
Rupanya, Dio dengan sabar menunggu telepon balik dari Aimi, sosok wanita yang sebentar lagi dia dapatkan.
"Kak Aimi, sampai kapan aku selalu kau gantung?"
"Aku gak mau hidup berlama-lama dengan penuh kepalsuan" gumam Dio dalam hati
Mata Dio terus saja memandang ke segala arah. Tampak Indah duduk di ruang tamu. Tangan Indah asyik memencet ponsel miliknya, dan entah sedang berkirim pesan dengan siapa. Yang pasti, Dio tak peduli dengan hal itu.
Di tempat lain, yaitu di negara korea, Aimi dan Aldi rupanya telah selesai memasak.
Aldi mulai menghampiri Aimi dan berkata
"Aimi, sebentar lagi, teman-teman ku datang"
" Kau tidak mandi?" tanya Aldi sambil melihat Aimi yang masih memakai baju yang dipakai tadi sore.
"ehm, ya tuan Aldi"
"Kalau begitu, saya tinggal mandi dulu" jawab Aimi singkat
Tak menunggu waktu lama, Aimi segera pergi meninggalkan Aldi yang saat itu masih duduk di atas sofa.
Tangan Aldi mulai meraba kantongnya untuk mengambil ponsel milik nya. Muncul wajah senang ketika melihat isi pesan yang ada di ponsel miliknya.
"Hai Aldi, satu jam lagi, aku akan datang ke rumahmu"
"Kau sudah menyiapkan apa untuk kami?"
"Oh ya, apakah kau sudah punya kekasih?"
"Cepat, jangan ditunda lagi"
"Perkenalkan kepada kami semua" ujar Anton sahabat dekat Aldi.
"Dasar kau Anton" gumam Aldi.
__ADS_1
Karena tak tahan dengan ledekan dari Anton, Aldi segera meneleponnya saat itu juga.
"Kring"...
Ponsel Anton akhirnya berdering dan hal itu membuat Anton tertawa lepas.
"Wah, dasar Aldi"
"Mudah sensitif jika aku berkata tentang wanita" gumam Anton dalam hati.
"Halo, Aldi"
"Kenapa kau menelepon ku?"
"Bukankah lebih enak kita berkirim pesan saja?" ujar Anton dengan nada meledek.
"Hei Anton"
"Jangan banyak bicara kau"
"Aku udah menyiapkan makanan enak untuk mu" ujar Aldi pada Anton
"Ya, ya"
"Sebentar lagi aku datang"
"Aku akan datang bersama Mery dan Ani" jawab Anton santai.
"Oh ya, bagaimana dengan pertanyaan ku yang tadi?"
"Apakah kau sudah mempunyai pendamping wanita?" tanya Anton sedikit mengejek
"Kalau belum, aku akan membawakan seorang wanita cantik untuk mu"
"Masalah pembayaran, kau tenang saja"
__ADS_1
"Aku akan membayar untuk mu"
"Paling tidak, kau belajar dulu lah bercinta"
"Lihatlah dirimu?"
"Setua ini, belum pernah merasakan bercinta dengan seseorang?"
"Ha ha ha" tawa Anton menghiasi telinga Aldi yang saat itu sedikit geram mendengar ocehannya.
"Sudahlah jangan cerewet"
"Sebentar lagi, kau akan melihat kalau aku sudah punya teman hidup" jawab Aldi tiba-tiba
"Hah, yang benar kau?" tanya Anton terkejut medengar ucapan Aldi yang secara tiba-tiba mengatakan bahwa dia telah memiliki seorang kekasih.
"Heiz"
"Jangan anggap aku remeh"
"Lihat saja nanti"
"Makanya, kau cepat datang ke rumahku".
"Nanti, kau akan tau sendiri" jawab Aldi santai
Setelah berkata demikian, Aldi langsung menutup ponsel nya dan hal itu membuat penasaran Anton yang belum sempat berkata-kata.
"Ah, Aldi"
"Tak mungkin kau menemukan wanita secepat itu"
"Kalaupun iya, mungkin kau hanya berpura-pura saja" gumam Anton dalam hati.
Anton segera bergegas menghubungi kedua teman wanitanya yaitu mery dan Ani, karena tak sabar ingin mengetahui wanita mana yang telah berhasil merebut hati seorang Aldi, pria yang pernah berkata kepadanya, menikah adalah bukan tujuan utama dalam hidup nya.
__ADS_1