Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Penasaran


__ADS_3

"Hah, Sita?"


"Kau minta aku menculik seorang anak?" tanya Hendra penasaran


Hendra belum terlalu paham apa yang dimaksud Sita hingga dia masih saja penasaran


"Hendra, kau ini"


"Kenapa bodoh sekali"


"Tidak"


"Aku tak menyuruhmu untuk menculik seorang anak" jawab Sita ketus


"Ya, Sita"


"Tapi, apa maksud mu?"


"Aku tak paham dengan jalan pikiran mu"


"Kalau ngomong yang jelas dong" ucap Hendra


"Aku ingin kau memberikan ku seorang anak"


"Kita akan melakukan penyatuan tubuh"


"Anak itu yang nanti akan aku jadikan sebagai tameng, agar aku bisa menikah dengan Beni"


"Kau paham?" tanya Sita pada Hendra


"Waw?"


"Kau gila Sita"


"Kau akan bercinta dengan ku?"


"Apa kau tak rugi nanti jika aku menikmati indahnya tubuhmu tanpa aku membayar sepeser pun?" tanya Hendra sekali lagi

__ADS_1


"Sudahlah Hendra"


"Tidak ada lelaki lain selain kamu yang bisa membantuku" ucap Sita berusaha meyakinkan Hendra


"Aku sudah tak punya siap-siapa lagi selaim kamu yang selalu memgerti aku" ucap Sita mencoba meyakinkan Hendra.


Karena tak ingin Sita larut dalam kesedihan, Hendra mengiyakan permintaan Sita, yaitu Hendra bersedia tidur dengannya.


"Ya, baiklah Sita"


"Aku akan melakukan hal ini demi kamu" ucap Hendra pada Sita


Hendra menghela nafas panjang. Dia tak menyangka Sita bisa senekat itu. Dulu Sita adalah teman baiknya yang selalu membantu dirinya jika dirinya punya masalah.


"Sekarang, tiba waktunya aku untuk membalas budi pada Sita"


"Aku tak rela jika Sita mengalami kesedihan, karena ditolak oleh laki-laki"


"Andai saja dia mau menikah dengan ku"


Setelah perbincangan itu, Hendra langsung menuju ke hotel dimana Sita memintanya untuk ke sana.


Sesampai di Hotel, Hendra datang ke lobi, ternyata Sita telah sampai di sana duluan.


"Sita, kau sudah datang rupanya"


"Apakah kau menungguku dari tadi?" tanya Hendra penasaran


"Ya, Hendra"


"Mengapa kau sangat lama sekali?" tanya Sita ketus


"Ayo, aku sudah menyewa kamar untuk kita" ajak Sita pada Hendra.


Hendra langsung melihat tubuh Sita dari atas sampai bawah.


"Duh, Beni termasuk lelaki bodoh"

__ADS_1


"Wanita secantik ini, dia tak mau menidurinya?"


"Sungguh sayang sekali"


"Aku termasuk lelaki beruntung yang secara gratis tidur dengan gadis seperti Sita"


"Walau dia sudah tua, tapi sepertinya dia belum pernah tersentuh oleh lelaki manapun" gumam Hendra sambil terus mengamati kemolekan tubuh Sita


"Hendra?"


"Ayo, jangan melamun"


"Cepat ikut aku" ajak Sita sambil menggandeng tangan Hendra


"Ehm, iya baiklah" jawab Hendra sedikit grogi


Hendra pun mengikuti kemana Sita pergi


Tak terasa sampailah di sebuah kamar hotel nomer 10, sebuah kamar hotel yang sudah di pesan Sita.


Sita memandang Hendra penuh harapan. Dia menginginkan seorang anak dari Hendra, agar bisa menikah dengan Beni.


Hendra, tutup pintunya, dan sekarang lakukan "sepuasmu" pinta Sita pada Hendra


Hendra mulai melihat tubuh Sita dari atas sampai bawah. Tubuh yang mulus, belum tersentuh kumbang lain selain dirinya.


"Wah, inikah yang dinamakan surga dunia?" gumam Hendra dalam hati


"Hendra, kenapa kamu bengong?"


"Ayo cepat lakukan hal ini kepadaku" pinta Sita sambil menarik tangan Hendra hingga Hendra terjatuh di kasur hotel bersamanya.


"Degggg"


"Jantung Hendra berdetak tak karuan"


"Birahinya mulai menggebu saat itu, karena tubuh hangat Sita telah menempel dengan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2