Selingkuh Dengan Mantan Brondongku

Selingkuh Dengan Mantan Brondongku
hampir saja


__ADS_3

Mereka berdua mulai terhanyut akan gairah masing-masing di kolam itu. Gairah yang didapatkan dari bersembunyi dari pasangan masing-masing menghasilkan suatu hormon yang tak biasa bagi mereka.


"Ciuman pertama antara Dio dan Aimi yang menggambarkan rasa suka saling suka. Bukan ciuman tak sengaja atau keterpaksaan.


Saat mereka berdua asyik berciuman terdengar ponsel Aimi berdering


"Hah, Dio"


"Ponsel ku berdering"


"Mungkin mas Beni mencariku" ujar Aimi pada Dio


Aimi pun akhirnya berenang ke tepian untuk mengangkat telepon yang berdering itu


"oh ya mas, ada apa?" tanya Aimi pada sosok yang menelepon..


Ternyata benar dugaan Aimi kalau yang menelepon itu adalah Beni suami nya sendiri


"Aimi, kau berada dimana?" tanya Beni penasaran


"Oh mas Beni, aku masih beli oleh-oleh di luar" jawab Aimi sekenanya


"Loh, kok gak ngajak aku?" tanya Beni sedikit marah


"Iya mas Beni, aku terburu-buru" jawab Aimi berusaha menjawab sependek mungkin pertanyaan Beni agar tak salah dalam memberikan jawaban.


"Yaudah, cepat pulang"


"Sebentar lagi, kita jalan-jalan lagi" ujar Beni ketus


"Baiklah mas" jawab Aimi.


Aimi segera menutup ponsel nya cepat cepat karena takut jika Beni mendengar percikan Air kolam renang.


"Kak, siapa yang menelepon?" tanya Dio penasaran


"Oh, mas Beni yang menelepon ku" jawab Aimi pada Dio


"Oh ya kak" jawab Dio


Setelah Aimi menerima telepon dari Beni, giliran Dio mendapatkan telepon yang sama.


"Dio, tuh kamu juga mendapat telepon" ucap Aimi pada Dio


"Oh , mungkin Indah"


"Biarin dah kak"


"Aku malas untuk mengangkatnya" jawab Dio pendek


Aimi mulai menggelengkan kepalanya melihat Dio sangat cuek dengan kekasihnya


"Eh, Dio"


"Angkat dulu dong"


"Aku gak mau hubungan mu dengan Indah kandas hanya gara-gara aku" ujar Aimi pada Dio


"Yah, kak Aimi nih"


"Bikin kepalaku ruwet aja" jawab Dio


Karena tak ingin Aimi marah, Dio mulai berenang ke tepi dan mengangkat telepon dari Indah


"Hei Dio, kemana aja?" tanya Indah di dalam telepon


"Indah, aku masih mencari udara segar"


"Sebentar lagi, aku kembali ke hotel"


"Kau di dalam hotel aja dulu jangan keluar karena sebentar lagi aku akan balik ke Hotel" jawab Dio

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Indah, Dio langsung menutup teleponnya


"Nah, kan sudah kak"


"Kakak puas kan?" tanya Dio sambil memandang ke arah Aimi


"Ya, puas Dio" jawab Aimi singkat


"Yaudah kalau begitu kita bersihkan tubuh kita Dio" ajak Aimi pada Dio


"Ayo" jawab Dio


Mereka berdua pun segera pergi ke kamar hotel yang sudah di sewa oleh mereka jauh sebelum nya.


Kamar itu sederhana tapi cukup menampung mereka berdua


"Kak, gimana kalau kita mandi bareng?" tanta Dio mulai mengoda


"Hah?"


"Mandi bareng?" ucap Aimi terkejut


"Ya kak"


"Kita mandi bareng" ajak Dio bersemangat


"Ah enggak lah Dio"


"Walau kau sudah pernah melihat seluruh tubuhku, bukan berati untuk sekarang kita mandi bareng"


"Sifatmu kayak masa kuliah aja"


"Tetep manja kepadaku" ujar Aimi ketus


"Yaudah kakak"


"Jangan marah gitu lah"


"Yaudah, aku dulu yang mandi ya?" ucap Aimi


Aimi akhirnya mandi di kamar hotel itu. Saat mandi, pelet gendam sukma yang telah merasuk ke kepala Aimi mulai beraksi lagi.


Penyakit Aimi yang dulu kambuh lagi. Dulu, ketika Aimi terkena sihir pemikat sukma oleh mantan nya Rio, Aimi mengalami depresi dan sering sakit kepala. Sekarang, karena kelakuan Sita, sakir kepala yang diderita Aimi kambuh lagi.


"Dio, kepalaku sakit" teriak Aimi di dalam kamar mandi


Dio yang ada di dalam kamar mendengar panggilan Aimi yang saat itu berada di dalam kamar mandi.


"Hah, kakak"


"Kepalamu sakit lagi?"


"Sudah lama kau tak sakit kepala semenjak ulah Rio mantan kakak"


"Tapi kenapa sekarang sakit lagi?"


"Kakak tidak apa-apa di dalam?" tanta Dio penasaran..


"Dio, aku gak kuat" jawab Aimi di dalam kamar mandi


Dio berusaha menggedor pintu kamar mandi Aimi yang masih terkunci


"Kak, bagaimana ini?"


"apakah aku boleh masuk?"


"Kakak " tanya Dio berusaha meminta ijin terlebih dahulu pada Aimi


Aimi tak menjawab karena dia tak kuat menahan sakit kepala yang amat sangat


Karena tak ada jawaban di dalam kamar mandi, Dio langsung mendobrak pintu kamar mandi.

__ADS_1


Tampak Aimi masih memakai handuk terduduk di lantai kamar mandi sambil memegang kepalanya.


"kak Aimi" panggil Dio


Dio segera mendekat ke arah Aimi dan mengangkat tubuh Aimi untuk keluar dari kamar mandi.


"Kak maaf"


"Aku terpaksa menggendong mu" ujar Dio


Dio pun segera menggendong tubuh Aimi yang berat itu menuju ke kasur hotel.


"Dio, apakah kamu ada obat penenang atau penghilang rasa nyeri?" tanya Aimi pada Dio


"Oh sebentar kak"


"Aku akan beli" jawab Dio


Dio segera meninggalkan Aimi dam pergi ke apotik terdekat yang menyediakan obat bebas pereda nyeri.


Walaupun tak seampuh obat yang dulu pernah diberikan Beni kepadanya, paling tidak Obat iti bisa sedikit meredakan sakit kepala yanh Aimi rasakan.


"Kak, minum obatnya kak" pinta Dio setelah sepuluh menit meninggalkan Aimi untuk mendapatkan obat itu


"Ya Dio" jawab Aimi singkat


Aimi segera meminum obat sakit kepaa itu. Tampak wajah Aimi berkeringa karena tak kuat menahan sakit nya.


Tiga puluh menit kemudian, rasa sakit yang diderita Aimi sedikit mereda.


"Dio, ayo kita balik ke hotel"


"Pasangan kita sudah menunggu sejak tadi" kata Aimi pada Dio


"Kak, apa kau perlu aku antar saja?" tanya Dio pada Aimi


"Tidak Dio"


"aku akan berangkat sendiri"


"Aku berangkat duluan ya?"ucap Aimi pada Dio


"Ya, hati-hati kak"


"Hubungi aku lok kakak senggang" kata Dio


Begitulah kata-kata terakhir Dio pada Aimi yang dijawab anggukan kepala oleh Aimi


Aimi pun pergi meninggalkan Dio dengan sejuta kenangan yang terpendam saat di kolam tadi


Setelah kepergian Aimi, Dio pergi ke kamar mandi untuk mmebersihkan tubuhnya.


Hari ini adalah hari yang menegangkan sekaligus Indah bagi Aimi dan Dio. Mereka berdua mulai merasakan getaran dalam hati masing-masing.


Aimi pun berjalan ke arah hotel nya yang letakknya tak jauh dari hotel tempat Dirinya dan Dio bertemu.


Saat Aimi sampai di hotel, terlihat Beni yang sudah lama menunggu kedatangannya


"Aimi, darimana saja sih"


"Kok lama banget*


"Aku sudah menunggumu sejak lama"


"Itu kenapa rambutmu basah?" tanya Beni penasaran


Aimi merasa bingung saat itu.


"Oh, aku mengguyurnya dengan air mas"


"Di jalan, kepalaku terasa sakit" ucap Aimi pada Beni

__ADS_1


__ADS_2