Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
pencarian


__ADS_3

Satu jam kemudian


Di rumah sakit dimana Beni bekerja, terlihat Beni mulai melihat pesan dalam ponsel nya. Beni ingin segera mendengar kabar dari Rudi tentang Sita, sosok wanita yang berani merebut kebahagiaannya.


"Kemana sih?"


"Katanya, dia akan pergi menemuiku" gumam Beni sambil terus memantau pesan masuk yang ada di ponsel nya.


"Kring kring"


panggilan masuk yang ditunggunya telah tiba dan ternyata sesuai dugaan nya.


"Nah, Rudi" gumam Beni sambil mengangkat ponsel nya.


"Halo Rudi, gimana?"


"Apakah kau uda membuang Sita jauh dari kehidupan ku?" tanya Beni dengan nada pelan


"Tuan Beni, maaf"


"Saya belum berhasil melakukannya"


"Sita selalu ditemani Hendra, malam ini"


"Jadi, saya belum bisa melakukan tindakan apapun pada Sita" ujar Rudi memberi penjelasan.


"Ah, kau ini hanya alasan saja"


"Pokoknya, aku mau secepatnya kau singkirkan Sita dari hadapanku" ujar Beni ketus.


"Baiklah Tuan Beni" jawab Rudi


Rudi pun menghela nafas sebentar. Dirinya seakan mempersiapan diri karena dirinya akan mengatakan sesuatu hal yang pastinya membuat Beni terkejut akan hal itu.


Setelah hatinya sedikit tenang, Rudi berkata lagi pada Beni.


"Tuan Beni"

__ADS_1


"Jangan tutup telepon nya dulu"


"Aku ingin mengatakan sesuatu hal yang pasti akan membuatmu terkejut" ujar Rudi pada Beni


Mendengar ucapan Rudi yang disampaikan kepadanya, Beni makin kesal saja dan mencoba sedikit menenangkan hatinya.


"Dasar kau"


"Emang, apa yang akan kau sampaikan kepadaku sekarang?" tanya Beni penasaran


"Tuan Beni, saya menemukan dimana nyonya Aimi berada" ujar Rudi pendek


"Deg"


Jantung Beni seakan berhenti berdetak ketika mendengar nama Aimi.


istrinya yang selama ini dia cari dan dirinya hampir saja menyerah untuk mencarinya, kini namanya muncul ditelinganya.


"Rudi, apakah yang kau katakan ini benar?" tanya Beni penasaran


"Benar tuan Beni"


"Entah siapa yang membawa nya kesana, yang pasti, aku mendapatkan informasi ini dari orang terpercaya" ucap Rudi pada Beni


"Kalau begitu, kau temui aku di tempat biasa"


"Aku akan bertanya banyak kepadamu" ujar Beni pada Rudi


"Kapan tuan?" tanya Beni


"Sekarang juga"


"Aku gak mau lagi berpisah dengan Aimi" ucap Beni pada Rudi


"Baiklah tuan Beni" jawab Rudi singkat


Rudi segera menutup telepon nya dan pergi ke tempat dimana Beni berada..

__ADS_1


"Dasar tuan Beni"


"Kalau uda maunya, harus sekarang juga" gumam Rudi dalam hati


di perjalanan menuju ke tempat pertemuannya dengan Beni, Rudi mulai mengingat bagaimana dirinya berusaha mati-matian pergi mencari keberadaan Aimi.


Untungnya, Rudi mempunyai banyak kenalan termasuk petugas bandara yang menyimpan nama-nama orang yang keluar indonesia seminggu setelah Aimi dikabarkan hilang.


Tak terasa, Rudi telah sampai di tempat dimana dirinya akan menemui Beni dan menjelaskan kepadanya tentang keberadaan Aimi.


"Hei, Rudi"


"Duduklah"


"Jelaskan kepadaku"


"Bagaimana kau sampai tahu dimana keberadaan Aimi" ujar Beni penasaran.


Rudi segera mengeluarkan setumpuk surat perjalanan Aimi yang telah dia dapat dari temannya.


"Ini tuan Beni"


"Beberapa dokumen penting yang menjelaskan keberadaan Aimi"


"Tuan Beni baca saja" ujar Rudi sambil meminum kopi yang sebelumnya telah dipesan oleh Beni.


Beni pun membaca semua dokumen yang telah diberikan oleh Rudi kepadanya.


Matanya nanar dan menunjukkan sebuah kemarahan.


Dirinya tak habis pikir, Aimi tak menghubungi nya sama sekali selama di korea. Muncul rasa curiga dalam hatinya.


"Apakah Aimi lebih senang berpisah dengan ku?"


"Dalam dokumen ini, Aimi dalam keadaan aman"


"Pastinya dia telah bebas dari penculik dan memulai kehidupan baru"

__ADS_1


"aku harus pergi ke korea sekarang" gumam Beni dalam hati


"


__ADS_2