Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
kehangatan


__ADS_3

"Dio, aku hanya tanya saja"


"Mengapa kau tiba-tiba marah sih" ucap Indah mencoba membela diri


"Ya Indah"


"Aku tak suka jika kau selalu membahas sikapku"


"Bukankah sudah tahu jika aku tak suka wanita cerewet?" kata Dio


"Ya Dio, sudahlah"


"Aku tahu aku salah"


"Sekarang, dan seterusnya aku tak kan bertanya lagi" ujar Indah mengakhiri pembicaraan


"Ya, lebih baik begitu Indah" Dio tetap saja menjawab setiap ucapan Indah dan jawaban Dio seakan tak mau kalah.


Indah sangat kesal mendengar jawaban Dio yang selalu membantah setiap dirinya berpendapat. Untuk menghilangkan rasa suntuk nya, Indah pergi ke kamar Mandi hotel untuk membersihkan tubuhnya.


Melihat Indah pergi mandi, Dio keluar hotel untuk menghilangkan rasa suntuk nya itu.


Kebetulan, suasana di luar hotel sangat indah membuat Dio sedikit merasa tenang. Tanpa sengaja, Aimi yang berada di dekat kamar nya juga keluar menikmati udara segar.


Dengan tatapan penuh suka, Dio menyapa Aimi


"Kak, kebetulan kakak di luar juga"


"Mana mas Beni?" tanya Dio penasaran


"Oh mas Beni"


"Dia lagi tiduran di kamar Dio"


"Aku suntuk, jadi aku keluar kamar mencari udara segar" ucap Aimi sambil tersenyum


Mereka terdiam cukup lama. Aimi dan Dio tampak canggung dan tak punya bahan untuk memulai kata lagi.


Hingga beberapa menit kemudian, Aimi mulai berani berkata


"Dio, ayo kalau kita keluar bareng?"


"Mumpung pasangan kita lagi di dalam kamar" ujar Aimi sambil menunjukkan senyum manisnya


"Oh ya kak"


"Ayo kalau gitu"


"Aku ingin melihat pemandangan di luar hotel" ucap Dio bersemangat

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun pergi meninggalkan kamar hotel dengan diam-diam.


Berbekal pakaian yang dipakai dan sedikit uang di saku, Dio dan Aimi pergi ke suatu tempat dimana disitu mereka bisa melihat pemandangan alam dengan sangat jelas


Di perjalanan, Dio memberikan idenya pada Aimi


"Kak, gimana kalau kita berenang?"


"Lama sekali aku gak olahraga renang"


"Mungkin hal itu bisa menghilangkan keruwetan kita" ujar Dio pada Aimi


"Bagus juga idemu dio"


"Ayo kita jalan sebentar" ucap Aimi pada Dio


Mereka berdua segera pergi ke tempat renang. Sebelumnya, Aimi dan Dio beli pakaian renang di toko yang mereka lewati.


Mereka lari sejenak dari pasangan mereka saat itu.


Sementara itu, Beni masih tidur di hotel. Wajah nya terlihat lelah karena sebelum ambil cuti, Beni sudah menggantinya dengan kerja lembur di rumah sakitnya.


Walaupun Beni adalah pemilik rumah sakit putra bangsa, dan dia bisa saja masuk ataupun tidak dengan seenaknya, namun Beni tetap bekerja secara profesional sehingga karyawannya senang kepadanya.


Pasien Beni juga banyak, sehingga jika Beni tak masuk sehari saja, sudah banyak daftar antrian di dalam buku register hariannya


Di luar, Dio dan Aimi mulai bercanda ria. Mereka memakai masker untuk meminimalisir orang lain mengetahui mereka.


Hingga pada akhirnya, sampailah Dio dan Aimi di hotel sebelah, dimana di sana terdapat kolam renang yang akan Dio dan Aimi gunakan.


Dio mulai memesan kamar hotel khusus untuk mereka berdua.


"Kak, kita pesan satu kamar aja ya?" tanya Dio pada Aimi


"Ya dio, terserah kamu sajalah"


"Kita mau di sini berapa jam?"


"Tenang kak"


"Kita kembali setelah pasangan kita mencari kita" ujar Dio


"Ah, kau nih Dio"


"Pokoknya, kita sebentar saja ya?"


"Aku takut mas Beni marah" ujar Aimi pada Dio


"Kamu tahu kan ,bagaimana kalau mas Beni marah"

__ADS_1


"Aku gak mau remuk untuk kedua kalinya" ucap Aimi pada Dio


"Kak,"


"Mas Beni tak akan menyakiti mu lagi"


"Aku akan melindungimu" ujar Dio


Tatapannya kali ini sangat sendu. Seperti tatapan seorang pria pada kekasihnya


"Dio, jangan bicara ngelantur kamu " ujar Aimi membuyarkan lamunan Dio


"Kak, aku nggak ngelantur kok"


"Aku serius" ujar Dio pada Aimi


"Ya sudahlah"


"Kita udah sampai nih"


"Ayo kita renang Dio" ujar Aimi pada Dio


Akhirnya Dio dan Aimi mulai menuju ke sebuah kolam yang ada di hotel itu.


Aimi mulai memakai baju renang yang seksi. Paha mulus Aimi terlihat jelas dan hal itu membuat hati Dio meleleh dibuatnya.


"Padahal, kak Aimi sudah pernah melahirkan"


"Mengapa perutnya tetap bagus" gumam Dio dalam hati


Pikiran nakal Dip mulai ada. Mereka pun berenang dan main kejar-kejaran layaknya anak kecil yang sedang berpacaran


Di kolam renang, Saat Dio dan Aimi berdekatan, tangan Dio mulai menggenggam erat tangan Aimi yang halus. Satu kecupan hangat langsung mendarat di bibir Aimi yang masih merah dan basah


"Kak, aku sudah menyerahkan perjakaku padamu kak"


"Bibir ini milikmu" ucap Dio pada Aimi


"Dio, lepaskan Dio"


"Kalau ada orang lihat gimana?" ucap Aimi sembari menikmati kecupan hangat Dio yang makin menggila


"Biarlah kak"


"Aku sudah tak bisa menahan hasrat ku kak" ucap Dio


Di kolam itu, akhirnya kedua bibir bertemu. Walau hanya kecupan bibir tapi bagi Dio, itu adalah segalanya karena selama bersama Indah dia tak pernah memberikan bibirnya sama sekali.


..."Kak, sampai kapanpun kurasa aku tak bisa bergairah jika tak bersamamu" ucap Dio pelan...

__ADS_1


__ADS_2