Selir Tuan Raja

Selir Tuan Raja
Pertemuan Dengan Camer


__ADS_3

❤❤❤ Buat yang masih bertanya kenapa akhirnya Raja tidak bersama Farra? Begini ya, teman-teman. Author rasa cerita ini tidak melenceng dari alur. Sesuai judul "Selir Tuan Raja" tokoh Farra di sini hanya sebatas "SELIR" dan bukan "ISTRI". Jika akhirnya Farra kembali bersama Raja mungkin Author gak akan kasih judul ini, hiks 😢😢😢


Pengalaman Author ketika menulis cerita sebelumnya, "Majikanku, Suamiku" dimana tokoh Naila kembali bersama Keanu, membuat pro dan kontra di antara pembaca. Sama halnya "Selir Tuan Raja" ini. Bahkan Author pernah di katakan GOBL°K sama Readers yang kontra. 🙏🙏🙏


Nah, berawal dari sana, Author ingin sesuatu yang berbeda dan ternyataaa ... hasilnya masih sama 😆😆😆 tapi syukurnya di sini gak ada yang bilang Gob*** 😅😅😅


Sekian dulu dari Author, love you All 😘😘😘 BTW kisah ini tinggal beberapa bab lagi, kok. Apa nanti tak genapin jadi 100 episode sama Ekstra Bab. ❤❤❤


"Sameera, apa kamu tidak bosan terus-menerus merawatku?" tanya Raja kepada Sameera yang kini duduk di tepian tempat tidurnya.


Wanita itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum hangat. "Tidak sama sekali. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan merawatmu hingga kamu benar-benar sembuh, Raja. Aku tidak peduli walaupun kamu tidak menyetujuinya," jawab Sameera.


Raja meraih tangan Sameera, wanita yang sudah dua bulan ini terus bersamanya tanpa merasa lelah sedikitpun. Ia menggenggam tangan yang selama ini merawatnya, menyuapinya makan dan minum, bahkan tidak jarang tangan itulah yang sering membersihkan tubuhnya.


"Terima kasih, Sameera. Aku akui, dulu aku memang sempat membencimu karena dirimu aku jadi begini. Tapi, setelah aku melihat kesungguhanmu dalam merawatku, aku pun akhirnya luluh. Dan dari situ aku tahu bahwa kamu benar-benar menyesali perbuatanmu," tutur Raja sembari membalas senyuman hangat Sameera.


"Kamu tidak perlu berterima kasih padaku. Ini sudah menjadi kewajibanku, Raja. Ya, seperti yang kamu katakan bahwa semua yang terjadi padamu adalah akibat dari kesalahanku," jawab Sameera dangan wajah sendu menatap Raja.


Raja mengelus pipi Sameera dengan lembut, masih dengan senyuman hangatnya. "Sameera, apa kamu masih mencintai Zian?"


"Hah?!" pekik Sameera. Ia bingung dari mana Raja tahu bahwa dirinya pernah mencintai dan mengharapkan sosok Zian untuk menjadi pendamping hidupnya.


"Dari mana kamu tahu tentang itu? Aku bahkan tidak pernah menceritakan masalah ini kepadamu atau siapapun di rumah ini," sahut Sameera dengan wajah heran menatap Raja.


"Tidak penting dari mana aku tahu akan hal itu. Sekarang jawab saja pertanyaanku, apa kamu masih mencintai lelaki itu?" tanya Raja sekali lagi.


Sameera terdiam sejenak kemudian menundukkan kepalanya menghadap lantai kamar Raja. Wanita itu nampak berpikir dan setelah beberapa saat, ia pun kembali mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Ya. Dulu, sebelum kecelakaan itu terjadi. Aku memang sangat mengharapkan sosok Zian. Tapi setelah kecelakaan itu terjadi ...."


"Hmm?" gumam Raja.


"Kecelakaan yang terjadi saat itu membuat aku lupa akan rasa cintaku terhadap Zian. Saat itu seluruh jiwa, raga, hati dan pikiranku hanya terfokus pada kesembuhanmu. Aku ingin kamu sembuh dan bisa hidup normal sama seperti sebelumnya. Dan akhirnya, tanpa aku sadari rasa cintaku terhadap Zian menghilang begitu saja. Aku bahkan turut senang mendengar kabar bahwa Zian dan Farra akan segera menikah. Lalu ... bagaimana denganmu, apa kamu masih mencintai Farra?"


Raja terkekeh pelan. "Bagaimana menceritakannya, ya." Raja menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebenarnya di antara aku dan Farra tidak pernah ada rasa cinta. Entahlah, aku menikahinya bukan atas dasar rasa cinta, begitu pula dirinya. Farra bahkan tidak pernah mencintaiku. Pernikahan kami terjadi atas dasar keterpaksaan, aku terpaksa menikahinya karena sesuatu yang tidak bisa aku ceritakan kepadamu, begitu pula Farra, ia terpaksa menikahiku karena terdesak oleh keadaan."


Huft! Raja menghembuskan napas yang teramat berat.


"Aku menyesal," keluh Raja dengan raut wajah sedih.


Sameera terlihat bingung. "Menyesal? Apa yang kamu sesali, Raja?"


"Pertemuanku dengan Farra. Apa kamu tahu bagaimana diriku sebelumnya, Sameera? Aku hanyalah seorang lelaki bejat yang menikahi Farra untuk membalaskan dendamku. Aku terus memperlakukan dirinya dengan sangat tidak baik. Bahkan ketika pertama kali aku menyentuhnya, aku melakukannya dengan sangat kasar. Ya, Tuhan! Seandainya waktu bisa ku putar kembali, aku ingin kembali ke masa di mana aku tidak pernah bertemu dengannya."


"Tapi ... tanpa kesalahan itu, mungkin kamu tidak akan pernah mendapatkan sosok mungil itu, Raja. Raffa, bayi mungilmu." Sameera mengelus lembut pundak Raja sambil tersenyum hangat.


Raja kembali menyunggingkan sebuah senyuman. "Kamu benar, Sameera. Mungkin itulah tujuan Tuhan yang sebenarnya. Memberikan sosok mungil itu kepadaku melalui Farra."


Sementara itu di kediaman Tuan Ameer.


"Ayolah, Farra sayang! Kenapa jalanmu lamban sekali? Apa kamu ingin aku menggendongmu hingga ke depan kedua orang tuaku?" ucap Zian sambil terkekeh melihat Farra yang berjalan di belakangnya dengan begitu pelan.


Wajah Farra memucat karena hari ini Zian ingin mempertemukan Farra kepada kedua orang tuanya. Sebenarnya ini bukan pertemuan pertama Farra dengan kedua orang tua tersebut.

__ADS_1


Namun, entah kenapa pertemuan kali ini terasa begitu berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Mungkin karena pertemuan ini adalah pertemuan istimewa mereka, dimana mereka hanya akan membahas masalah pernikahannya bersama Zian.


"Sebentar, Kak. Perasaan langkahku sudah benar, kok." Farra melangkahkan kakinya dengan gemetar.


"Benar apanya? Lututmu saja terlihat bergetar,"


Zian menghampiri Farra dan ingin mengangkat tubuh mungil tersebut, tetapi wanita itu dengan cepat menepis tangannya. Farra menekuk wajahnya sebal. "Ish, bilang saja mau cari kesempatan dalam kesempitan!"


Zian tergelak. "Makanya cepat, Farra sayang."


Setibanya di ruang utama, kedatangan Farra dan Zian disambut dengan senyuman hangat oleh kedua orang tua itu. Nyonya Khalifa bahkan tidak segan-segan menghampiri Farra kemudian memeluk dan melabuhkan ciuman hangat di kedua pipinya.


"Silakan duduk, Nak." Nyonya Khalifa menuntun Farra menuju sofa dan mendudukkannya di sana.


"Terima kasih, Bu."


Setelah puas berbasa-basi, akhirnya pertanyaan itu pun meluncur begitu saja dari bibir Tuan Ameer.


"Bagaimana, Nak Farra? apakah kamu bersedia menjadi istri dari Putra semata wayang kami.


Farra menoleh ke arah Zian dan lelaki itu melemparkan senyuman hangat untuknya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya Farra pun menganggukkan kepala sembari menatap Tuan Ameer dengan seksama.


"Ya, Ayah. Farra bersedia," sahutnya.


"Ah, syukurlah," seru Tuan Ameer serta Nyonya Khalifa.


Kedua orang tua itu pun akhirnya tersenyum lega. Mereka sangat bahagia mendengar jawaban Farra saat itu. Akhirnya pernikahan Zian tidak jadi batal, hanya saja calon pengantin wanitanya yang berubah.

__ADS_1


Walaupun status Farra saat ini adalah janda dengan satu anak, tetapi hal itu bukan masalah besar untuk Tuan Ameer dan Nyonya Khalifa. Yang paling penting buat kedua orang tua itu adalah kebahagiaan anak semata wayang mereka.


...***...


__ADS_2