Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
pagi cerah


__ADS_3

Keesokan harinya, Sita dan Hendra mulai terbangun dari tidurnya.


"Sita, gimana rasanya bercinta dengan ku?"


"Apakah semua yang aku lakukan membuatmu nyaman?" tanya Hendra pada Sita


Sita mengangguk sambil tersenyum mendengar pertanyaan Hendra yang sedikit brutal itu.


"Sita, mengapa kau hanya mengangguk saja dan diam?"


"Aku hanya ingin mendengar suaramu pagi ini" ujar Hendra pada Sita


"Ya, hendra"


"Sudahlah"


"Kamu jangan terlalu cerewet"


"Aku mau pulang dulu ya?"


"Makasih kau sudah melayaniku malam ini"


"Ini ada uang untuk mu"


"Nanti, kalau benihmu sudah berhasil membuahi sel telur ku, kau akan aku beri lebih" ucap Sita memberikan janji manis pada Hendra.


"Benarkah Sita?"


"Aku tak terlalu meminta banyak padamu"


"Tidak perlu dibayar pun, aku akan bersedia dengan ikhlas melayani mu sampai pagi" ujar Hendra sambil menyentuh tangan Sita


"Wah, Hendra"


"Kau ini ada-ada saja"


"Hubungan kita hanyalah patner kerja"


"Tidak boleh lebih"


"Hilangkan semua ingatan mu yang tadi malam"

__ADS_1


"Hapus di memorimu"


"Aku ingin, kau merahasiakan hubungan ini pada siapapun"


"Termasuk pada anak kita nantinya" ucap Sita pada Hendra


"Hem, baiklah Sita"


"Aku akan merahasiakan nya demi kebahagiaan mu"


"Ya, bagus Hendra"


"Sekarang, terimalah uangku"


"Kau tak boleh menolaknya" ucap Sita sambil memberikan sebuah amplop yang berisi uang itu.


Hendra pun menerima uang itu dengan sedikit berat. Tak lama kemudian, Hendra mulai membuka amplop itu di depan Sita dan ternyata terlihat segepok uang kira-kira lebih dari sepuluh juta.


"Waw, banyak sekali Sita"


"Kau dapat uang dari mana?"


"Bukankah kau hanya karyawan biasa di rumah sakit nya Beni?" tanya Hendra penasaran


"Jangan tanya lagi dimana aku mendapatkan uang itu"


"Yang pasti, aku akan mempersiapkan semuanya demi ambisiku, yaitu mendapatkan Beni"


"Aku tak mau gagal lagi" ujar Sita pada Hendra


"Hem, baiklah Sita"


"Sebenarnya, aku tak ingin mencampuri urusan mu"


"Tapi, kalau boleh aku memberikan saran, lebih baik kau pikir-pikir dulu jika ingin menikah dengan Beni"


"Lihatlah dia"


"Beni, tak mencintai mu sama sekali"


"Mengapa kau mau memberikan hatimu untuk dia?".

__ADS_1


"Apakah mau tak ingin bahagia Sita?"


"Usia mu juga tak muda lagi" ujar Hendra mencoba menasehati Sita


Nafas sita naik turun mendengar ucapan Hendra yang seolah merendahkan nya.


"Hendra"


"Diamlah"


"Aku tak mau kau mencampuri urusanku"


"Kau tak perlu menasehatiku terlalu banyak"


"Aku sudah tahu konsekuensi yang harus aku terima jika nanti aku menikah dengan Beni" ucap Sita pada Hendra


Setelah berkata demikian, Sita langsung meninggalkan Hendra di hotel sendirian. Tinggal Hendra yang ada di dalam hotel itu dengan sejuta kenangan bercinta dengan Sita.


Uang segepok ada di tangan hendra dan hal itu membuat hati Hendra sedikit miris dan sekaligus senang.


"Ah, sudahlah"


"Persetan dengan Sita"


"Biarlah dia menikmati kesengsaraannya"


"Yang penting, aku dapat uang"


"Uang ini akan aku gunakan untuk senang-senang saja"


"Aku tak perlu memikirkan Sita lagi untuk saat ini" gumam Hendra dalam hati.


Hendra pun segera bersiap untuk meninggalkan hotel itu. sebelum meninggalkan hotel, Hendra melihat seprei hotel yang penuh dengan darah


"Hem, Sita benar-benar perawan"


"Aku tak habis pikir, dengannya"


"Mengapa dia senekat itu"


"Dibanding Beni, aku lebih gagah"

__ADS_1


"Aku juga lebih muda dari nya" gumam Hendra dalam hati


__ADS_2