Selir Tuan Raja

Selir Tuan Raja
Temukan Farra Untukku


__ADS_3

"Tuan Raja, Tuan Leo sudah menunggu Anda di ruang utama." Seorang Pelayan tiba di kamar sempit Raja dan memberitahukan soal kedatangan asisten pribadinya itu.


Raja tersenyum puas, ternyata asistennya itu memang dapat diandalkan sama seperti asistennya dulu, Ivan. Namun, sayangnya Ivan sudah menjadi seorang pengkhianat bagi Raja, karena sekarang Ivan memilih bergabung di perusahaan milik Zian.


"Bilang padanya untuk menungguku sebentar lagi."


"Baik, Tuan."


Pelayan itupun kembali melangkahkan kakinya ke ruang utama untuk menemui Leo yang masih setia menunggu kedatangan Tuan Raja.


Raja yang baru saja terbangun dari tidurnya, segera bangkit dan melangkah menuju kamar mandi. Ia mencuci muka kemudian setelah merasa lebih segar, Raja pun segera menemui Leo yang sudah menunggunya sejak dari tadi.


"Selamat pagi, Tuan Raja."


Dengan senyuman hangatnya, Leo menyambut kedatangan Raja di ruangan itu. Ia mengulurkan tangannya kepada Raja dan segera di sambut oleh lelaki itu.


"Selamat pagi, Leo."


Setelah menyambut uluran tangan Leo, Raja pun duduk di sofa empuknya dan mempersilakan Leo untuk duduk di sofa yang berada tepat berseberangan dengannya.


"Duduklah, Leo."

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan."


"Begini, Leo. Aku punya tugas untukmu dan aku harap kamu dapat melakukan tugasmu ini dengan baik." Raja menatap lekat asisten barunya itu dengan tatapan tajam dan tanpa berkedip sedikitpun.


"Tentu saja, Tuan Raja. Ehm, tugas seperti apa itu?" sahut Leo dengan keyakinan penuh bahwa dia bisa melakukan tugasnya dengan sangat mudah.


"Cari Farra sampai dapat. Aku ingin dia kembali ke rumah ini dengan segera. Jika ia menolak, paksa saja dia. Pokoknya gadis kampung itu harus kembali padaku!" titah Raja dengan tatapan dinginnya menatap Leo.


Raja melemparkan selembar foto milik Farra yang masih tersimpan dengan baik, ke atas meja yang ada di hadapannya. Foto yang ia ambil dari berkas data pribadi Farra, yang ia dapatkan dari Ivan sebelum mereka menikah.


Foto tersebut terpampang jelas di atas meja dan segera diraih oleh Leo. Lelaki itu terdiam sesaat sambil memperhatikan foto cantik Farra. Kemudian setelah itu ia pun membalas tatapan dingin Tuan Raja sambil menganggukkan kepalanya.


"Baik, Tuan! Akan segera saya laksanakan," sahut Leo.


Setelah puas berbincang-bincang dengan Big Bossnya itu, Leo pun segera pamit dan ingin segera melakukan tugas yang sudah diberikan oleh Raja kepadanya.


Raja pun dengan senang hati mempersilakan lelaki itu pergi. Ia sangat berharap Leo berhasil menjalankan misi pertamanya. Misi membawa kembali istri muda yang sudah ia usir sebelumnya.


Setelah kepergian Leo, Raja berencana kembali beristirahat di kamar milik Farra. Bantal lusuh milik Farra seakan sudah menjadi barang istimewa untuknya. Ia bahkan sulit untuk berada jauh dari benda usang yang sudah tidak layak untuk di gunakan itu.


Namun, baru saja ia melangkahkan kakinya ingin menuju kamar tersabut, seorang petugas keamanan yang berjaga di depan rumah mewahnya, datang menghampiri lelaki itu.

__ADS_1


"Tuan Raja, maaf mengganggu. Ada sebuah kiriman paket untuk Anda, tetapi di sini tidak tertera nama pengirimnya," ucap penjaga keamanan tersebut sembari menyerahkan paket itu kepada Raja.


Raja meraih paketan itu dari tangan penjaga keamanan sambil menautkan kedua alisnya. "Apa ini?" tanya Raja.


"Maafkan saya, Tuan Raja. Saya tidak tahu apa itu," jawab lelaki itu seraya membungkuk hormat kepada Raja.


"Pergilah," ucap Raja seraya memperhatikan dengan seksama paketan yang ada di tangannya.


Raja kembali menjatuhkan dirinya di sofa empuk yang ada di ruang utama sambil membuka bungkusan yang menyelimuti isi paketan tersebut. Setelah bungkusan itu terbuka, ternyata isinya hanyalah selembar berkas laporan.


"Apa ini?" gumam Raja seraya memperhatikan tulisan yang tertera di selembar kertas tersebut.


Setelah lelaki itu selesai membacanya, ia pun membelalakan matanya dengan sempurna. "Ya, Tuhan! Apa ini benar? Jadi ... selama ini Vania sudah menyembunyikan hal sepenting ini dariku?!" pekiknya dengan wajah memerah.


"Astaga, ternyata dia membodohiku selama ini! Ternyata Vania sudah kehilangan rahimnya tetapi ia tidak pernah berkata jujur padaku dan memilih menyembunyikannya!" pekik Raja seolah tidak percaya.


Dengan tergesa-gesa, Raja menaiki anak tangga sambil membawa berkas itu di tangannya. Setibanya di depan pintu kamar Vania, tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka.


Raja kembali dikejutkan dengan apa yang ia lihat di depan matanya. Kini Vania berdiri di ambang pintu sambil tersenyum sinis kepada Raja yang menatapnya dengan heran. Di samping tubuh wanita itu nampak dua buah koper berisi barang-barang miliknya.


"Mau kemana kamu, Vania?!" tanya Raja dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Pergi dari sini, itu yang ingin aku lakukan!" sahut Vania yang tidak mau kalah dengan lelaki itu.


...***...


__ADS_2