Selir Tuan Raja

Selir Tuan Raja
Raja Vs Farra


__ADS_3

"Hei, mau apa kalian!" teriak salah satu anak buah Zian yang akhirnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres terjadi di kediaman baru Farra.


"Gawat! Akhirnya meraka menyadari keberadaan kita," ucap salah satu anak buah Raja yang mulai panik.


Akhirnya keributan pun terjadi di depan kediaman baru Farra. Setelah menyadari terjadinya keributan di antara anak buah Zian dan anak buahnya, Raja pun akhirnya memutuskan untuk memaksa Farra untuk ikut dengannya.


"Ayo, Farra! Ikutlah denganku," bujuk Raja lagi sembari mengukur tangannya kepada Farra.


Farra menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia tidak ingin ikut bersama lelaki itu walaupun Raja masih berstatus sebagai suaminya. Namun, perlakuan Raja terhadapnya selama ini membuat Farra sedikit trauma.


"Aku tidak mau, Tuan Raja! Aku tidak ingin kamu ambil kemudian kamu campakkan lagi layaknya sampah tidak berguna, sama seperti sebelumnya," sahut Farra dengan setengah berteriak.


Akhirnya kesabaran Raja pun habis. Lelaki itu menarik paksa tangan Farra yang masih memeluk tubuh mungil Aksa.


"Cepat! Sebelum lelaki sialan itu menggagalkan rencanaku!" Raja terus menarik paksa Farra hingga keluar dari rumah itu. Sedangkan Farra sudah mencoba sekuat tenaganya untuk melepaskan diri. Namun, semua usahanya sia-sia saja.


Aksa menangis histeris sambil memanggil-manggil nama Farra. Ia mencoba mengikuti langkah Raja yang membawa Farra bersamanya. Namun, Aksa tak berdaya. Raja sudah berhasil memasukkan tubuh Fara ke dalam mobilnya.


"Kak Farra!" lirih Aksa.


Anak buah Raja segera pergi setelah Raja berhasil membawa Farra bersamanya. Dan kini tinggal Aksa dan anak buah Zian yang merasa kesal karena mereka tidak berhasil mempertahankan Farra bersama mereka.


"Kakak ...." Tangisan bocah kecil itu terdengar sangat memilukan.


Bi Inem sejak tadi hanya diam karena ketakutan melihat perkelahian antara anak buah majikannya dan anak buah Raja. Dengan tubuh yang masih lemas, Bi Inem menghampiri Aksa kemudian memeluk bocah mungil itu.

__ADS_1


"Nak Aksa, jangan menangis lagi, ya. Yakinlah, Tuan Zian pasti bisa membawa Kak Farra kembali," bujuk Bi Inem.


"Benarkah itu, Bi?" Aksa menyeka air matanya kemudian menatap Bi Inem dengan serius.


"Ya, Nak Aksa. Percayalah."


Salah seorang anak buah Zian melaporkan kejadian itu kepada majikannya tersebut. Zian benar-benar shok setelah mendapatkan kabar buruk itu. Ia marah besar dan ia tidak terima jika Raja membawa Farra kembali bersamanya.


"Baiklah, aku akan segera ke sana!" ucap Zian.


Dengan tergesa-gesa, Zian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman yang ditempati oleh Farra dan Aksa. Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah menenangkan Aksa. Ia yakin sekali bocah tampan itu pasti sangat ketakutan.


Tidak berselang lama, Zian pun tiba di kediaman baru Farra. Dan benar saja, bocah lelaki itu segera berlari ke arahnya sambil menangis histeris. Zian menyambut tubuh mungil itu kemudian memeluknya dengan erat.


"Om Zian, Kak Farra dibawa oleh Tuan Raja." ucap Aksa di sela isak tangisnya.


Zian mengulurkan jari kelingkingnya kepada Aksa sambil tersenyum agar bocah itu sedikit lebih tenang. Aksa mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Zian seraya menatap lekat kedua bola mata lelaki itu.


"Janji ya, Om. Bawalah Kak Farra kembali."


Zian menganggukkan kepalanya pelan, masih dengan senyuman hangatnya menatap Aksa. Ia melerai pelukannya bersama bocah mungil itu kemudian menghampiri Bi Inem.


"Bi, tolong jaga Aksa dengan baik selama aku pergi."


"Baik, Tuan."

__ADS_1


"Aksa, turuti apa kata Bi Inem, ya," ucap Zian sambil mengelus lembut puncak kepala Aksa.


"Ya, Om."


Zian pun akhirnya pamit dan ia ingin segera menyusul Raja yang sudah membawa Farra bersamanya.


Sementara itu di perjalanan menuju kediaman Raja.


Farra terus berontak di dalam mobil Raja sambil memukuli lelaki itu. Pada awalnya Raja mencoba sabar dan membiarkan Farra melakukan apapun kepadanya.


Namun, semakin dibiarkan, Farra semakin agresif bahkan wajah lelaki itu kena cakaran maut dari perempuan itu. Akhirnya Raja kesal, ia berteriak sambil melotot kepada Farra.


"Sudah cukup, Farra! Hentikan," teriak Raja.


Seketika Farra menghentikan aksinya. Melihat Farra terdiam, Raja pun tersenyum puas.


"Nah, begitu donk. Jadilah istri yang baik dan jangan membantah apa kataku," ucap Raja seraya membelai pipi Farra yang terlihat memerah karena menahan amarahnya.


"Kenapa Anda tidak tahu malu, Tuan Raja! Bukankah selama ini Anda sendiri yang mengusir saya dari kehidupan Anda! Dan sekarang tanpa tahu malu Anda memaksa saya kembali kepada Anda. Cih!" kesal Farra sambil berdecih.


Raja terbahak di dalam mobil bahkan suara tawanya tardengar memenuhi ruang sempit itu.


"Wah, wah! Ternyata kamu sudah pandai bicara rupanya. Tapi tak apa, sepertinya aku suka Farra yang sekarang." Raja mengedipkan sebelah matanya kepada Farra sambil tersenyum nakal.


Farra membuang muka. Entah kenapa semakin lama ia menatap wajah Raja, semakin kesal hati gadis itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2