Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Bulan madu


__ADS_3

Teman-teman, yang sudah baca bab sebelumnya, ada salah penulisan Dio dan Indah tertulis Alex dan Aimi. maaf banget..karena penulis masih baper dengan cinta Alex dan Aimi di masa lalu 😂😂 tapi sudah di ubah kok..


Dua hari sudah Dio dan Indah menikmati malam pertama mereka sebagai suami istri. Hanya malam pertama menurut pemikiran orang di sekitar mereka. Tak ada hubungan apapun antara Dio dan Indah. Dio masih tetap menjaga keperjakaan nya.


"Indah, ayo kita bersiap"


"Aku sudah memesan tiket ke korea" ucap dio pada Indah


"Baik Dio" jawab Indah pendek


Dalam hati Indah masih penuh tanda tanya akan perasaan Dio kepadanya. Indah berusaha untuk melupakan sakit hatinya akan ulah Dio dan akan mempertahankan rumah tangganya walau mereka berdua belum melakukan penyatuan tubuh sama sekali


"Dio, aku akan berusaha menerimamu"


"Walau hatimu sekarang tak suka dengan ku, aku akan mencoba agar kau bisa mencintaiku apa adanya" gumam Indah dalam hati


Indah dan Dio akhirnya pergi ke korea bersama-sama. Sebenarnya pergi ke korea bagi Dio bukanlah hanya bulan madu saja. Tapi ada kebutuhan lain yaitu, Dio ingin menjalankan bisnis kecantikan di negeri gingseng itu.


Mereka naik pesawat bersama-sama. Beberapa tetangga sebelah banyak yang sangat suka dengan sosok Indah dan Dio.


Mereka berdua terlihat sebagai keluarga yang harmonis tanpa ada pertengkaran.


Saat bersama, mereka berdua tampak serasi. Lengkap sudah keluarga Dio bagi para tetangga maupun teman sekantornya. Mereka tak tahu gejolak yang ada di hati mereka masing-masing.


Di tempat lain, Sita mulai sedikit demi sedikit berusaha mengambil hati Beni


"Mas Beni, bolehkah aku menghiburmu walau hanya sebentar?" tanya Sita berusaha merayu Beni


"Sita, aku sedang ingin sendirian"


"Kau pergi saja dari sini"


"Sebentar lagi, pak Rudi akan datang kemari"


"Aku akan membicarakan hilangnya Aimi dengannya"


"Aku harap, kau mengerti dengan keadaanku" ujar Beni ketus


Sita akhirnya menganggukkan kepalanya, dan pergi meninggalkan Beni.


Sita tak ingin Beni marah kepadanya hanya karena dirinya berusaha menghibur Beni dari kesedihannya.


"Mas Beni, jika menyendiri bisa menyembuhkan rasa sedihmu, aku akan pergi sejenak"


"Aku tak ingin wajah Aimi selalu menghantuimu setiap waktu" gumam Sita dalam hati


Entah kenapa, sepeninggal Aimi, Beni merasakan hidup yang sangat hampa. Jika setiap hari hasrat cintanya tercukupi dengan adanya Aimi, namun kali ini suasana sangat berbeda.


Hasrat nya tak bisa dikeluarkan dan hal itu cukup memusingkan kepalanya.


Terbesit pikiran bahwa Beni akan pergi ke klub malam, karena hanya klub itu yang bisa memberikan hiburan kepadanya.

__ADS_1


Walau Beni seorang dokter, Beni pernah meminum minuman keras untuk sekedar menghibur isi kepalanya yang sedang suntuk.


Pergi ke klub malam pernah dilakukan oleh Beni saat dirinya muda dulu. Saat itu Beni sedang ditinggal pergi oleh ibu kandung nya karena ibu kandung nya terkena serangan kanker ganas stadium akhir.


Kepergian ibu Beni yang begitu cepat, membuat Beni merasa kehilangan. Rasa kehilangan itu membuat Beni kehilangan arah dan pergi ke klub malam untuk minum anggur.


Setelah minum anggur beberapa teguk, rasa sedih di kepala Beni sedikit berkurang dan esok harinya Beni bisa beraktifitas kembali bersama teman-temannya.


Semenjak hari itu, Beni bertekad untuk menjadi dokter spesialis penyakit dalam agar tak banyak yang kehilangan seorang ibu di usaia muda seperti dirinya


Kali ini, diusia nya yang terbilang tak muda lagi, Beni harus kehilangan sosok Aimi, yang merupakan istri yang sangat dicintainya.


"Aimi, entah sampai kapan aku bisa menemukan mu"


"Segala cara yang udah aku lakukan belum juga menunjukkan titik terang"


"Kasus ini seakan buntu" gumam Beni dalam hati


Setelah kepergian Sita, terlihat pak Rudi, datang menemui Beni


"Dokter Beni, maaf kedatangan ku ke rumahmu sedikit terlambat"


"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu empat mata saja" ujar Rudi pada Beni


"Gimana Rudi?"


"Apa kau sudah menemukan titik terang mengenai hilangnya Aimi?" tanya Beni penasaran


"Sepertinya, penculik Aimi berasal dari orang terdekat mu"


"Coba saja cari tahu siapa saja yang membenci Aimi belakangan ini" ucap Rudi memberikan ide.


Beni menganggukkan kepalanya, tanda mengerti akan ucapan Rudi yang ditujukan kepadanya.


"Ya, Rudi"


"Aku akan menyelidikinya"


"Dulu, yang sangat membenci Aimi adalah Sita"


"Saat aku hendak menikah dengan Aimi, Sita lah yang memberikan sebuah foto syur Dio dengannya"


"Tapi, masalah itu sudah reda dan Sita telah meminta maaf atas perbuatannya"


"Apakah penculik nya adalah Sita?"


"Sangat tidak mungkin"


"Dia hanya seorang wanita, dan sepertinya dia tak kan mampu menculik Aimi" ujar Beni pada Rudi


Mendengar ucapan Beni, Rudi mulai memberikan idenya

__ADS_1


"Dokter, coba saja untuk permasalahan hilangnya Aimi, jangan menceritakan kepada siapapun selain kepadaku"


"Karena pencarian ini bisa gagal jika dokter bertindak gegabah" ucap Rudi memberi penjelasan.


"Ya baiklah kalau begitu"


"Idemu bagus juga"


"Aku bisa tak berpikir sejauh itu"


"Dalam pikiran ku"


"Aku menganggap semua orang yang ada di sekitarku adalah dapat dipercaya" ucap Beni pada Rudi.


Setelah berbincang dengan Rudi cukup lama, Beni segera pergi menuju ke kamar pribadinya. Beni berencana nanti malam dia akan pergi ke klub malam dimana disana akan menghilangkan rasa suntuknya.


Tepat malam hari jam tujuh malam, Beni pergi keluar dari rumahnya. Dia pergi ke sebuah klub yang ada di pusat kota baru. Klub itu sangat terkenal di kota baru karena disana tersedia tempat untuk mengeluarkan uneg-uneg bagi pengunjung yang lagi suntik menghadapi rumitnya hidup


Saat Beni pergi meninggalkan rumah, rupanya Sita mengikutinya dari belakang.


"Akan kemana sih mas Beni?"


"Bukankah hari ini dia libur kerja?" gumam Sita dalam hati


Karena penasaran akhirnya Sita mengikuti kemana Beni pergi


"Sepertinya, mas Beni tak pergi ke rumah sakit nya"


"Kemana sih dia" gumam Sita sambil menyetir mobil nya


Sita pun terus mengikuti kemana perginya mobil Beni dan rupanya mobil Beni telah berada di depan klub malam.


Klub malam yang sangat terkenal.


"Oh, ngapain mas Beni pergi ke tempat ini?"


"Sangat aneh"


"Atau jangan-jangan, mas Beni punya wanita simpanan di sini?"


"Ah, sangat tidak mungkin"


"Aku tak percaya jika mas Beni bertindak sebodoh itu" gumam Sita sambil terus memantau kemana Beni pergi.


Terlihat, Beni mulai masuk ke dalam klub itu. Beberapa wanita penghibur mulai menyapa Beni.


"Silahkan tuan masuk ke dalam"


"Kami semua akan memberikan servis yang memuaskan untuk tuan"


"Apakah tuan sedang kesepian?" tanya hana salah satu wanita penghibur di klub itu

__ADS_1


__ADS_2