Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Kegelisahan Dio


__ADS_3

"Dio, sudahlah"


"Semua sudah takdir ku Dio" jawab Aimi pendek.


Sambil melihat ke atas dindinv ruangan nya, Aimi menarik nafas dalam


"Kak, kalau saja kita pergi bersama saat itu"


"Kalau saja kakak menolak lamaran Beni"


"Kalau saja kakak bersamaku"


"Semua ini tak akan terjadi kak" kata Dio


Rasa tak terima Dio akan kelakuan Beni kepada Aimi membuat hatinya makin tak karuan.


Pertemuan nya dengan Aimi di butik membuat hatinya makin dibuat bimbang akan pilihannya


Memilih Indah dan pergi dari Aimi, atau melindungi Aimi karena ciuman bibir pertama Dio di masa lampau telah di renggut oleh Aimi.


Bagi Dio, itu adalah keperjakaan nya walaupun hanya bibir saja.


"Kak, aku siap membantumu, dan aku tak akan pernah meninggalkan mu lagi" Dio berkata dengan penuh kerelaan.


Aimi memandang Dio dengan perasaan senang bercampur sedih. Senang karena ada sosok pria yang rela menerima dia apa adanya dan siap menjaganya, sedih karena posisi nya dan posisi Dio telah berbeda jarak. Dio mempunyai tunangan, sedangkan Aimi mempunyai suami.


Setelah pertemuan itu, Dio tak pernah bisa tidur begitu juga dengan Aimi. Rasa sesak di dada menyelimuti dada mereka masing-masing.


Benih cinta yang dulu kandas, mulai tumbuh subur lagi setelah disiram.


Seminggu kemudian di rumah sakit mitra medika


Hari ini adalah hari pertama Dio bekerja. dirinya sudah mempersiapkan diri sejak subuh tadi, mulai dari baju seragam dinas, sepatu hitam, lengkap dengan kacamata milik nya.


Jas dokter mulai dipakai dan hal itu menambah ketampanan Dio.


"Ibu, aku ijin berangkat kerja dulu ya?" Dio bersalaman dengan ibunya yang saat itu sedang duduk di teras


"Ya Dio, hati-hati di jalan ya?"


"Apa kamu sudah memberi kabar pada Indah kalau kau mulai kerja hari ini?" tanya ibu Dio


"Oh belum bu"


"Sebentar lagi, aku akan memberi kabar pada Indah" ucap Dio sambil tersenyum manja.


"Baiklah nak"


"Jaga diri baik-baik"


"Sebentar lagi kamu akan bertunangan, pasti banyak godaan di tempat kerja kamu nanti" ucap ibu Dio memberi masukan


"Iya bu, tenang saja"


"Dio akan jaga diri baik-baik" ucap Dio


Dio pun berangkat ke rumah sakit mitra medika, dimana dirinya diterima kerja untuk pertama kalinya


Sesampai di rumah sakit mitra medika, banyak mata memandang ketampanan Dio yang paripurna. Usia nya yang masih tergolong muda yaitu 28 tahun dan sudah menjadi dokter spesialis obgyn membuat banyak wanita terutama perawat dan bidan menjadi suka kepadanya.

__ADS_1


"Dokter Dio, selamat pagi"


"Ini jadwal operasi yang akan dokter lakukan" ucap salah satu perawat cantik yang ada di depannya


Perawat cantik itu bernama Agnes, usia 24 tahun dan masih lajang.


Dio langsung menerima jadwal itu dan membacanya pelan-pelan.


"Oh ya terimakasih" jawab Dio pendek


Agnes bengong mendengar jawaban Dio yang sangat pendek"


Dokter Dio tak seperti dokter lain yang suka berlama-lama denganku"


"Aku jadi penasaran secantik apa sih pacarnya?" gumam agnes dalam hati


Dio akhirnya mulai memperhatikan agnes karena sejak tadi agnes tetap berdiri mematung di depannya


"Kenapa kamu bengong?"


"Urusan mu dengan ku sudah kan?"


"Cepat pergi dari sini, aku gak ada waktu buat berbincang lebih lama" ucap Dio ketus.


"Baik dokter" jawab agnes


Agnes langsung balik kanan dan pergi meninggalkan ruangan Dio.


Semenjak sikap Dio terhadap agnes yang super dingin, tersiar kabar jika dokter Dio adalah dokter yang super cuek seantero rumah sakit mitra medika dan hal itu malah bikin penasaran seluruh karyawan di sana terutama agnes, karena agnes adalah orang pertama yang dimarahi oleh Dio hanya karena diam mematung di depan nya.


Dio mulai sedikit lega sejak kepergian agnes. Iseng-iseng Dio mulai membuka tas nya yang berisi ponsel dan peralatan pribadi lain.


"Masih lama"..


"Aku ingin chat dengan kak Aimi dulu deh" gumam Dio dalam hati.


Dibukanya ponsel milik nya dan terbuka pesan dari seseorang


"Hah, kak Aimi menghubungiku?"


"Ada apa ya?" gumam Dio sambil mencoba memanggil balik panggilan dari Aimi.


"Hallo kak, ada apa kamu menelepon ku?" tanya Dio penasaran


"Dio, nanti malam kamu bisa jalan bersamaku?"


"Kebetulan suamiku sedang ke luar kota dan aku ingin pergi ke rumah nenek ku"


"Lama aku tak kesana"


"Nenek ku sudah sangat tua dan dia butuh aku sekarang" ucap Aimi pada Aimi


"Oh, kerumah nenek kakak?"


"Dia masih sehat sekarang kak?"


"Aku kangen ama dia" ucap Dio sambil tersenyum senang.


"Iya, bisa ya?" tanya Aimi mencoba merayu Dio.

__ADS_1


"Ya kak, apa sih yang enggak buat kakak"


"Aku sekarang sudah kerja di rumah sakit mitra medika" ucap Dio menceritakan perihal tentangnya


"Apa Dio?"


"Kamu sudah bekerja?"


"Aku turut senang mendengarnya"


"Bukankah rumah sakit mitra medika dekat sekali dengan rumah sakit milik suamiku?" tanya Aimi penasaran


"Ya benar kak"


"Kalau kakak butuh aku, kakak bisa memanggil ku kapan saja" ucap Dio tersnyum senang.


Mereka berdua akhirnya teringat angan masing-masing di masa lalu ketika Aimi memberikan ciuman pada Dio dan Dio merasakan itu adalah ciuman pertama bago Dio selama hidup nya.


Flas back (ciuman pertama saat Aimi kos di rumah Dio)


Pagi jam 04.30 Aimi terbangun. Ternyata Aimi akan sholat subuh pagi ini.


Kebiasaan di rumah neneknya, dia bawa saat kos.


Segera Aimi ambil wudhu dan menjalankan rutinitas ibadah pada Tuhannya. Selesai melaksanakan ibadah Hp nya berbunyi, ternyata SMS dari Alex (suami pertama Aimi sebelum menikah dengam Beni)


"Aimi, aku pagi ini akan pergi ke kotamu".


"Tunggu aku ya, mungkin sore baru sampai".


Aimi segera membalas SMS yang dikirim oleh Alex tersebut.


"Oh ya kakak, nanti janjian di terminal ya, Aimi jemput deh" jawab Aimi.


"Oke Aimi"


Setelah mendapat kesepakatan yang jelas, mereka berdua mengakhiri pembicaraan dan sibuk dengan rutinitas masing masing.


Dalam hati kecil Aimi


"Kok keburu banget kak Alex datangnya sih, kenapa dia nekat datang, padahal sudah jauh tapi kok tetap saja nempel" gumam Aimi.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar Aimi.


"Tok tok tok".


"Ya tunggu sebentar" Ucap Aimi.


Aimi berlari dan segera membukakan pintu.


Ternyata Dio yang muncul dihadapan Aimi dan kali ini Dio terlihat lebih mempesona di mata Aimi.


Dalam hati kecil Aimi,


"Wah kok semakin lama Dio tambah ganteng ya"? Aimi bergumam sendiri dalam hati


Mata nakal Aimi mulai memperhatikan anak brondong itu.


"Dio ternyata kamu ya"? kata Aimi pada Dio

__ADS_1


__ADS_2