Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Tempat asing 2


__ADS_3

"Ya, aku minta ruangan vip"


"Lalu siapkan minuman untukku"


"Sudah lama aku tak pernah menikmati klub ini" ucap Beni


Hana segera pergi meninggalkan Beni dan mempersiapkan semua keperluan Beni.


Kamar vip juga sudah disediakan oleh Hana untuk Beni


"Ayo tuan Beni, masuklah"


"Di klub ini sudah disediakan bir yang paling enak"


"Tuan Beni bisa menikmati menu makanan yang diinginkan" ucap Hana sambil mempromosikan semua menu yang ada di klub itu...


Beni langsung masuk ke sebuah ruangan khusus dimana para tamu vip berada di sana.


Sementara itu diluar sana, tampak Sita mulai memperhatikan Beni.

__ADS_1


"Aku tak boleh ketinggalan"


"Aku harus mengikuti kemana mas Beni pergi" ucap Sita sambil berlari menuju ke dalam club malam itu.


Sementara itu, di dalam ruangan terlihat sosok Beni sedang mendengar alunan musik yang dinyanyikan oleh Hana. Dirinya sejenak bisa melupakan rumitnya kehidupan dunia yang berat untuk dia jalani sendiran. Setelah kepergian Aimi, Beni seperti kehilangan arah dan tak punya semangat hidup. Untungnya Hana bisa menghibur Beni malam itu. Hana merupakan wanita penghibur senior yang ada di klub itu. Usianya sekitar 33 tahun dan usia itu merupakan usia paling tua jika dibandingkan dengan rekan kerjanya yang lain.


Walau tertua, Hana masih mempunyai banyak pelanggan. Kebanyakan pelanggan Hana adalah lelaki kesepian yang tak butuh lendir basah. Tapi mereka hanya butuh curhat saja seperti sosok Beni


Di luar ruangan, tampak Sita mengintip Beni dan Hana yang saat itu berada di dalam ruangan khusus.


"Wah, sedang apa mas Beni di dalam?"


"Dasar mas Beni masih gatal saja"


"Aimi tidak ada di samping nya, dia malah keenakan bersama pelacur murahan yang tak punya harga diri" gumam Sita kesal.


Di tempat lain yaitu di negara korea


Aimi berjalan tertatih di pinggir jalan. Negara itu sangat asing bagi Aimi. Warga nya juga berjalan sendiri-sendiri tanpa memperdulikan Aimi yang saat itu sedang berjalan sendirian tak tentu arah.

__ADS_1


Sesekali, Aimi memperhatikan orang yang sedang berlalu lalang di tempat itu siapa tahu dirinya bisa bertemu dengan orang Indonesia juga.


Jika bisa bertemu orang yang satu negara dengannya, paling tidak Aimi bisa memberi tahu mereka dan meminjamkan ponsel untuk nya.


Tampaknya, Aimi masih saja belum menemukan orang yang berbaik hati membantunya. Hingga pada akhirnya Aimi berada di pinggir toko makanan.


Dengan melihat uang yang ada di tangannya, Aimi melangkah pergi ke sebuah toko makanan di pusat kota itu.


Dengan kemampuan berbahasa inggris yang pas-pasan, Aimi masih bisa berinteraksi dengan pegawai toko dan membeli bahan makanan di toko itu.


Sampai pada akhirnya suasana berubah menjadi malam hari, dan Aimi masih belum juga menemukan orang yang berbaik hati membantunya.


Cuaca di korea sangat dingin dan hal itu membuat Aimi tak tahan lagi. Jaket yang dipakai nya tak bisa membuatnya hangat.


Tiba-tiba saja, hujan salju turun. Suatu hal yang belum pernah dialami oleh sosok Aimi. Cuaca saat malam hari juga sangat dingin. Tak ada seorang pun yang peduli dengan keberadaannya di sana.


"Apakah aku akan mati disini?"


"Aku tak punya siapa-siapa di sini" gumam Aimi sambil terus bertahan dengan cuaca dingin yang menimpanya..

__ADS_1


__ADS_2