
Pesta yang dijalani Aldi bersama teman-temannya terbilang cukup meriah. Anton yang sudah merasa kenyang mulai duduk santai di sofa Aldi, sesekali dia melihat kemolekan tubuh Mery dan Ani yang saat itu berada di sampingnya.
"Hei, Aldi"
"Mengapa kau duduk berjauhan terus dengan pacar kamu?"
"Tuh lihat"
"Dia sangat canggung dengan sikap mu" ujar Anton sambil melihat Aimi yang masih saja duduk manis di pojok ruangan.
"Ehm, yah"
"Kau tak perlu mencampuri hubungan ku dengan dia"
"Sekarang, aku ingin minum" ujar Aldi sambil membuka botol bir yang sejak tadi sudah dipersiapkan oleh Anton.
"Yah, kau kalau diajak bicara selalu saja mengalihkan pembicaraa " ujar Anton sedikit kesal.
Aldi pun mulai menuangkan minuman itu dan sedikit demi sedikit meminum nya
"Hem, segar rasanya" gumam Aldi sedikit lega.
"Aimi, kau tak mau mencoba minuman ini?" tanya Aldi sambil menarik tangan Aimi agar Aimi berada di dekatnya.
"Ehm, tidak"
"Aku tak biasa meminum minumam yang memabukkan"
__ADS_1
"Kau saja" ujar Aimi sedikit takut
"Ah, kau ini"
"Coba, sedikit saja Aimi"
"Minuman ini tak kan membunuhmu" ujar Aldi sambil tertawa disusul Anton, mery dan Any.
"Ya sudah, aku ajari cara meminumnya" ujar Anton sambil menuangkan minuman itu di gelasnya.
Anton akhirnya juga ikut minum, diikuti oleh mery dan Any.
"Wah, rugi sekali jika kau tak ikut minum bersama kali" ujar Any kepada Aimi
Karena tak sabar melihat tingkah Aimi yang tetap saja menolak untuk minum bersamanya, Aldi pun segera menarik tubuh Aimi dan meletakkan minuman itu tepat di bibir Aimi.
"Ayo coba Aimi, aku paksa ya?"
Karena tak ingin Aldi kecewa, Aimi pun segera meminum minuman yang ditawarkan Aldi kepadanya.
Satu teguk minuman itu membuat Aimi merasakan minuman itu sedikit pahit
"Ah, minuman ini sangat tidak enak"
"Mengapa kalian suka?" ujar Aimi kesal
"Ha ha ha"
__ADS_1
"Aimi"
"Kau belum merasakan enak nya sih" ujar Anton sambil menuangkan satu cangkir lagi untuk Aimi.
"Cobalah terus, ntar kamu juga akan ketagihan untuk meminumnya" ucap Anton tersenyum.
Aimi pun akhirnya ikut mencoba minuman itu hingga akhirnya dirinya mulai merasakan sedikit rileks.
"Gimana?"
"Enak kan?" tanya Aldi sambil memeluk Aimi
Aimi mulai sedikit mabuk waktu itu sehingga pelukan Aldi tak membuatnya risih. Dirinya seakan tak sadar jika Aldi memeluknya terlalu lama.
Sementara itu, Anton mery dan Any mulai pergi meninggalkan Aldi dan Aimi. mereka bertiga menuju ke kamar yang biasanya mereka tidur di rumah Aldi.
"Yah, teruskan saja"
"Aku ngantuk nih" ujar Anton sambil memeluk any dan mery.
Hanya tinggal Aldi dan Aimi yang berada di ruang tamu itu. Aimi mulai sedikit sempoyongan dalam berjalan. Berbeda dengan Aldi yang sedikit bisa menguasai tubuhnya karena Aldi memang terbiasa minum bersama teman-temannya.
"Tuan Aldi, aku pusing" ucap Aimi sambil memegang kepalanya
"Ya, ayo aku antar ke kamarmu" ucap Aldi sambil membopong tubuh Aimi yang saat itu sedang mabuk berat.
Aimi dan Aldi pun pergi menuju ke kamar Aimi yang letaknya agak jauh dari ruang tamu.
__ADS_1
Sesampai di dalam kamar, Aimi merasakan ingin muntah karena terlalu banyak minuman bir yang masuk ke dalam tubuhnya
"Hoek" Aimi pun muntah dan mengenai baju Aldi