
Setelah selesai memasak untuk Aldi, Aimi langsung membersihkan rumah Aldi yang terlihat kotor.
Semua dilakukan Aimi sendirian. Kebetulan cuaca di korea sangat dingin waktu itu dan Aimi berusaha beradaptasi dengan menggunakan jaket tebal.
"Yah, aku telah membersihkan rumah Aldi"
"Aku sangat capek sekali pagi ini" gumam Aimi
Aimi pun langsung menuju ke kamar mandi karena dirinya merasa sangat kotor setelah bercinta dengan Dio.
Di dalam kamar mandi, Aimi tak henti-hentinya menangis menyesali perbuatan yang telah dilakukannya dengan Dio.
"Dasar aku bodoh"
"Mengapa aku bisa tidur dengan seorang Dio?"
"Dia bisa tersenyum sekarang karena telah menikmati tubuhku"
"Dasar" gumam Aimi dalam hati.
"Apa yang harus aku lakukan jika aku nanti sampai hamil?"
"Dio juga tak menggunakan pengaman waktu itu"
"Ah, aku adalah wanita bodoh...." ucap Aimi sambil membenturkan kepalanya ke tembok.
Setelah puas berkeluh kesah sendirian, Aimi langsung menyelesaikan mandinya dan pergi keluar dari kamar mandi.
Aimi hanya mengenakan handuk waktu itu karena pada jam itu, Aldi belum pulang dari tempat kerja sehingga Aimi bisa bebas tanpa sungkan pergi keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk.
Tak disangka, Aldi berada di ruang tamu dan saat itu sedang menonton televisi.
__ADS_1
"Hah, tuan Aldi"?
"Kok pagi-pagi sudah pulang?"
"Biasanya, tuan Aldi pulang jam 8 pagi?"
"Sekarang, kenapa tuan Aldi sudah pulang jam 7?" gumam Aimi dalam hati
Aimi segera berlari menuju ke kamarnya, mumpung Aldi belum melihatnya.
Namun, siap bagi Aimi. Tubuh nya terpeleset dan dia terjatuh tepat di belakang Aldi. Kepala Aimi juga terbentur kursi hingga mengeluarkan darah.
"Ah,, sakit" rintih Aimi sambil berusaha berdiri
"Aimi, kau terjatuh?" ucap Aldi pada Aimi
"Ya, tuan"
Aimi langsung pergi meninggalkan Aldi dan pergi menuju ke kamar pribadinya.
Sesampai di dalam kamar, hati Aimi berdetak sangat kencang karena dia merasa malu kepada Aldi.
"Ah, sial sekali aku hari ini"
"Kenapa Aldi datang duluan?"
"Dia melihat semuanya?"
"Semoga saja tidak" gumam Aimi dengan mimik wajah kesal.
Sementara itu, Aldi yang saat itu berada di ruang tamu hanya tersenyum melihat pemandangan yang ada di depannya
__ADS_1
"Ha ha ha"
"Sudah lama aku tak melihat pemandangan bagus seperti ini" gumam Aldi tersenyum sendiri.
Aldi pun meneruskan kegiatan nya yaitu tiduran di sofa karena hari ini dirinya sudah mulai mengantuk. Semalam Aldi tak tidur karena harus merawat pasien yang ada di UGD rumah sakit tempat dia bekerja.
Di tempat lain yaitu di hotel tempat Dio menginap, Tampak Indah sedang bersiap-siap kembali ke Indonesia
Namun, di pojok ruangan terlihat Dio duduk termenung seperti tak mau beranjak dari tempat duduk nya.
Indah yang melihat sikap Dio segera memanggil Dio
"Dio, ayo"
"Kau tak mau pulang?" tanya Indah berusaha membuyarkan lamunan Dio
"Oh ya Indah, sebentar" ucap Dio pada Indah.
Sementara itu, Di Indonesia Beni semakin terperangkap oleh tipu daya Sita. Usaha untuk mencari Aimi juga sia-sia
Tepat malam hari sekitar jam 09.00 malam, Beni duduk di sofa sambil memikirkan Aimi.
"Aimi, dimana kamu?"
"Aku janji, jika kau pulang, aku tak akan menyiksamu lagi" gumam Beni
Tak terasa, air mata Beni menetes. Dia tak bisa melupakan Aimi. Di matanya, Aimi adalah istri yang sempurna.
"Jika kau sampai tahu aku pernah tidur dengan Sita, kau pasti marah"
"Aku akan merahasiakan peristiwa ini darimu jika kau pulang nanti"
__ADS_1
"Aku tak kan membiarkan orang lain merusak hubungan kita" gumam Beni.