Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
gosip beredar


__ADS_3

Dio segera memeriksa perut Aimi menggunakan alat usg yang ada di rumah sakit mitra medika. Dengan sabar Dio memberikan semangat pada Aimi agar Aimi bisa menahan sakit nya sebentar.


Sementara itu di luar sana, bidan dan perawat mulai bergosip tentang Dio


Rina seorang perawat yang menjadi asisten Dio dihujani banyak pertanyaan oleh teman-temannya


"Rina"


"Gimana dokter Dio?"


"Biasanya dia selalu meminta asistennya untuk memeriksa pasien, dan dia hanya menerima konsultasi dari mu"


"Kenapa sekarang dia melayani pasiennya sendiri?" tanya berta bidan yang juga membantu Dio jika melayani pasien.


"Entahlah Berta"


"Tak biasanya dokter Beni bersikap seperti ini pada pasiennya"


"Mungkin, wanita ini pasien spesial dokter Dio" celetuk Rina sekenanya


"Ya, wanita ini juga bukan tunangan dokter Beni"


"Lalu siapa ya?"


"Apakah kau mau masuk ke ruangannya jadi kita nih gak penasaran dibuatnya" tanya Berta pada Rina.


"Ah, enggak lah"


"Aku gak mau dokter Beni marah padaku"


"Aku menunggu dipanggil saja deh" ucap Rina sambil melihat ke arah ruangan Dio yang tertutup rapat.


"Yasudah lah"


"Lihatlah jam sudah menunjukkan jam dua lewat"


"Biasanya, dokter Dio langsung pulang dan menyerahkannya pada kita"


"Kita lihat saja nanti deh" begitu ucapan para bidan perawat yang bergosip mengenai Dio dan Aimi


Di tempat lain, perawat agnes berjalan menuju ke arah ruangan Dio.


"Eh, Rina, kebetulan ada agnes"


"Sepertinya dia hendak ke ruangan dokter Dio"


"Kita minta tolong saja padanya buat lihat siapa pasien yang ada di dalam" ucap berta pada Rina


"ya benar kamu"


"Baiklah, aku panggil agnes dulu" ucap Rina


"Hei agnes tunggu jangan masuk ke ruangan dokter Dio, aku ingin bicara" panggil Rina sambil melambai ke arah agnes


Agnes yang hendak masuk ke ruangan Dio segera menghentikan langkah nya.


"Hem, ada apa Rina kok sepertinya pentinf banget" tanya agnes penasaran


"Tuh di dalam ada pasien yang ditangani langsung oleh dokter Dio"


"Kamu tak boleh masuk sama sekali ke dalam ruangan"


"Gimana kalau saat kau masuk, kau tanyakan saja siapa wanita itu sambil basa basi?" ucap Rina meminta tolong pada agnes.


"Yah, kalian nih kepo tingkat dewa"


"Baiklah kalau begitu"


"Mumpung aku mau minta tandatangan dokter Dio nih"


"Aku emang harus ke ruangannya sekarang karena direktur rumah sakit meminta ku untuk ke ruangan dokter Dio" ujar agnes sambil tersenyum


"Ya baguslah kalau begitu"


"Kami tunggu di sini ya"


"Cepat keluar kalau sudah selesai, kami menunggu mu disini ya?" ucap berta tersenyum senang.

__ADS_1


"ya ya ya" jawab agnes


Agnes segera masuk dan mengetuk pintu ruangan dokter Dio.


"Dokter Dio, bolehkah saya masuk?"


"Saya hendak menyerahkan berkas atas perintah direktur rumah sakit" ucap agnes


Dio yang saat itu sedang memeriksa Aimi mulai menutup perut Aimi yang terbuka lebar dan memakaikan baju Aimi.


Setelah semua tubuh Aimi tertutup, Dio langsung menjawab panggilan agnez


"Ya, masuklah" jawab Dio pendek


Agnes pun segera masuk ke dalam ruangan Dio, dan melihat sosok wanita cantik tidur di tempat pemeriksaan Dio.


"Ini pak" pinta agnes sambil menyerahkan berkas pada Dio.


Dio pun segera menandatangani berkas itum Saat menandatangani berkas, Aimi mulai merintih kesakitan lagi


"Dio, apa sudah selesai tandatangannya"


"perutku sakit lagi" ucap Aimi merintih kesakitan


"Sebentar kakak"


"Lima menit lagi, aku akan melakukan tindakan pada kakak"


"Oh ya agnes sekalian kau panggilkan Berta dan Rina ya?"


"Aku butuh mereka sebagai asisten sebentar lagi" ujar Dio sambil melirik ke arah agnes.


Tampaknya Dio menyadari jika gelagat nya jadi bahan perbincangan para perawat dan bidan yang ada di luar ruangannya.


"Baiklah Dokter" jawab agnes


"Setelah berkata demikian, Agnes segera keluar ruangan dan memanggil Rina dan berta yang sudah menunggu kabar darinya


"Eh, gimana gimana?"


"Sepertinya dia kakak nya Dokter Dio"


"Dokter Dio memanggil nya dengan sebutan kakak"


"Wajahnya cantik sih"


"Dan sepertinya lebih tua dari Dokter Dio" ucap Agnes memberi tahu sesuai dengan apa yang dilihat dan di dengar nya baru saja.


"Ohhh"


"Kirain" jawab Rina sedikit lega


"Kenapa Rina?"


"Kau takut dokter Dio direbut wanita lain?"


"Bukankah Dokter Dio sudah punya calon tunangan?" ucap Agnes meledek Rina


"Yah, bukannya begitu"


"Tunangan kan belum tentu nikah?"


"Sebelum janur kuning melengkung, dokter Dio adalah milik bersama" ucap Rina sambil tertawa


"Dasar Rina" ucap agnes


"Oh ya, kalian dipanggil oleh dokter Dio"


"Dia meminta kalian jadi asistennya"


"Sepertinya dokter Dio akan melakukan tindakan pada kakaknya itu" ujar agnes


Setelah menyampaikan pesan dari Dio, agnes segera pergi ke kantor direktur untuk menyerahkan berkas yang sudah ditandatangani oleh Dio.


"Yah, kan?"


"Dokter Dio pasti selalu memakai kita" ujar Berta pada Rina

__ADS_1


"Yaudah lah, ayo kita menuju ke ruangan dokter Dio" ajak Rina pada Berta


Saat beberapa perawat dan


"


"Kak, sejak kapan kau merasakan sakit saat menstruasi?" tanya Dio setelah memeriksa Aimi


Tampaknya Dio sudah tau sakit apa yang diderita Aimi


"Kenapa Dio?" tanya Aimi penasaran


"Baru dua minggu ini aku merasakan sakit"


"Jujur Dio, suamiku sangat aneh"


"Dia selalu memaksa ku untuk melayaninya walau kondisiku seperti ini" ucap Aimi sambil menahan sakit


"Kak, tega sekali mas Beni?"


"Kakak tahu kakak sakit apa?"


"Kakak sekaranf keguguran"


"Kakak gak tau kalau kakak ini sedang hamil dua bulan?"


"Tapi sekarang janin itu sudah meninggal di dalam"


"Makanya kakak terus saja mengalami perdarahan dan tidak selesai" ucap Dio dengan muka geram.


"Hah, aku hamil"


"Aku gak mau hamil"


"Aku gak mau mengandung anak dari mas Beni"


"Dia jahat sekarang"


"Dio, aku ingin cerai"


"Apakah kau bisa membantuku?" tanya Aimi pada Dio


"Kak Aimi, sekarang, aku akan membantu kakak membersihkan sisa janin yang ada di rahim kakak"


"Kak Aimi harus rawat inap di rumah sakit ini"


"Gimana kak?" tanya Dio berusaha meyakinkan Aimi


"Dio, aku takut mas Beni kesini"


"Dia akan melihat kamu"


"Aku gak mau mas Beni menghajarmu nanti" ucap Aimi sambil menangis


"Kak ,Aimi"


"Tenanglah"


"Aku berusaha profesional"


"Nanti, kamu bilang saja periksa di rumah sakit ini dan kebetulan bertemu dengan ku"


"Gimana kak?"


"Kak Aimi harus segera mengambil keputusan"


"Aku dan asisten ku akan melakukan tindakan sekarang juga"


"Agar tak ada gosip, kak Aimi bilang udah anggap aku adik sendiri nanti" ucap Dio memberi saran


"Baiklah Dio"


"Lakukan sesukamu".


"Aku udah nyerah sekarang" ucap Aimi


Dio pun segera keluar ruangan, dan memanggil asisten nya

__ADS_1


__ADS_2