


"Ah, mengapa tubuh ku terasa panas?"


"Aku ingin melakukan penyatuan tubuh lagi dan lagi"


"Ada apa dengan ku?" gumam Beni berbicara sendiri


"Aimi ada di rumah sakit sekarang"


"Aku tak mungkin meluapkan hasrat ku padanya"


"Sekarang, aku ingin sekali melakukan nya" gumam Beni dalam hati


Mata Beni makin nanar karena menahan hasrat yang tak bisa terbendung lagi.


Beni akhirnya melampiaskannya dengan membaca koran dan lembur kerjaan sampai malam.


Setelah badan Beni terasa capek, Beni langsung pulang ke rumahnya dan tidur. Begitulah yang dilakukan oleh Beni selama Aimi sakit.


Dirinya pulang larut malam hanya untuk mengalihkan gairahnya saja, tanpa melampiaskan dengan wanita lain.


Di tempat lain, yaitu di rumah sakit mitra medika tempat Aimi di rawat, tampak Aimi tertidur di kasur. Aimi tak memberi tahu kondisinya pada orang tua maupun nenek nya karena dirinya takut jika memberitahukan pada mereka, semua akan berkumpul di sana.


Tak ada yang melayani Aimi saat itu. Aimi hanya sendirian di ruang nifas rumah sakit mitra medika.


Dio menemani Aimi tak kala siang saja. Kalau malam, untuk menghindari gosip, Dio pulang ke rumah nya. Walau begitu Dio selalu berada di dekat ponsel nya dan tak bisa tidur karena cemas akan kondisi Aimi.


di kamarnya, Dio berkata


"Apakah lebih baik aku membatalkan pertunanganku dengan Indah?"


"Aku tak tahu harus bagaimana menanggapi persoalan ini" ucap Dio


Dio sambil mendengarkan musik alunan mellow makin meresapi lagu itu. Tak terasa dirinya teringat masa-masa takkala dirinya bersama Aimi dan merasa cemburu untuk pertama kalinya.


Flasback (saat di kost Aimi) 8 tahun yang lalu


Ini adalah pertama kalinya Dio merasa seperti orang gila. Bagaimana tidak, saat itu adalah saat dimana Aimi keluar dan menginap di hotel bersama pacarnya Alex.


Dio yang merasa memiliki Aimi sebagai selingkuhannya tak rela jika Aimi berkencan dan melakukan penyatuan tubuh dengan Alex.


Kebetulan saat itu, Aimi pulang ke kosan, dan kosan yang di tinggali oleh Aimi adalah kosan milik orang tua Dio.


Dengan kekuasaan yang lebih, Dio menunggu Aimi di tempat kos Aimi dengan perasaan tak menentu.


Sampailah Aimi di kosan. Dari raut wajah nya, Dio melihat Aimi sangat capek sampai tak melihat jika dirinya ada di dalam kosan


"Kakak, kok diam"? Tanya Dio.


"Gak diam Dio, kakak masih bingung mau menjawab apa", Ucap Aimi.


"Kenapa bingung kak"?


"Kakak mau cari alasan kalau kakak hanya jalan-jalan saja bersama kak Alex"? Tanya Dio lagi.

__ADS_1


"Ya, kakak hanya jalan- jalan saja Dio" Ucap Aimi.


"Kakak, emang aku bisa dibohongi seperti anak kecil"? kata Dio.


"Yah, kok jadi cemburu gitu sih, katanya kamu nerima aku apa adanya Dio"? tanya Aimi.


"Aku cemburu kak", jawab Dio pendek.


Aimi memandang wajah Dio yang memerah karena cemburu.


"Tumben anak ini bisa begini".


"Biasanya kan dia nerima saja apa yang aku lakukan". gumam Aimi dalam hati.


"Kakak, apa boleh aku minta sama seperti yang kau berikan pada kak Alex"? Tanya Dio pada Aimi.


"Minta apa Dio"? Aimi balik bertanya kepada Dio.


"Ah kakak pura-pura gak paham nih" Ucap Dio pada Aimi.


Aimi hanya memandang Dio dan diam seribu bahasa.


Pelan-pelan Dio mendekati Aimi, dan memegang tangannya.


"Dio apa yang akan kamu lakukan"?,


"Nanti dilihat Bibi"! Ucap Aimi.


"Kan aku sudah bilang kak, bibi tidak ada di kos".


"Dia sekarang ada di luar kota dan aku yang jaga kos" kata Dio.


Dengan sigap, Dio menutup pintu kamar Aimi. Hanya mereka berdua saja yang ada di kamar itu.


"Kakak, aku gak kuat melihat kecantikan kakak".


"Aku cinta banget sama kamu" Ucap Dio polos.


Dio langsung memegang tangan Aimi dan menciumnya dengan ganas.


"Lepaskan aku Dio", pinta Aimi dengan nada memohon.


Ternyata Dio cowok yang sangat kuat. Dia tidak melepaskan genggaman tangannya pada Aimi.


Sambil menggenggam tangan Aimi Dio berkata


"Kenapa kak, jika bersama kak Alex kamu menyerahkan semuanya, kenapa dengan aku tidak"? Tanya Dio.


"Kamu masih muda Dio, jalanmu masih panjang".


"Jangan bodoh hanya dengan menghabiskan waktumu bersamaku" Ucap Aimi mencoba menasehati Dio.


"Aku sudah bodoh semenjak bersama kakak".


"Kakak harus tanggung jawab karena hatiku sudah tidak bisa melupakan kakak" Ucap Dio.

__ADS_1


Aimi terdiam lagi. Sekarang Aimi sudah pasrah dengan nasibnya. Untungnya sebelum Dio membuka baju Aimi Rudi datang ke kos Aimi.


__ADS_2