
Ketika Dio telah berhasil memperoleh nomor ponsel yang dimiliki Aimi, dio segera menghubungi Aimi melalui ponsel nya
Dio langsung menelepon Aimi malam itu juga.
"Yah, tersambung" gumam Dio dalam hati
Dengan sabar, Dio menunggu Aimi mengangkat panggilan nya
"Ya, halo" ucap Aimi
Suara Aimi sangat lirih sehingga Dio hampir saja tak mendengarnya
"Kak, ini aku Dio"
"Kakak belum tidur?" tanya Dio dengan suara pelan. Dio menelepon Aimi di dalam kamar mandi karena tempat itu adalah tempat ter aman baginya.
"Oh, kamu Dio"
"Aku belum tidur dan tidak bisa tidur" ucap Aimi pendek
"Sama kak"
"Aku juga tak bisa tidur"
"Kak, tolong ceritakan kepadaku, kenapa kau sampai berada di korea" ucap Dio mencoba menggali lebih dalam tentang Aimi
"Dio, sudahlah"
"Aku tak bisa bercerita banyak kepadamu"
"Kan sudah aku jawab kemarin?"
"Masih kurang?" tanya Aimi kesal
"Ya, kak"
"Baiklah"
"Aku tak kan bertanya lagi kalau begitu" ucap Dio mencoba menenangkan hati Aimi yang lagi kesal malam itu
"Oh ya kak"
"Aku kangen"
__ADS_1
"Aku ingin bertemu secara rahasia dengan mu malam ini"
"Apakah kau mau?" tanya Dio pada Aimi
"Baiklah Dio" jawab Aimi singkat
"Kita akan bertemu dimana?" tanya Aimi penasaran
Mendengar jawaban Aimi yang meresponnya dengan sangat baik, Dio bergumam dalam hati
"Hem, beruntung sekali aku"
"Tumben dia langsung mau menerima ajakanku?"
"Aku tak kan menyia-nyiakan kesempatan ini" gumam Dio dalam hati
"Kak, kita bertemu di depan rumah Aldi"
"Tunggu aku disana ya?"
"Aku tahu sekarang Aldi pasti tak ada di rumah"
"Dia sedang dinas malam"
"Iya dio"
"Baiklah kalau begitu"
"Aku akan menunggumu di sini" ucap Aimi pada Dio
Aimi langsung menutup teleponnya. Sebenarnya hati Aimi juga bergetar menerima telepin dari Dio. Jiwa mudanya kembali bergejolak.
Saat yang tepat bagi Aimi untuk menghibur diri karena dirinya sudah lama tak bertemu dengan suaminya Beni.
Dengan sembunyi-sembunyi, Dio keluar dari hotel meninggalkan Indah yang saat itu sedang asyik tidur.
"Indah, maafkan aku" gumam Dio sambil melihat wajah Indah yang masih tertidur pulas.
Dio langsung menuju rumah kontrakan Aldi yang tak jauh dari hotel tempat dia menginap
Terlihat, Aimi sudah menunggunya dari tadi. Malam itu Aimi tampak cantik sekali dimatanya.
"Kak, " panggil Dio melambaikan tangannya pada Aimi
__ADS_1
"Hei, Dio"
"Kau akan mengajakku kemana?" tanya Aimi penasaran
"Ayo ikut aku" ucap Dio sambil menggandeng tangan Aimi
Aimi dan Dio akhirnya bebas pergi malam itu tanpa ada rasa takut sama sekali.
Tepat jam 12 malam, Dio dan Aimi sampai di sebuah hotel lain yang tak jauh dari hotel tempat nya menginap.
"Dio, kau mengajak ku ke hotel?" tanya Aimi penasaran
"Ya kak"
"Aku ingin berbincang banyak dengan mu malam ini"
"Aku sudah menyediakan kopi buatmu" ujar Dio sambil menunjukkan satu bungkus kopi kesukaan Aimi
"Wah kau tau saja apa yang aku mau" ucap Aimi sambil mencubit pipi Dio
Mereka berdua akhirnya berjalan menuju kesebuah kamar hotel yang sudah dipesan nya.
Aimi juga ikut masuk ke dalam kamar itu. Suasana kamar remang-remang dan hal itu membuat suasana menjadi romantis.
Aimi langsung tiduran di kasur sambil membuka ponsel barunya yang baru saja dibelikan oleh Aldi.
"Dio, menjadi pembantu rumah tangga itu ternyata enak ya?"
"Aku hanya cukup bersih-bersih dan memasak untuk Aldi saja"
"Tak ada aktivitas dan pikiran berat yang harus aku pikirkan"
"Aldi juga baik sebagai majikan"
"Dia tak begitu mengekang ku" ucap Aimi memulai pembicaraan dengan Dio
Tampak Dio menarik nafas dalam. Dia tak kuat menahan hasrat pada sosok wanita cantik yang saat itu berada di depannya.
"Kak, aku tak ingin kau bicara lagi"
"Aku ingin mencium kamu?"
"Apakah boleh?" tanya Dio pada Aimi
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Dio yang dianggap lucu, Aimi pun tertawa