
Sehari semalam Aimi berada di rumah sakit Kangbuk Samsung, Seoul. Hingga akhirnya Aimi diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Dokter yang merawat Aimi pun segera datang menghampiri Aimi dan berkata
"nona, kau boleh pulang sekarang"
"Masalah administrasi, aku sudah membayarnya"
"Kau tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun" ucap dokter tampan itu pada Aimi
"Terimakasih dokter atas semua bantuan yang telah dokter berikan kepada saya"
"Tapi, setelah saya keluar dari rumah sakit ini, saya tak tahu harus pergi kemana?"
"Apakah dokter berkenan menampung saya untuk sementara waktu?"
"Saya akan menjadi pembantu di rumah dokter tanpa bayaran apapun asal diberi makan dan tempat berteduh"
Melihat wajah Aimi, dokter tampan itu sedikit merasa kasihan dan dia pun menyetujui permintaan Aimi
"Baiklah kalau begitu"
"Perkenalkan namaku Aldi" ucap dokter tampan itu memperkenalkan diri.
"Ya dokter Aldi" jawab Aimi pendek
Aimi akhirnya dibawa pulang ke rumah kontrakan dokter Aldi yang saat itu berada di korea.
Rumah itu kecil dan sederhana. Namun semua peralatan sangat lengkap di sana.
"Masuklah Aimi, kau bisa disini untuk sementara waktu"
__ADS_1
"Aku akan mengantarkan mu ke Indonesia dua hari lagi" ucap Aldi pada Aimi
"Tidak dokter"
"Untuk sementara waktu, saya tidak mau pulang dulu"
"Ada satu permasalahan yang harus saya ungkap"
"Bagaimana kalau saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah dokter?"
"Saya hanya butuh tempat berteduh saja"
"Itu sudah lebih dari cukup" ucap Aimi pada Aldi
Melihat wajah Aimi yang terlihat mengiba padanya, Aldi menjadi sedikit luluh dan mengabulkan permintaan Aimi.
Dirinya memang sedang mencari pembantu rumah tangga di korea karena kesibukannya itu. Hanya saja pembantu rumah tangga di korea tarifnya sangat mahal sehingga Aldi mengurungkan niatnya untuk mencari pembantu rumah tangga.
"Baiklah kalau begitu"
"Kalau begitu, kau aku beri kamar khusus"
"Disini ada dua kamar, dan kebetulan aku hanya tinggal sendirian"
"Kau bisa tidur di ruang tamu" ucap Aldi pada Aimi
"Baiklah dokter" ucap Aimi bersemangat
Setelah itu, Aldi memberikan Aimi sebuah kunci rumahnya agar Aimi tak bingung jika dirinya berada di luar rumah.
Aimi merasa sedikit tenang karena dirinya mempunyai tempat menginap untuk sementara waktu.
__ADS_1
Sementara itu, di Indonesia rupanya Dio dan Indah sedang mempersiapkan diri untuk pergi berbulan madu ke korea.
"Dio, apakah kamu sudah siap?" tanya Indah pada Dio
Saat itu, Dio sedang sibuk memegang ponsel nya sehingga dirinya tak mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Indah.
Merasa di abaikan oleh Dio, Indah langsung pergi meninggalkan Dio dan membuka pintu rumah dengan sedikit keras hingga Dio terkejut mendengarnya
"Indah, kenapa kau ini?"
"Membuka pintu dengan kasar!" ucap Dio sedikit marah
"Ya, kamu tak pernah menghiraukan ku sama sekali Dio"
"Aku bicarapun, kau tak mendengar"
"Kenapa kau ini?" tanya Indah sambil menatap tajam ke arah Dio
"Sudahlah Indah"
"Kau saja yang terlalu menganggap ku seperti itu"
"Sekarang, ayo kita berangkat ke Bandara"
"Kita hilangkan semua rasa kesal di rumah ini"
"Mungkin dengan begini, pikiran ku sedikit membaik" ucap Dio pada Indah
Indah pun terdiam tak menjawab semua ucapan Dio. Dirinya hanya menangis dalam hati.
"Siapa sih wanita itu?"
__ADS_1
"Wanita yang tega merebut hatimu dari aku?" gumam Indah
"Kalau saja aku tau siapa dia, aku akan menamparnya di depan mu" Indah membatin dalam hatinya.