
Raja begitu bersemangat kembali ke kediamannya karena malam ini Vania sudah berjanji akan melayaninya. Wajahnya terlihat semringah. Bahkan ia tidak terlihat kesal saat melewati Farra yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Dengan langkah cepat, Raja melangkah menuju kamar utama. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri cantiknya, Vania. Namun, sesampainya di ruangan itu ternyata Vania tidak ada disana.
"Dimana Vania?" gumam Raja.
Raja mencari keberadaan wanita itu hingga ke dalam kamar mandi sambil memanggil namanya. Namun, ia tetap tidak menemukan istrinya itu dimanapun.
Akhirnya Raja memutuskan untuk menghubungi nomor ponsel Vania. Tidak butuh waktu lama, panggilan itupun diterima oleh wanita itu.
"Ya, Sayang?"
"Vania, kamu dimana? Aku sudah berada di rumah tapi kamu malah menghilang," ucap Raja dengan sedikit kesal.
"Maafkan aku, Sayang. Saat ini aku sedang bersama Tania. Aku bosan tau, setiap hati harus terkurung di rumah tanpa bisa melakukan apapun. Oh ya, kamu tunggu sebentar lagi ya, aku akan segera pulang," jawabnya dengan manja.
"Baiklah, aku tunggu."
Raja memutuskan panggilannya kemudian meletakkan ponsel tersebut ke atas nakas. Sambil menunggu kedatangan Vania, Raja memilih untuk membersihkan dirinya. Ia berendam di Bath Up sambil tersenyum membayangkan yang akan terjadi malam ini.
Ia bahkan sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Vania. Ia tidak ingin istriΒ cantiknya itu kecewa karena selama ini Raja berpikir bahwa Vania tidak pernah puas saat bermain bersamanya.
Setelah beberapa saat, Raja pun mengakhiri ritual mandinya. Ia kembali ke kamar kemudian berpakaian. Tepat di saat Raja sedang mengenakan pakaiannya, Vania sudah tiba di kamar mereka.
Wanita itu memeluknya dari belakang sambil menciumi pundak Raja. "Maafkan aku ya, Sayang."
"Tidak apa." Raja berbalik dan menghadap Vania sambil tersenyum hangat. "Oh ya, kamu sudah siap 'kan malam ini?" lanjut Raja seraya mencubit dagu istri kesayangannya itu.
__ADS_1
"Malam ini?" Vania bahkan lupa akan janjinya kepada Raja.
"Ayolah, Vania sayang! Aku bahkan sudah mempersiapkan ini untuk nanti malam."
Raja memperlihatkan sebuah pil kepada Vania dan wanita itu tahu betul apa kegunaan pil tersebut. Setelah memperlihatkan pil tersebut, Raja meraih air minum yang ada di atas nakas kemudian meneguk pil tersebut.
Vania menggelengkan kepalanya dan mencoba mencegah Raja meneguk pil tersebut. Namun, ia terlambat dan pil itu sudah meluncur melalui tenggorokan Raja dengan cepat.
"Oh, tidak!" gumam Vania sambil mengelus tengkuknya.
Raja tersenyum puas. Perlahan ia melepaskan dress ketat yang sedang di kenakan oleh Vania saat itu sembari menciumi tubuh indahnya.
"Ehm, Sayang. Sebaiknya aku mandi dulu," ucap Vania sambil mendorong pelan tubuh Raja.
Raja pun mengangguk dan membiarkan istri cantiknya itu memasuki kamar mandi mereka. Sementara Raja dengan sabar menunggu Vania yang sedang melakukan ritual mandinya, wanita itu malah terlihat panik saat berada di dalam kamar mandi.
Hampir satu jam lamanya Vania berada di dalam kamar mandi tanpa melakukan apapun. Hingga akhirnya kesabaran Raja mulai habis dan pil yang ia telan tadi sudah mulai bereaksi. Ia menghampiri pintu kamar mandi kemudian mengetuknya.
"Vania, kamu baik-baik saja?"
"Hah?!" Vania tersentak kaget dan lamunannya buyar. "Ehm, tunggu sebentar lagi, Sayang. Aku akan segera keluar," lanjutnya.
Raja menautkan kedua alisnya sembari melangkah kembali ke tempat tidur. "Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh Vania di dalam sana?" gumam Raja.
Vania bergegas melakukan ritual mandinya dan tidak berselang lama, ia pun keluar dari ruangan itu sambil melemparkan sebuah senyuman hangat kepada Raja.
Raja terus memperhatikan Vania tanpa berkedip sedikitpun. Reaksi obat itu sudah mulai menguasai dirinya. Penampilan Vania saat itu membuat Raja tidak dapat menahan hasratnya lagi.
__ADS_1
Ia bangkit dan menghampiri Vania yang masih mengenakan kimono mandi kemudian membopong tubuh wanita itu ke tempat tidur. Raja menindihnya dan melepaskan kimono mandi yang melekat di tubuh Vania lalu melemparkannya ke sembarang arah.
Raja juga melepaskan piyama tidur yang ia kenakan dengan tergesa-gesa. Hasratnya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Setelah tubuhnya dan Vania sudah sama-sama polos, Raja pun mulai melakukan pemanasan.
Jika Raja begitu bersemangat melakukannya, tetapi tidak untuk Vania. Wanita itu sama sekali tidak menikmatinya. Ia benar-benar terpaksa melakukan hal itu. Setelah puas melakukan pemanasan di setiap inci tubuh Vania, Raja pun mulai mengarahkan senjatanya ke area pribadi wanita itu.
Ketika Raja mendorong tubuhnya, Vania sempat memejamkan matanya dan dari raut wajah wanita itu terlihat jelas bahwa.Vania sedang tidak nyaman dengan aktivitas yang sedang mereka lakukan.
Menit berganti menit. Permainan ranjang mereka semakin panas, tetapi itu hanya berlaku untuk Raja. Namun, tidak untuk Vania. Wanita itu berharap permainan ranjang mereka secepatnya berakhir karena ia benar-benar sudah tidak nyaman.
Namun, karena pengaruh obat kuat yang diminum oleh Raja, permainan itu sepertinya akan berlangsung lebih lama. Vania yang sudah tidak bisa menahannya, mendorong tubuh Raja dan menghentikan permainan panas mereka.
"Maafkan aku, Raja! Aku tidak bisa," ucap Vania dengan wajah sedih menatap Raja.
Raja kebingungan, "Sebenarnya ada apa ini, Vania? Apa yang terjadi padamu?!"
Vania terdiam dengan kepala tertunduk. Tak sepatah katapun keluar dari bibirnya saat itu.
...***...
Author banyak-banyak minta maaf kalau cerita ini mungkin tidak sesuai keinginan hati para Readers. Tapi, untuk cerita Selir Tuan Raja, Author ingin tetap pada alur yang sudah author buat sejak awal.
Maaf sedikit cerita, karena banyaknya tekanan dari Readers, kadang cerita yang Author buat itu melenceng dari alur awal dan membuat Author bingung sendiri mengarahkan kemana ceritanya. Dan itu terjadi pada cerita Majikanku, Suamiku π’π’π’.
Lagipula, Farra tidak selamanya menderita kok, Readers. Dia pasti akan bahagia dan soal bahagia sama siapa? Pokoknya dia bahagia. Jadi, buat pembaca yang tidak suka, bisa di skip aja, gak papa. πππ Maafkan Author sekali lagi, ya.
Jika semisal pembaca di lapak ini pada gedek sama cerita Farra, mungkin cerita ini tidak akan Author lanjut lagi πππ dan rencananya akan author bawa ke aplikasi lain.
__ADS_1
Terima kasih ππππ