Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Pertemuan itu


__ADS_3

Saat Beni mulai duduk santai di tempat makan, tampak Rudi sedang sibuk memegang ponsel nya. Tampak nya preman yang menjadi orang suruhannya untuk menculik Sita sedang meneleponnya


"Tuan Rudi, gawat, sangat gawat" ujar Jupri salah satu preman yang menculik Sita


"Ada apa Jupri?" cepat katakan jangan berbelit-belit" ujar Rudi pada jupri.


"Sasaran kita telah lepas, dia lari entah kemana" ujar Jupri terbata-bata


"Hah, bagaimana bisa lepas?" Kau ini diauruh kerja ringan saja gak becus" ungkap Rudi kesal.


Beni yang mendengar ucapan kemarahan Rudi mulai bertanya mengapa Rudi bisa semarah itu.


"Rudi, kenapa kau terlihat sangat kesal dan marah?" emang ada apa?" tanya Beni penasaran


"Oh tuan Beni, maafkan saya" ucap Rudi sambil menundukkan kepalanya.


"Saya gagal menculik Sita, sekarang Sita pergi entah kemana" ujar Rudi pada Beni

__ADS_1


Beni yang mendengar perkataan Rudi hanya diam dan santai. Tak ada wajah kemarahan di wajahnya.


"Rudi, sudahlah, yang penting kau sudah menjalankan tugas mu dengan baik, dan aku tak kan memarahimu hanya karena Sita kabur" ucap Beni santai


Rudi yang mendengar perkataan Beni mulai penasaran kenapa majikannya itu tak marah sedikit pun padahal sudah jelas-jelas dia gagal menculik Sita dan menyingkirkannya.


"Kenapa tuan Beni tidak marah?" apakah tuan Beni sudah mendapat hidayah?" tanya Rudi penasaran


Beni tersenyum lepas mendengar ucapan Rudi yang sedikit menghiburnya.


"Buat apa aku marah?" sekarang aku sudah menemukan Aimi istriku, dan aku tak kan mungkin mau menikahi Sita"


"Rudi, aku adalah seorang dokter dan relasiku juga banyak, Seandainya Sita melakukan tes DNA dan jika memang benar yang dikandung nya adalah anakku, aku benar-benar akan mengubahnya menjadi bukan anakku" ujar Beni serius


"Oh ya tuan, aku mengerti sekarang" jawab Rudi pendek dan tak berani bertanya lagi karena Beni tidak marah adalah suatu keuntungan baginya.


Suatu ketika saat Beni sudah menyelesaikan makannya, Beni segera mengajak Rudi untuk segera berangkat menuju ke tempat dimana Aimi berada.

__ADS_1


Sementara itu, Dio sudah sampai di rumah Aldi. dengan tergesa-gesa Dio mulai mengetuk pintu rumah Aldi.


"Tok, tok tok" Aldi cepat bukakan pintu" pinta Dio sambil terus mengetuk pintu Aldi yang masih terkunci.


Aldi yang berada di dalam kamar tampaknya mendengar panggilan Dio, dan dengan langkah gontai dan pakaian yang masih acak acakan, Aldi mulai membukakan pintu untuk Dio.


"Oh, Dio, rupanya kau sudah datang" ujar Aldi tersenyum tipis.


"Aldi, kau memang kelewatan, mana Aimi?" tanya Dio sambil terus masuk ke dalam rumah Aldi.


"Hei, kawan, jangan marah begitu, santai dulu" ucap Aldi setengah mabuk.


Dio tak menggubris perkataan Aldi. Dalam pikirannya hari ini dia hanya ingin bertemu dengan Aimi, wanita yang benar-benar dia cintai.


Sampai di sebuah kamar, tampak Aimi dalam kondisi tertidur pulas dengan pakaian terbuka di bagian dada, ditambah rambut yang masih acak-acakan. Walaupun begitu kecantikan Aimi tetap saja membuat gairah Dio memuncak.


"Kak, kenapa kau tak menghubungiku terlebih dahulu?"Apakah kakak sudah bosan denganku?" gumam Dio sambil menghampiri Aimi lebih dekat lagi.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Dio berada tepat di samping Aimi dan tangan Dio mulai mengangkat tubuh Aimi dna berusaha membangunkan Aimi.


"Kak Aimi, ayo bangun" pinta Dio memberikan bisikan di telinga Aimi


__ADS_2