Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
Cara Jitu


__ADS_3

Setelah lama berpikir, akhirnya Sita menemukan cara ampuh untuk mengambil hati Beni.


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Sita mulai menelepon Beni


Ponsel Beni mulai berdering. Saat itu Beni berada di ruangan kerjanya.


"Siapa sih yang nelpon" ucap Beni kesal.


Beni langsung mengambil ponsel nya yang saat itu berada di meja kerjanya.


Tampak nama Sita berada di layar ponsel nya.


"Ada apa Sita menelepon ku pada jam kerja" gumam Beni kesal


Beni langsung mengangkat panggilan dari Sita dan bertanya pada Sita, mengapa Sita meneleponnya di saat jam sibuk seperti ini


"Halo, mas Beni, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadamu" ujar Sita pada Beni


"Apa Sita?" tanya Beni penasaran


"Apakah kau telah mendengar kabar Aimi?" tanya Beni pada Sita


"Bukan"


"Bukan itu" jawab Sita pendek


"Lalu apa?" tanya Beni lagi


"Mas, aku sudah telat datang bulan seminggu lebih" ucap Sita pada Beni


Perkataan Sita membuat Beni terkejut bukan main.


"Hah?"


"Telat?"


"Apa kau sudah yakin jika kau melakukan penyatuan tubuh dengan ku?"

__ADS_1


"Aku tak merasa aku melakukan penyatuan tubuh dengan mu"


"Jangan harap aku bertanggung jawab atas kehamilan mu" ucap Beni kesal.


Wajah Beni terlihat memerah setelah mendengar kabar itu


Beni merasa, saat dirinya berada satu ranjang dengan Sita, dirinya tak pernah melakukan penyatuan tubuh dengan Sita.


"Ah, apakah aku lupa?"


"Apa aku memang melakukan hal buruk itu pada Sita?" gumam Beni merenung sesaat.


"Jika hal itu sampai terjadi, bisa-bisa rumah tanggaku akan hancur" gumam Beni


"Ah, tidak-tidak"


"Aku tak boleh menyerah pada Sita"


"Aku akan mempertahankan argumen ku sendiri, dan tak akan mau bertanggung jawab jika Sita benar-benar hamil" gumam Beni dalam hati


Beni mulai berpikir bagaimana caranya agar dia bisa terbebas dari jeratan Sita.


"Dialah yang pertama kali bertemu dengan ku"


"Tiba-tiba saja, Hana menghilang dari tempat itu, dan ada Sita disamping ku"


"Sepertinya, ada hal yang tidak beres" gumam Beni dalam hati.


Beni langsung menutup telepon nya secara sepihak dan berusaha menghubungi Hana, satu-satunya wanita yang mau menemaninya, maupun pemuas nafsu nya ketika dia berada di club malam.


Sita yang diputuskan telepon nya secara sepihak mulai merasa di acuhkan.


"Ah, dasar mas Beni"


"Dimatanya, aku seperti wanita yang tidak berharga"


"Lihat saja nanti" gumam Sita dalam hati.

__ADS_1


Sita mulai mencari cara agar Beni bisa bersamanya tanpa ada penolakan dari Beni.


"Ya, aku harus pura-pura hamil"


"Aku akan memberitahu pada Beni mengenai kehamilan ku"


"Tapi, aku harus benar-benar hamil agar tak menimbulkan kecurigaan dari Beni"


"Tapi, siapa lelaki yang mau dengan ikhlas menghamiliku?" gumam Sita dalam hati


"Oh, ya aku tahu"


"Aku harus segera menemuinya sekarang" gumam Sita tersenyum senang.


Sita langsung menghubungi lelaki yang selalu setia padanya.


"Halo"


"Hendra" panggil Sita di telepon


"Hallo Sita"


"Ada perlu apa lagi kau meneleponku?" tanya Hendra penasaran


"Kalau masalah wanita yang bernama Aimi, sudah aku bereskan"


"Dia gak mungkin pulang ke sini"


"Kau akan aman" ucap Hendra pada Sita


"Bukan Hendra"


"Bukan itu" jawab Sita pendek


"Kalau bukan itu, apa lagi Sita?" tanya Hendra semakin penasaran


"Hendra, aku minta padamu"

__ADS_1


"Aku ingin kau memberiku seorang anak"


"Secepatnya" ucap Sita


__ADS_2