
Aimi menggenggam erat tubuh Dio. Keringat Aimi mulai menetes. Dirinya ikut merasakan yang Dio rasakan.
Kenikmatan itu yang telah lama tak dirasakan oleh Aimi.
******* Aimi makin membuat Dio bergairah. Hingga akhirnya Dio mencapai puncak kenikmatannya kali ini
"Ah..." Aimi mendesah lirih diikuti oleh Dio
Segala hasrat Dio rupanya telah terlampiaskan kepada sosok wanita yang benar-benar dicintainya itu.
"Dio, apakah kau memasukkan nya ke dalam?" tanya Aimi pada Dio
"Iya kak"
"Aku tak bisa menahannya" ucap Dio merasa bersalah
"Aku takut jika nanti aku hamil Dio" ucap Aimi pada Dio
Dio menghela nafasnya dalam-dalam.
"Sudahlah kak"
"Aku akan bertanggung jawab kepadamu" ucap Dio pada Aimi
"Dio, bukankah kau sudah menikah dengan Indah?"
"Aku tak mau disebut pelakor"
"Biarlah kita melakukannya dengan sembunyi-sembunyi" ucap Aimi memberi Dio saran
"Tidak kak"
"Aku tidak suka sembunyi-sembunyi seperti ini"
"Aku ingin memiliki mu seutuhnya kak" ucap Dio pada Aimi
Aimi pun terdiam mendengar ucapan Dio
__ADS_1
Aimi terlihat lebih pasrah dari biasanya.
Setelah selesai meluapkan hasrat nya, tubuh Dio berbaring di atas tubuh Aimi. Nafas Dio mulai naik turun.
Sambil tersenyum, Dio membisikkan sesuatu di telinga Aimi
"Kak, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" ucap Dio pada Aimi
"Apa Dio?" tanya Aimi penasaran
"Kau yang telah meregut perjakaku kak" ucap Dio jujur
"Hah?"
"Benarkah kau masih perjaka Dio?" tanya Aimi tak percaya
"Benar kak"
"Aku belum tidur sama sekali dengan Indah"
"Aku tak ingin memberikan perjakaku kepada wanita lain, selain kakak"
"Kakak puas?" tanya Dio sambil mencubit pipi Aimi
Aimi hanya tersenyum mendengar ucapan Dio yang menyejukkan hatinya.
"Ya Dio"
"Terimakasih banyak ya?"
"Tapi, sebagai suami, kau harus memberikan nafkah batin pada Indah" ucap Aimi kemudian
"Kak, apakah kamu rela, aku tidur dengan Indah?" tanya Dio mencoba mencoba melihat respon cemburu dari Aimi
"Iya Dio"
"Aku rela, selama kau masih menjadi suami Indah"
__ADS_1
"Itu berbeda jika nantinya kau telah menikah dengan ku"
"Aku tak kan pernah membiarkan mu tidur dengan wanita lain selain aku" ucap Aimi
"Ya kak"
"Tapi, aku berusaha sebisa mungkin tak kan pernah melakukannya"
"Jika aku memang melakukan nya, berarti aku sedang dalam keadaan tidak sadar" ucap Dio pada Aimi
"Kakak tetap menerimaku nantinya jika aku juga pernah melakukan hal ini pada Indah?" tanya Dio penasaran
"Ya dio"
"Aku sudah menerimamu apa adanya"
"Sama seperti kak Alex, mantan suamiku"
"Aku menerima nya apa adanya, walaupun sebelum nya dia pernah bercinta dengan banyak wanita" ucap Aimi pada Dio
Mendengar jawaban dari Aimi, hati Dio sedikit lega karena Aimi adalah wanita sesuai dengan kriteria nya.
Sosok wanita yang tak pernah mengikat nya dan memberikan kebebasan kepadanya
Tak terasa, sudah jam 4 pagi, waktu korea. Dio dan Aimi segera membersihkan tubuh mereka karena mereka berdua akan kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
"Kak, bolehkah aku mengantar mu ke rumah Aldi?" tanya Dio pada Aimi
"Sudahlah Dio"
"Aku bisa jalan sendiri"
"Kau cepat pulang"
"Jangan sampai Indah marah kepadamu" ucap Aimi pada Dio
Mereka berdua pun pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing.
__ADS_1
Aimi pulang ke rumah Aldi, sedangkan Dio kembali ke sebuah hotel dimana dia menginap di sana bersama Indah