
Sikap Dio pada Aimi yang sanga akrab tampaknya membuat Indah curiga. Selain Indah, Beni juga curiga sama persis dengan Indah.
Namun kecurigaan itu berlalu begitu saja tanpa adanya bukti yang kuat. Mereka berempat pun telah pulang ke rumah masing-masing dan menjalankan aktivitas mereka setelah sekian lama berlibur di Bali.
Suatu hari, saat Aimi pergi ke butik, ada sebuah mobil yang mengintai nya. Aimi ternyata tak tahu jika dirinya sedang diintai oleh seseorang.
Orang itu berkacamata hitam dan memakai masker. Nomor mobil nya juga tertutup sehingga identitas orang itu tak bisa diketahui...
Saat itu Aimi tak sadar jika dirinya sedang diincar oleh seseorang. Aimi asyik saja bersenda gurau dengan karyawan nya di butik sambil menerima tamu yang datang ke butik nya.
Terlihat pria itu sedang menelepon seseorang
"Halo, aku sudah berada di lokasi"
"Dia sekarang berada di butik" ucap lelaki itu.
Rupanya lelaki itu sedang menelepon seorang wanita yang suara nya tak asing di dengar
Mereka ternyata adalah Hendra dan Sita. Saat berada di Bali, Sita telah menelepon Hendra untuk mengutit Aimi dari belakang.
Tujuan nya hanya satu yaitu ingin melenyapkan Aimi dari Beni, sehingga Sita bisa dengan mudah mendapatkan Beni.
Waktu terus berlalu dan suasana sudah menjelang malam. Aimi tampak nya telah bersiap pulang meninggalkan butik nya. Butik yang selama ini membesarkan namanya.
Hendra segera bergerak mendekati Aimi yang saat itu hendak mengendarai mobil nya.
Tanpa diketahui oleh Aimi, Hendra dengan cepat membekap tubuh Aimi hingga Aimi berteriak keras.
"Tolong..."
"Lepaskan aku" pinta Aimi meronta kesakitan.
Namun, Hendra tak menggubris permintaan tolong dari Aimi.
Hendra tetap saja mendekap tubuh Aimi dengan sangat kuat. Hingga akhirnya Aimi pingsan.
Tubuh Aimi dibawa Hendra ke tempat yang jauh hingga tak diketahui keberadaannya. Ponsel Aimi juga di sita oleh Hendra agar tak bisa dilacak oleh siapapun. Aimi hilang ditelan bumi
Hilangnya Aimi mulai tersebar di seluruh wilayah kota baru. Nama Aimi yang cukup dikenal sebagai desainer ternama di kota baru membuat dirinya banyak dicari orang.
Banyak yang merasa kehilangan atas kepergiannya, namun tak sedikit juga yang senang dengan hal ini karena tak ada saingan lagi bagi mereka.
Yang merasa sangat kehilangan tentunya keluarga Aimi termasuk Beni dan Dio. Mereka berdua berusaha mencari keberadaan Aimi dengan cara mereka.
"Dimana kamu kak?"
"Mengapa kamu tega meninggalkan ku?" gumam Dio dalam hati.
Sementara itu, Beni berusaha mencari Aimi menggunakan bukti cctv yang ada di butik Aimi. Terlihat bahwa Aimi telah diculik oleh seorang lelaki tak dikenal. Nomor mobil penculik juga tak terlihat.
"Dasar"
__ADS_1
"Awas saja kalau ketemu siapa dalang penculik istriku"
"Aku akan menjebloskan dia ke penjara tanpa ampun" gumam Beni dalam hati
Waktu terus berlalu namun Aimi tak juga ditemukan.
Seminggu telah berlalu, pertunangan Dio dan Indah rupanya tetap digelar dengan meriah. Dio seakan menyerah karena Aimi tak kunjung ada. Pikirannya sudah tak bergairah waktu itu.
"Dio, ayo senyum" ucap Indah saat fotografer mulai mempersiapkan kameranya
Dio akhirnya tersenyum seperti biasa layaknya orang yang lagi berbahagia karena pertunangan dengan pasangan yang dicintai nya.
Seluruh karyawan rumah sakit tempat Dio bekerja pun diundang baik agnes maupun asisten nya yang kepo dengan kehidupan pribadi Dio
"Selamat pak Dio"
"Pak Dio telah bertunangan dengan Indah"
"Semoga pertunangan nya langgeng sampai ke jenjang pernikahan" ujar seluruh undangan yang hadir.
Walaupun mendoakan yang baik-baik, tak sedikit orang yang iri dengan keberhasilan Indah karena telah berhasil merebut hati seorang dokter tampan dan baik hati seperti Dio.
Mereka semua tak tahu jika Indah hanyalah pelampiasan Dio. Cinta Dio telah direnggut oleh Aimi, sosok wanita yang lebih tua 4 tahun darinya.
Sementara itu, Beni yang juga suami Aimi tampaknya datang ke acara pertunangan Dio dan Indah.
"Selamat Dio, kau sudah mengundangku kemari" ucap Beni pada Dio
"Bagaimana perkembangan kak Aimi?"
"Apa sudah ditemukan?" tanya Dio penasaran
Beni menghela nafas panjang ketika mendengar pertanyaan Dio yang mengingatkannya dengan istrinya itu.
"Aku belum mendapatkan bukti dimana Aimi berada"
"Doakan saja Dio, yang terbaik untuk Aimi" ucap Beni sambil memandang jauh ke arah yang berbeda.
Tampaknya, raut wajah kesedihan ada di dalam wajah Beni yang tampan itu. Walaupun usianya tak muda lagi, namun Beni terlihat seperti seorang pria yang berusia 35 tahun.
Di sudut ruangan, tampak Sita yang sejak Aimi menghilang, dirinya selalu menemani Beni kemanapun Beni pergi, termasuk datang ke acara pernikahan Dio.
"Mas Beni, kau mengajak siapa?" tanya Dio penasaran
Dalam hati Dio, dirinya sangat tidak senang melihat sosok wanita yang berani merebut Beni dari Aimi walaupun dirinya juga sebenarnya cinta pada Aimi.
"Oh, itu"
"Namanya Sita"
"Aku memang mengajak nya kemari sekalian pulang kantor" ucap Beni santai
__ADS_1
"Sita kesini" panggil Beni pada Sita sambil melambaikan tangannya.
Dengan tersenyum, Sita menanggapi panggilan Beni
"Ya mas Beni?"
"Ada apa?" tanya Sita pada Beni
"Ini, aku kenalkan dengan calon pengantin,"
"Sejak tadi kau di pojok ruangan saja, tak memberi selamat pada pasangan ini" ujar Beni pada Sita
"Oh ya mas Beni"
"Maaf, aku hanya tidak ingin mengganggu acara kalian"
"Aku kan hanya menemani mas Beni agar tidak sendirian saja" ujar Sita tersenyum manis.
"Oh ya gak apa apa"
"Kalau begitu, aku pulanh dulu ya Dio?"
"Sekali lagi, selamat atas acara pertunangan kalian berdua" ujar Beni.
Dio menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Beni dan Sita.
Tanpa menunggu lama, Beni dan Sita pergi dari tempat dimana Dio dan Indah bertunangan.
Dalam mobil, Beni diam tak berkata apapun pada Sita.
"Mas Beni, kenapa mas Beni diam saja?" tanya Sita berusaha membuyarkan lamunan Beni
"Sita, kau tau sendiri aku kehilangan istriku"
"Dia diculik seseorang tak dikenal"
"Aku harus terus mencarinya sampai ketemu Sita" ujar Beni dengan nada kesal.
"Mas Beni, aku akan berusaha membantu mas Beni dalam mencari Aimi"
"Tenanglah mas" ujar Sita mencoba menenagkan Beni
"Ya Sita"
"Makasih sebelum nya" jawab Beni
Setelah Aimi hilang, Beni terlihat akrab lagi dengan Sita. Beni menceritakan keluh kesah nya pada Sita. Memang sebelum kenal dengan Aimi, Sita lah tempat keluh kesahnya selama ini dan hal ini mulai terulang lagi saat Aimi tak ada di samping nya lagi.
"Sita, aku akan mengantar mu pulang saja"
"Hari ini, aku akan menemui pak Rudi lagi"
__ADS_1
"Sepertinya, hanya dia yang bisa membantuku mencari Aimi" ujar Beni pada Sita