
"Ehm, Aimi"? Tanya Aldi masih penasaran
"Iya, Aimi, dia istriku" ucap Beni masih dengan memakai bahasa inggris.
"Baiklah, tunggu sebentar" ucap Aldi sambil pergi meninggalkan Beni di luar rumahnya.
Aldi segera menuju ke ruang belakang dimana Aimi dan Dio berada di sana.
"Aimi..." Ada yang mencarimu" seorang lelaki dan Dia mengaku suamimu" ucap Aldi pada Aimi. Mendengar ucapan Aldi, Aimi dan Dio terkejut. Mereka tak menyangka jika suami Aimi senekat itu mencarinya hingga ke korea.
"Wah, gimana nih?" Aku tak siap jika bertemu dengan mas Beni lagi" ucap Aimi. Mimik wajah Aimi yang ceria seketika tampak murung dan sedih. Kebebasannya kini seakan mulai hilang tak berbekas.
Dio yang sejak tadi berada di samping Aimi juga merasa kecewa karena dalam pikiran Dio, dia akan bersama Aimi pulang ke Indonesia.
Aldi yang berperan sebagai penengah rupanya berusaha menenangkan hati Aimi dengan berkata
__ADS_1
"Aimi, temuilah suamimu dulu" Aku akan menjagamu dan seandainya kau di siksa, aku akan berusaha melindungi mu" ucap Aldi meyakinkan Aimi
Aimi hanya mengangguk saja mendengar penuturan Aldi. Semetara itu Dio berdiri mematung dan tampak nya dirinya ingin menemui Beni namun Aimi mencegahnya.
"Dio, kau jangan gegabah" Lebih baik, kau di sini saja dan jangan temui suamiku" Kau tahu keadaan suamiku jika dia marah" Dia akan nekat melakukan apa saja" Aku tak mau terjadi apa-apa dengan mu" ucap Aimi pada Dio
Dio pun menahan emosinya dan tetap berada di dalam rumah Aldi tanpa menemui Beni. Melihat gelagat Aimi dan Dio yang terlihat ada hubungan khusus, Aldi melihatnya dengan tatapan sedikit cemburu
"Dio, padahal kau sudah punya istri, tapi sepertinya kau mendekati Aimi disaat dia terpuruk dan butuh sandaran" gumam Aldi dalam hati.
Aimi pun mengusap air matanya dan memberanikan diri menemui suaminya. Saat Aimi menunjukkan diri pada suaminya terlihat raut wajah Beni yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
"Ya mas, ini aku" jawab Aimi singkat.
Aimi tak membalas pelukan Beni dan hal itu membuat Beni kesal.
__ADS_1
"Aimi, mengapa sikapmu semakin dingin kepadaku?" Apa kau menemukan lelaki lain selain aku?" Awas kalau kau berani melakukan itu" ucap Beni pada Aimi.
Aimi langsung menjawab "Mas Beni, mengapa kau selalu menganggap ku buruk?" Jika aku berbuat sungguhan apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aimi sambil menatap Beni dengan tatapan tajam.
Beni semakin marah mendengar ucapan Aimi yang diluar batas kesopanan menurut dirinya, namun untungnya Beni tahu situasi yang terjadi dan akhirnya Beni lebih memilih bersabar.
"Aimi, maafkan aku"Aku sudah sering berbuat kasar padamu" Sekarang, aku sudah menemukanmu" Aku ingin kau pulanh bersamaku dan kita akan memulai kehidupan yang lebih baik lagi" ucap Beni sambil menggenggam tangan Aimi.
Pandangan Beni sangat tajam sehingga membuat Aimi takut. Karena tak ingin Beni marah, Aimi hanya mengangguk tanda setuju.
Setelah Aimi setuju dengan keinginan nya, Beni akhirnya meminta ijin pada Aldi untuk membawa Aimi pulang ke Indonesia.
"Tuan, terimakasih atas perlakuan mu pada istriku" Aku akan membawanya pulang" Jika ada waktu, suatu saat aku dan Aimi akan berkunjung ke sini" ucap Beni pada Aldi.
Aldi pun hanya menganggukkan kepalanya, dan tak lupa Aldi berkata pada Aimi
__ADS_1
"Aimi, hati-hati ya, nomor kontak ku jangan sampai kau hapus" Nanti hubungi aku jika ada apa-apa" bisik Aldi pada Aimi.
Aimi pun menganggukkan kepalanya, dan Beni merasa curiga melihat gelagat Aldi dan Aimi yang tampak begitu akrab