
Aimi merebahkan tubuhnya di atas kasur. Merasa tak ada lagi hal yang harus dia pertahankan lagi. Dio terus saja mencumbu Aimi begitu juga dengan Aimi. Pengaruh alkohol yang masuk ke dalam tubuh Aimi rupanya membuat Aimi meluapkan hasrat nya secara brutal pada Dio.
"Kak, kamu udah siap?" tanya Dio sambil menahan nafas yang sudah tak beraturan akibat tak kuasa menahan keinginan nya untuk bercinta dengan Aimi
"Ya, Dio, lakukan lah padaku, mungkin kau ingin cepat melakukannya" ucap Aimi dengan nada sedikit pelan.
"Kak, aku akan melakukannya untuk kakak, dengan rasa cintaku yang suci ini, jangan sampai kakak bercinta dengan lelaki lain selain aku" bisik Dio di telinga Aimi. Aimi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju apa yang diinginkan oleh Dio kepadanya.
Dio mulai memegang erat kedua tangan Aimi. tubuh Dio mendekati Aimi lebih dekat lagi hingga Aimi tak bisa bergerak lagi.
Ciuman hangat bibir Dio telah menempel di bibir Aimi. Tak ada pembatas sehelai pun antara Dio dan Aimi. Dengan sangat pelan, Dio menghujani Aimi dengan tenaga yang dimiliki nya.
"Akhz..., Dio merintih dengan nada pelan begitu juga dengan Aimi. Untuk yang kedua kalinya Dio menghujani Aimi dengan senjatanya bertubi-tubi. kegagahan Dio dipertaruhkan kala itu.
Gesekan penyatuan tubuh yang teratur terus saja membuat kedua insan itu merasakan indahnya dunia.
__ADS_1
Karena lama tak bercinta, Aimi sedikit merasa sakit saat melakukan suatu hubungan. Namun ditahannya. Dia ingin memuaskan Dio saat itu.
"Ahz Dio, pelan saja ya?" ucap Aimi lirih sambil mengambil nafas dalam.
Dio seakan mengerti dengan keinginan Aimi dan mengurangi ritme ritual itu.
"Kak Aimi, apakah kau merasakan sakit?" tanya Dio sambil terus menghujani Aimi dengan senjata yang dimilikinya.
"Iya Dio, aku sedikit merasakan sakit" jawab Aimi pelan.
"Kakak maukah kau diatas?" ucap Dio manja. Aimi pun menyetujui nya. Jarang sekali Aimi melakukan suatu ritual di atas pasangannya.
Aimi pun berpindah posisi di atas dan memainkannya dengan nakal. Dio tampak nya juga menikmati perlakuan Aimi kepadanya.
Hingga akhirnya Aimi mengetahui titik puncak yang dio inginkan.
__ADS_1
"Kakak, yah benar disitu kak" Teruskanlah" "Akzzzz" Dio merintih dengan lirih merasakan kenikmatan yang tak pernah dia dapatkan dari istrinya.
Hal itu dilakukan berulang-ulang oleh Aimi hingga akhirnya Dio hampir mengeluarkan isi dalam tubuhnya
"Kak, sepertinya aku akan mengeluarkan semuanya untuk mu" Kakak berbaringlah" ujar Dio meminta Aimi untuk berbaring
"Dio, kau melakukan nya lagi?" Aku takut hamil Dio" ucap Aimi pada Dio
"Sudahlah kak, kalau kakak hamil, aku akan menikahi kakak" ucap Dio pada Aimi.
"Tapi, aku belum resmi bercerai dengan Beni" jawab Aimi lagi
"Kakak, sudahlah kak" genggam tanganku erat-erat" ucap Dio sambil melakukan ritual penyatuan tubuh dengan Aimi
"Ahkzzz., kak aku sampaikan hasrat ini kepadamu" ujar Dio. Keringat Dio menetes dan wajahnya memerah. Rintihan Aimi dan Dio menyatu dan beberapa menit kemudian, Dio mengalami titik puncak dalam percintaan. Sebuah titik dimana hasratnya bisa terlampiaskan pada sosok wanita yang sangat dicintainya itu.
__ADS_1
Aliran air memancar dalam tubuh Dio dan memasuki rongga milik Aimi dengan begitu cepat, terasa hangat dalam tubuh dan air itu benar-benar masuk dan bersarang dalam tubuh Aimi.