Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Semakin panas


__ADS_3

Aimi mulai membuka matanya. Terlihat Beni dengan nafsunya yang terus membabi buta.


"Mas, kenapa dengan kamu?" tanya Aimi terkejut. Saat itu Aimi baru saja terbangun dari tidur nya yang hanya sebentar.


"Kau masih berhubungan dengan Dio?" tanya Beni ketus


"Ehm..tidak" jawab Aimi berbohong


Beni semakin naik darah mendengar penuturan Aimi. Sambil memberitahu ponsel milik Aimi, Beni memberi tahu Aimi jika Dio telah menghubungi nya sebanyak dua kali.


"Lihatlah ini, daftar panggilan nya" Awas kalau kau macam-macam, aku tak segan-segan menyiksamu" ujar Beni ketus


"Mas Beni, sikap kasarmu itu, membuat aku bosan sama kamu" ucap Aimi dengan nada keras


"Loh, beraninya kamu membantak ku Aimi?" Bosan katamu?" Oh tidak" Kau tak boleh bosan kepadaku" ucap Beni dengan nada suara berapi-api.

__ADS_1


"Yah, Bosan sama kamu mas" Jika kau terus saja seperti ini aku akan benar-benar selingkuh dengan Dio" tiba-tiba ucapan itu terlontar di bibir Aimi secara tak sengaja. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Aimi terdiam seribu bahasa. Begitu juga dengan Beni.


Walau diam, tangan Beni mulai mengepal hingga akhirnya Pipi Aimi yang mulus dipukul nya dengan membabi buta. Aimi meronta kesakitan


"Mas, sakit mas, aku gak kuat kau perlakukan seperti ini" ucap Aimi menangis.


Nafas Beni naik turun karena marah mendengar ucapan Aimi yang begitu menyiksa hatinya. Beni mulai memegang dadanya karena rasa sakit akibat perkataan Aimi sangat menusuk jantung nya.


Sambil menjambak rambut Aimi hingga acak-acakan, air mata Beni terjatuh secara tak sengaja.


Beni pun berkata


Beni tak kuasa menahan hasrat nya yang masih belum mereda. Melihat Aimi kesakitan dan menangis, Beni mulai bergairah lagi pada Aimi.


"Jangan menangis di depan ku Aimi, aku tak bisa mengontrol permainan ranjang ku jika kau menangis di depan ku" ucap Beni sambil mencium bagian sensitif milik Aimi.

__ADS_1


Beni mulai meluapkannya dengan membuka sen ja ta nya kembali. Sen ja ta itu mulai menegang dan seperti nya siap untuk dipakai nya lagi.


"Mas, apa pelayanan ku kepadamu masih kurang?" tanya Aimi pada Beni


"Aimi, aku tak ingin kau tidur dengan lelaki lain selain aku" Maka dari itu, aku akan meng ga u li kamu semampuku" ujar Beni sambil menahan hasrat yang mulai menggebu-gebu.


Nafas Beni naik turun, secara tak sengaja Beni mulai merobek baju Aimi hingga tak tersisa lagi. Kali ini Beni melakukan nya dengan melakukan pe ma na san terlebih dahulu.


Beni memegang bagian gunung kembar milik Aimi. Sebuah gunung yang masih sangat kenyal dan cukup membuat naik jika tersentuh. Bagian itu di sentuh oleh Beni menggunakan lidah nya hingga membuat Rongga bagian bawah Aimi menjadi basah.


Saat memegang rongga itu, Beni merasakan sesuatu yang sangat indah dalam imajinasi nya. Dan saat itu juga, Beni mulai menancapkan se ja ta nya yang mulai menegang.


Sen ja ta Beni yang besar itu mulai mengikuti ritme maju mundur teratur dan Aimi men de sah tak karuan.


"Aimi, pun merubah posisi nya hingga membuat Beni makin tak bisa mengontrol dirinya. Aimi mulai membalikkan tubuh nya dan Rimte yang dilakukan nya makin cepat. Kali ini Aimi berusaha menguasai permainan.

__ADS_1


Se ja ta nya Beni semakin tegang saja karena sentuhan rongga Aimi rupanya menyentuh titik sensitif milik nya, hingga tanpa terkontrol keluarlah cairan kehangatan dari dalam tubuh Beni.


"Akzzzz" Beni mengeluarkan nya dengan e ra ngan yang sedikit keras dan wajah Beni memerah hingga akhirnya luapan keinginan Beni telah tersalurkan ke dalam tubuh Aimi.


__ADS_2