Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Mulai memanas


__ADS_3

Episode 26 (hampir saja) udah lolos review, jadi baca lagi ya?" saat penulis menulis episode ini, episode 26 uda lolos review)


Indah menggerutu kesal karena lagi-lagi Dio mengalihkan pembicaraan serius nya dengan pembicaraan lain yang tak perlu


Dengan sangat terpaksa Indah menganggukkan kepalanya dan mengiyakan ajakan Dio yaitu belanja untuk oleh-oleh ibunya.


"Indah dan Dio akhirnya berjalan keluar hotel hanya sekedar mencari oleh-oleh untuk ibu Dio.


Sementara itu, Aimi dan Beni masih diranjang hotel mereka. Tampak nya Beni dan Aimi kelelahan.


"Aimi, bangunlah"


"Saatnya kita keluar cari udara segar" ujar Beni mencoba membangunkan Aimi.


"Ya mas" jawab Aimi pendek


Aimi akhirnya bangun dan mandi. Air di hotel terasa sangat dingin, sehingga aimi mengubahnya mandi air hangat.


"Segar rasanya hari ini"


"Entah apa yang aku lakukan ini benar atau salah"


"Tindakan ku sudah diluar batas" gumam Aimi dalam hati


Pikirannya menerawang ke atas tak tentu arah. Bayangan Aimi antara rasa berdosa dan rasa ingin melepaskan semua


"Sepertinya, aku harus pergi meninggalkan ini semua"


"Hidup ku yang rumit membuat orang disekitarku terkena dampak nya"


"Dio, andai kau tak bertemu denganku, kau tak kan tega bermain hati dibelakang Indah kekasihmu"


"Bagaimana jika hal ini terjadi padaku?" gumam Aimi dalam hati


Ritual mandi Aimi rupanya membuat pikiran Aimi mulai terbuka walau tak banyak.


Selesai mandi, Aimi mulai berpakaian sesuai dengan pilihannya dan pergi menemui beni


"Mas, aku udah selesai mandi"


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Aimi pada Beni yang saat itu sedang asyik menonton televisi.


"Hem, baiklah kalau kau sudah"


"Aku akan mandi juga"


"Tunggu ya?" ucap Beni


Beni segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di tempat lain, tampak Sita merasa sangat terpukul karena usahanya untuk merayu Beni sia-sia. Beni malah asyik pergi berlibur dengan istrinya yang bernama Aimi


"Aimi, kau sangat jahat"


"Aku gak akan membiarkan mu hidup tenang"v gumam Sita dalam hati


Sita mulai berinisitif menghubungi mantan pacarnya yang saat ini menjadi preman di kampungnya


"Alangkah baiknya, aku meminta Hendra untuk melenyapkan Aimi dari sisi Beni"


"Dengan begitu, aku bisa menikah dengan Beni"


"Usia ku juga sudah tak muda lagi"


"Sangat tidak mungkin aku menunggu Beni terus tanpa usaha yang jelas" gumam Sita dalam hati


Sita akhirnya menghubungi Hendra, yang dulu adalah mantan pacarnya. Hanya saja sekarang Hendra dan Sita berteman baik tidak lebih.

__ADS_1


Sita segera mencari nomor Hendra dan rupanya nomor Hendra masih tersimpan di ponsel nya.


"Yah, ini nomer Hendra"


"Semoga aja masih aktif" gumam Sita tersenyum senang


Sita mulai memencet tombol panggilan dan rupanya nomor Sita tersambung


"Hallo, Siapa ini?" tanya Hendra


"Hendra, aku Sita" jawab Sita ketus


"Oh kau Sita"


"Nomormu ganti?" tanya Hendra pada Sita


"Ya, nomorku ganti ini"


"Simpan ya?" ucap Sita pada Hendra


"Oh, ya"


"Kenapa kau menelepon ku?"


"Tumben" ucap Hendra dengan nada mengejek


"Yeh, aku menelepon kamu karena aku ingin meminta bantuan kepadamu" ucap Sita pada Hendra


"Wuih, sepertinya sangat penting sekali"


"Emangnya butuh bantuan apa?"


"Apa kau sudah mempersiapkan upahnya?" tanya Hendra memancing Sita


"Hendra, kalau kau berhasil menjalan kan misi ini, kau boleh meminta padaku apa saja"


"Akan aku turuti" ujar Sita memberi harapan pada Hendra.


"Aku jadi penasaran" ujar Hendra pada Sita


Sita pun akhirnya menceritakan maksud dirinya menelepon Hendra saat itu. Sita membicarakan hal ini dengan berbisik lirih supaya orang di sekitar tak mendengar pembicaraan mereka.


"Oh, rupanya itu" jawab Hendra


"Baiklah kalau begitu"


"Kirim foto beserta alamat rumahnya" ucap Hendra pendek


Sita pun akhirnya mengirimkan foto Aimi beserta alamat rumahnya


Saat foto Aimi dikirim oleh Sita dan Hendra melihatnya, hati Hendra sedikit bergetar


"Hem, cantik sekali wanita ini"


"Pantesan Sita sangat cemburu kepadanya" gumam Hendra tersenyum sinis.


Akhirnya saat itu juga Hendra berangkat ke kota baru dimana Aimi berada di sana. Sayang nya Hendra harus menunggu kepulangan Aimi dari Bali karena saat Hendra sampai di kota Baru, Aimi masih berada di Bali bersama Beni, Dio, dan Indah.


"Dio, apakah kau sudah selesai memilihkan oleh-oleh ibumu?" tanya Indah pada Dio


"Belum Indah"


"Sebentar ya?" ucap Dio pada Indah


"Uh lama sekali sih" ujar Indah pelan


"Apa katamu Indah?"

__ADS_1


"Lama?"


"Untuk kepentingan ibuku, kau selalu mengeluh"


"Aku bukan orang yang tuli"


"Walau ka bicara sepelan apapun, aku bisa mendengarnya" ucap Dio pada Indah


"Kau tak sama dengannya Indah" ucap Dio secara tiba-tiba


"Dio, tak sama dengan siapa?"


"Apakah kau mempunyai gadis lain selain aku?" tiba-tiba Indah mulai menanyakan hal yang tak mungkij dijawab oleh Dio


"Indah, sudahlah"


"Maksud aku, kau tak sama dengan mantan ku dulu"


"Dia tak pernah mengeluh dengan semua hal yang menyangkut tentang orang tuaku" ucap Dio pada Indah


"Oh, jadi kamu membanding-bandingkan aku dengan mantan mu yang gatal itu?" ucap Indah pada Dio


"Apa katamu?"


"Gatal?"


"Jangan menghina mantan ku Indah"


"Kau tak sebanding dengan nya"


"Jaga mulutmu baik-baik kalau tak ingin aku memperlakukan mu lebih kejam lago" ujar Dio sedikit mengancam


Indah hanya terdiam mendengar ancaman Dio yang sangat menyakitkan hatinya


"Siapa sih mantan Dio?"


"Aku sudah melihat fotonya"


"Tapi aku tak tahu dia ada dimana" gumam Indah dalam hati


Indah tak tahu jika mantan Dio saat ini berada di tengah - tengah mereka.


Andai saja Indah tahu, mungkin akan ada perang dunia ketiga.


Sementara itu, Di Hotel tempat Aimi dan Beni berada


"Ayo mas, aku uda siap" ucap Aimi pada Beni yang saat itu sudah selesai mandi


"Ayo, kita keluar sekarang" ucap Beni sambil memakai jaket hitam nya ..


Beni dan Aimi segera keluar dari hotel untuk mencari udara segar. Setelan baju Aimi sangat pas dilihat dan hal itu menambah kecantikan Aimi.


Jika berjalan bersama Beni, Aimi terlihat jauh lebih muda. Orang sekitar yang melihatnya menyangka jika Aimi sedang jalan bersama om om genit.


Dunia sangatlah sempit. Saat berjalan bersama Beni, Aimi tak sengaja bertemu dengan Dio dan Indah. Tampak mereka berdua sedang keluar dari toko oleh-leh khas bali


"Hei Dio?"


"Hei Indah?"


"Sudah lama kalian disini?" tanya Aimi menyapa dengan melemparkan senyuman khas nya


"Oh ya kak"


"Aku dan Indah sudah lama di sini" jawab Dio sambil tersenyum


"Kalau begitu, kenapa tidak bareng-bareng aja belanjanya?"

__ADS_1


"Ayo, biar rame?" ajak Aimi


Dio pun mengangguk senang dengan ajakan Aimi itu


__ADS_2