Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Kuret


__ADS_3

Asisten Dio yang bernama Rina dan Berta masuk ke ruangan Dio. Mereka tak banyak bicara dan hanya menganggukkan kepala mereka sesuai arahan dari Dio..


Tampaknya, Berta dan Rina tahu kalau Dio tak suka asisten yang cerewet dan ingin tahu masalah pribadi nya.


"Dio, pelan-pelan sakit" rintih Aimi


Mimik wajah Aimi merintih kesakitan karena menahan sakit. Baru pertama kali nya dia dikuret dan yang melakukan kuret adalah dokter lelaki.


"Dio, kau sudah melihat seluruh tubuhku sekarang"


"Aku tak bisa mengelak lagi" gumam Aimi dalam hati


Aimi tak menyangka, Dio telah menjadi dokter spesialis obgyn dan membantunya kali ini. Pikirannya menerawang jauh teringat ketika Dio selalu mengantarkan nya saat dia hamil anak Alex.


Mulai dari periksa kandungan hingga melahirkan.


"Dio, apakah engkau jodohku yang tertunda?" gumam Aimi dalam hati.


Wajah Aimi tampak pucat pasi saat itu. Dirinya tak kuat menahan sakit. Bukan sakit karena kuret yang dilakukan oleh Dio. Tapi sakit karena psikis Aimi yang disiksa oleh Beni.


"Pokoknya, aku ingin cerai dengan Beni"


"Apapun yang terjadi, aku ingin cerai dengannya" batin Aimi.


Rupanya proses kuret telah selesai dan Aimi terlihat banyak kehilangan darah. Dio segera memeriksa hb Aimi dan hasilnya sangat mengejutkan. Hb Aimi sangat rendah yaitu hanya 6 saja.


Mengetahui Hb Aimi sangat rendah, Dio segera mencari darah untuk di tranfusi saat itu juga. Tak lupa Dio menelepon dokter Beni yang saat itu masih menjadi suami Aimi.


"Kringg"


"Kringg" ponsel Beni rupanya berdering. Beni yang sejak tadi bingung mencari istrinya sangat terkejut karena dirinya menerima telepon dari istrinya


"Hah, Aimi menelepon ku?"


"Apakah dia mau minta maaf padaku?"


"Baguslah kalau begitu" gumam Beni sambil mengangkat telepon itu ..


"Hallo, Aimi kamu dimana saja?"


"Aku mencarimu" tanya Beni ketus


"Maaf mas Beni, saya dokter Dio" panggil Dio pada Beni.


"Hah, Dio?"


"Kau Dio mantan istriku?" tanya Beni penasaran


"Bukan, aku tidak pernah berpacaran dengan kak Aimi"


"Kebetulan, kak Aimi datang ke rumah sakit mitra medika untuk periksa"

__ADS_1


"Saya sebagai dokter spesialis kandungan di rumah sakit mitra medika sudah memeriksa istri mas Beni yaitu kak Aimi"


"Kak Aimi mengalami perdarahan dan ternyata kak Aimi keguguran"


"Dia sudah hamil dua bulan" ucap Dio panjang lebar


"Hah, istriku hamil?" tanya Beni tak percaya


"Sekarang, gimana kondisinya?" tanya Beni penasaran


"Sekarang, kak Aimi butuh donor darah"


"Dan aku menelepon mas Beni untuk meminta surat persetujuan" ucap Dio


"Baiklah, aku akan pergi ke sana sekarang" ujar Beni


Beni pun langsung menuju ke rumah sakit mitra medika dimana Dio dan Aimi berada di sana.


Beni pun menyesali perbuatannya. Kalau saja dia tak kasar memperlakukan Aimi seperti sekarang, Aimi tak akan pernah keguguran.


Anak itu yang ditunggu-tunggu selama ini, tapi ternyata janin Aimi tak bisa bertahan


"Mengapa aku memaksa Aimi saat berhubungan penyatuan tubuh?"


"aah, aku sangat bodoh sekali" gumam Beni sambil memukul kepalanya dengan tangannya sendiri.


Lima belas menit kemudian, mobil Beni telah sampai ke rumah sakit mitra medika. Dengan cepat Beni langsung menuju ke ruangan obgyn dimana Dio dan Aimi berada di sana.


"Aimi, bertahanlah"


"Maafkan aku ya?" ucap Beni menyesali semua perlakuan kasar yang dilakukan pada istrinya


Aimi hanya diam tak mampu berkata-kata. Antara benci dan dendam ada di hati Aimi pada Beni. Rasa cinta Aimi pada Beni sedikit demi sedikit mulai memudar. Apalagi ada Dio yang siap sedia menjaga nya.


"Mas Beni keluar dulu"


"Aku lagi gak mau bertemu siapa-siapa" ucap Aimi ketus


"Ya ya baiklah"


"Aku akan keluar"


"Dio, aku titip istriku, lakukan yang terbaik untuknya" pinta Beni pada Dio


"Ya mas, aku akan melakukan yang terbaik untuk kak Aimi" jawab Dio pendek.


Rina dan Berta yang ada di ruangak itu menarik nafas dalam.


"Oh, ternyata wanita itu adalah istri kakak nya Dio" begitu pikiran mereka saat itu.


Kesan Dio punya wanita lain selain tunangannya hilang sudah dalam pikiran mereka. Saat itu mereka langsung bekerja secara profesional dan membantu Dio dalam melaksanakan tugas.

__ADS_1


Aimi hanya diam saat itu, matanya melamun ke arah yang jauh. Dalam hati, Aimi ingin sekali mati saat itu juga.


"Aku ingin mati, dan bertemu kak Alex"


"Hanya dia yang mengerti aku" gumam Aimi dalam hati.


"Sekarang, aku gak akan lemah lagi mas Beni"


"Mulai sekarang, aku akan merayu Dio agar dia bisa bersamaku"


"Aku tak mau diinjak injak lagi" gumam Aimi dalam hati.


Pikiran liar yang ada di otak Aimi mulai muncul lagi setelah sekian lama hilang karena Aimi berusaha setia dengan suaminya


Tapi sekarangz akibat sering disiksa oleh suaminya, Aimi mulai berontak dan kembali ke alam pikiran saat muda dahulu, yaitu suka selingkuh dengan pria yang lebih memperhatikan dirinya.


"Rasaku sudah hilang"


"Dio, maafkan aku"


"Aku harus merebutmu dari calon tunangan mu" gumam Aimi dalam hati.


Aimi mulai melihat Dio dengan tatapan berbeda saat itu dan Dio juga merasakannya


"Ada apa dengan kak Aimi?"


"Mengapa tatapannya sangat berbeda dari biasanya?"


"Apa dia mulai mencintaiku?" gumam Dio dalam hati.


Dio mulai membayangkan jika sampai dirinya bisa merebut Aimi dari Beni


"Jika aku berhasil merebut Aimi dari mas Beni, aku akan membatalkan pertunangan ku dengan Indah"


"Aku tak mau Indah terluka karena perbuatan ku"


"Indah pantas bahagia dengan lelaki lain yang mencintainya"


"Tampak nya, aku tak bisa pergi dari Aimi sampai kapanpun" gumam Dio dalam hati.


Hati Dio dan Aimi mulai terpaut. Benih cinta mereka mulai muncul lagi setelah sekian lama hilang dan hal itu dipicu oleh rumah tangga Aimi yang tak bahagia ditambah Dio yang masih lajang dan belum menikah.


"Dio, aku harap aku mendapatkan keperjakaanmu nanti"


"Tak kan aku biarkan keperjakaan mu direnggut wanita manapun selain aku duluan" gumam Aimi dalam hati.


Pikiran nakal Aimi mulai mengalir dengan wajar dalam otak nya. Begitu juga si Dio. Dio yang merasa keperjakaan nya telah hilang setelah bibir pertamanya yang telah di renggut oleh Aimi. Semenjak saat itu, Dio tak pernah menyentuhkan bibirnya pada wanita lain walaupun pada Indah sekalipun.


Dio saat itu masih suci tanpa sentuhan seorang wanita manapun.


Tampaknya, setelah memikirkan hal positif, kondisi Aimi lambat laun makin membaik. Tranfusi darah juga sudah dilakukan oleh Dio.

__ADS_1


"Kak, sepertinya wajahmu sudah tak pucat lagi" ucap Dio sambil berbisik ke telinga Aimi. Tak ada yang bisa mendengar bisikan itu kecuali Tuhan, Aimi, Dio dan setan


__ADS_2