
Dio mulai melihat keindahan tubuh Aimi yang tersimpan di dalam ponsel nya. Tubuh Aimi dari atas sampai bawah tampak mulus tak berbekas sama sekali. Semua sangatlah sempurna. Tentunya Dio mengambil foto itu secara diam-diam tanpa sepengetahuan Aimi.
Rekaman video saat dirinya menikmati tubuh Aimi juga tersimpan rapi di dalam ponsel nya.
Kala itu, Dio memasang kamera di atap hotel. Dio hanya ingin menyimpannya sebagai kenangan saat dirinya tak berada di samping Aimi.
"Kak, maafkan aku"
"Aku harus melihat tubuh mu untuk meningkatkan imajinasiku"
"Tubuh istriku, tak sesuai ekspetasiku" gumam Dio sambil terus mengamati video panas dirinya bersama Aimi.
Sementara itu, Indah yang sedang duduk di kursi kamar terlihat sedikit lesu. Dio terlihat sedang asyik melihat ponsel nya.
"Ah, apa sih yang dilihat Dio?"
"Mengapa dia tak menghiraukan ku?"
"Padahal, usia pernikahan ku sudah menginjak dua bulan lebih" gumam Indah kesal.
Terlihat nafas Dio naik turun melihat ponsel nya sendiri. Karena gerah, Dio mulai membuka bajunya satu persatu. Hal itu membuat Indah sedikit merasa aneh atas sikap Dio itu.
Setelah gairah Dio mulai meningkat, Dio mulai meletakkan ponsel nya dan menghampiri Indah.
"Indah, malam ini aku akan melayani kamu" ujar Dio secara tiba-tiba
"Hah, apakah aku sedang bermimpi?"
"Dio akan melayani aku?"
__ADS_1
"Dia akan bercinta dengan ku malam ini?" gumam Indah sambil menatap ke arah Dio.
Dio mulai melakukan aksinya. Dirinya mulai membuka baju merah yang dikenakan oleh Indah.
Indah tak mengenakan pakaian apapun di hadapan Dio. Seorang Dio yang bukan perjaka lagi. Tatapan nanar seorang Dio mulai brutal. Dalam pikiran Dio, saat itu yang sedang bercinta dengan nya adalah Aimi, wanita yang sangat dicintainya itu.
Dio mulai memberikan sebuah sentuhan sengatan listrik yang membuat gairah Indah berkobar.
"Dio, lakukan lah pelan-pelan"
"Aku takut" ucap Indah merintih keenakan. Dalam pikiran Indah, Dia akan bertempur dengan Dio malam itu.
"Tenang Indah"
"Aku akan pelan-pelan saja melakukan nya" ucap Dio menenangkan istrinya itu.
Dio mulai menggerayangi gunung kembar milik Indah dan memakannya habis.
"aAhhh" Indah merintih dengan sikap yang diberikan Dio kepadanya.
"Indah bersiaplah" ucap Dio pada Indah.
Dio segera menghujam kan segala hasrat nya pada Aimi waktu itu, Namun hasrat itu dia serahkan pada Indah karena saat itu Aimi tak berada di samping nya.
"Maafkan aku kak"
"Aku harus melakukan nya dengan Indah" gumam Dio sambil meneteskan air matanya.
"Ah....kkkzzzzz"
__ADS_1
"Dioo"""" rintih Indah sambil memegang kepala Dio dan menjambak rambutnya.
Benda milik Dio rupanya mulai merasuk ke dalam tubuh Indah hingga membuat Indah kesakitan.
Indah yang saat itu masih virgin merasakan seperti ada robekan di selaput nya. Namun rasa sakit itu tertutupi dengan rasa nikmat yang Dio berikan kepadanya.
"Ahhkz" Dio juga merasakan kenikmatan kala itu
Namun, Dio hanya memejamkan matanya sambil terus membayangkan keindahan tubuh Aimi yang terus membayangi pikirannya
Sementara itu, Indah mulai merasa ingin kencing waktu itu. Rasa itu semakin tinggi dan pada akhirnya
segala kenikmatan telah diperoleh oleh Indah. Indah mulai lemas saat itu dan tak kuat lagi.
Sementara itu, Dio masih tetap bekerja hingga pada saatnya, Dio mulai memancarkan hasrat nya itu.
"Akhhhzz" semua hasrat Dio telah dikeluarkannya. Hingga membuat tubuh Dio merasakan lemas yang luar biasa.
Dio sesekali melirik ke arah Indah dan timbul rasa jijik di kepalanya.
"Apa?"
"Aku telah melakukan penyatuan tubuh dengan Indah?"
"Akz"
"Aku bahkan langsung menyesalinya" gumam Dio dalam hati.
Dio tak menghiraukan Indah walau Indah masih perawan. Dalam benak Dio, perawan ataukah tidak, asal cocok di hatinya seperti kak Aimi, dirinya tak mempermasalahkannya.
__ADS_1