
Beni mulai melihat istrinya dari atas hingga bawah. Tak ada perubahan pada tubuhnya. Yang berbeda hanyalah wajah Aimi yang makin cantik dan seksi saja.
Saat bersama nya, mata Aimi terlihat cowong karena menangis berlebihan. Namun kali ini Aimi sangat berbeda. Aimi terlihat makin menggairahkan bagi Beni.
Hingga akhirnya Beni mulai mendekati Aimi yang saat itu terduduk di sofa.
"Aimi, sudah lama kita tak pernah bertemu" Apa kau masih marah padaku?" tanya Beni sambil berusaha mendekat ke arah Aimi.
"Tidak mas, tapi aku berharap kau tak menggangguku lagi" Aku ingin bercerai dengan mu" pinta Aimi pada Beni
"Apa?" Kau minta cerai?" Tidak akan Aimi" Aku tidak akan pernah menceraikan mu" ucap Beni dengan nada keras
Aimi pun berlari ke arah kamar dan Beni berusaha mengejar nya. Hingga Aimi terjebak di sebuah kamar.
"Aimi, kau tak bisa mengelak lagi sekarang" Kau tau, selama kepergian mu, aku tak pernah tidur dengan wanita manapun selain kamu" Sekarang kau masih sah menjadi istriku" Aku minta kau melayaniku malam ini" ucap Beni pada Aimi
__ADS_1
"Mas, aku capek" Aku ingin istirahat sebentar" ucap Aimi penuh rasa takut.
Beni yang mendengar permintaan Aimi tak menggubris kata-kata istrinya itu hingga Beni membuka paksa baju Aimi dengan kasar
Aimi pun terlihat pasrah melihat Beni bertindak kasar padanya. Namun, Aimi tak kehilangan akal. Dia langsung mengambil ponsel nya untuk memanggil Dio, kekasih brondong nya itu.
"Kring" ponsel Dio berdering untuk beberapa kalinya. Saat itu Dio berada di rumahnya dan baru saja sampai dari korea.
Ponsel Aimi berdering dan dan kebetulan Dio berada di dekat ponsel nya.
"Hem, Aimi memanggil ku?" Apakah dia punya kesempatan menelpon ku malam-malam begini?" gumam Dio dalam hati.
"Mas Beni, lepaskan, aku capek hari ini" Begitu kata Aimi yang terdengar di ponsel Dio.
Dio merasakan getaran emosi yang sampai ke ubun-ubunnya. Ingin rasanya dia marah karena kekasih nya di perlakukan sangat kasar oleh Beni.
__ADS_1
Karena tak betah mendengar pertengkaran antara Aimi dan Beni, Dio segera menutup ponsel nya dan langsung pergi menuju ke rumah Aimi
Sementara itu, Indah yang ada di rumah mencoba bertanya pada Dio hendak pergi ke mana malam-malam.
"Dio, kau mau pergi ke mana?" Tanya indah penasaran
"Aku ingin pergi sebentar" Tutup pintunya karena aku akan pulang besok siang" ucap Dio pada Indah
Indah pun segera menuruti kata-kata Dio. Indah tak mau bertengkar tanpa sebab yang jelas.
Sementara di rumah Beni tepatnya di dalam kamar, Beni segera melepas pakaian Aimi satu persatu. Hingga tak tersisa satu helai pun dalam tubuh Aimi.
Aimi hanya meringis kesakitan melihat perlakuan Beni yang membabi buta padanya
"Aimi, aku ingin malam ini kau melayani ku sampai aku puas" Seluruh tubuh mu masih milikku" Aku tak mau kau berpaling dariku" Cukup aku lelakimu" Begitu ucapan Beni pada Aimi.
__ADS_1
Tak menunggu waktu lama, Beni meluapkan hasrat nya dengan menancapkan senjatanya ke dalam sebuah rongga yang berada pada tubuh Aimi. Tancapan itu dilakukan secara kasar tanpa pemanasan terlebih dahulu.
"Ah...""" Sakit mas Beni, aku gak kuat lagi" rintih Aimi sambil menahan rasa sakit