Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
gairah hendra


__ADS_3

"Aku minta kau menghilangkan jejak dengan rapi"


"Aku tak mau berurusan dengan polisi" ucap Beni meminta pada Rudi.


"Ya tuan"


"Walau aku pertama kali melakukan hal ini, tapi aku janji akan menutup rapat-rapat misi ini" ucap Rudi pada Beni.


Wajah Beni terlihat sedikit lega setelah mendengar janji Rudi. Setelah pembicaraan itu, Rudi segera meninggalkan Beni sendirian di kafe. Mata Beni mulai menerawang ke langit-langit kafe. Dirinya bertanya -tanya dalam hati. Dosa apa yang telah dilakukan nya hingga dirinya harus menghadapi cobaan yang teramat berat.


"Sial sekali nasib ku"


"Di usia ku yang sudah kepala empat, harusnya aku menikmati kebahagian ku dengan Aimi"


"Aku harus mencari Aimi sampai ketemu" gumam Beni sambil mengepalkan tangannya.


Setelah puas duduk di kafe itu, Beni pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kafe nya.


Di tempat lain, Sita mulai kesal karena semua yang dilakukan nya sia-sia belaka.


"Mas Beni"


"Kau sangat jahat"


"Aku sudah mengorban kan tubuh ku demi kamu?"


"Tapi, kau tak pernah bergeming sama sekali" ujar Sita sambil meratapi nasib nya yang buruk.


Saat itu, Sita memang benar-benar hamil. Anak yang dikandung nya adalah anak Hendra. Seorang pria lajang yang selalu menuruti keinginan nya.

__ADS_1


Hendra adalah sahabat Sita, yang menerima Sita apa adanya. Namun entah mengapa, Sita tak pernah mencintainya. Hubungan Sita dan Hendra hanya sebatas hubungan bisnis, tidak lebih.


Di tempat lain, Hendra yang telah berhasil menghamili Sita mulai resah.


"Benihku rupanya telah tertanam di rahim Sita”


"Wanita itu sungguh sangat bodoh" gumam Hendra sambil melihat foto Sita yang terpajang di ponsel nya.


Setelah hubungan terlarang di malam itu, Hendra seringkali gerah ketika melihat Sita.


Bagaimana tidak gerah?"


Hubungan itu hanya dilakukan sekali saja dan sepertinya, Sita tak meminta jasanya kembali ketika tahu bahwa Sita hamil.


Karena tak tahan dengan hasrat nya yang terpendam, Hendra mencoba menghubungi Sita saat itu.


Biasanya, selama menjadi teman baik Sita, Hendra tak pernah menelepon Sita terlebih dahulu.


Hendra mulai melihat ponsel nya dan langsung menghubungi Sita.


"Kring..."


Ponsel Sita berdering setelah sekian lama tak pernah ada panggilan dari seseorang untuknya.


Sita sedikit bergairah mendengar ponsel nya berdering


"Wah, ada panggilan masuk di ponsel ku?"


"Apakah mas Beni telah berubah pikiran?" gumam Dita dalam hati

__ADS_1


Sita langsung membuka tas nya dan melihat siapa yang melakukan panggilan dengan nya.


Setelah tahu siapa yang memanggil, Sita menjadi lemas lagi dan tak bergairah


"Ah, Hendra rupanya"


"Ada apa sih pria itu memanggil ku?"


"Mana aku lagi bosan" gumam Sita kesal


Karena ponsel nya berdering terus menerus, Sita pun tak betah dan mulai mengangkat ponsel nya


"Ya, halo Hendra"


"Ada apa kau menghubungi ku?" tanya Sita pendek


"Sita, lama kita tidak bertemu"


"Bagaimana kabar anak kita?"


"Apakah baik-baik saja di dalam rahim kamu?" tanya Hendra basa-basi


"Ya, begitulah Hendra"


"Aku mohon, jangan bahas anak ini lagi"


"Aku tak meminta pertanggung jawaban dari kamu, jadi kamu tenang saja" ucap Sita pada Hendra


"Oh ya Sita, maafkan aku"

__ADS_1


"Oh ya, aku ingin bertemu dengan mu sekarang"


"Apa kau bisa?" tanya hendra pada Sita


__ADS_2