
Seminggu kemudian.
"Bye, Aksa!" Zian mengemudikan mobilnya keluar dari halaman depan rumah Farra dan Aksa, setelah berpamitan dengan kedua kakak beradik itu.
"Bye, Om!" Dengan wajah semringah Aksa melambaikan tangannya kepada Zian yang semakin menjauh.
Setelah Zian menghilang, Farra mengajak Aksa kembali memasuki rumah mereka. Namun, tanpa mereka sadari Tuan Raja sudah lama mengintai mereka dari kejauhan.
Dan setelah Zian pergi meninggalkan tempat itu, Raja pun mulai berencana melancarkan aksinya, yaitu membawa kembali Farra bersamanya. Walaupun wanita itu menolak, ia akan tetap memaksanya untuk ikut dengannya tanpa pengecualian.
"Ternyata benar, Zian lah yang menjadi pelindung untuk mereka. Pantas saja Leo yang bodoh itu tidak bisa menemukan mereka!" gerutu Tuan Raja sambil memukul jok yang ada di depannya dengan keras.
Orang suruhan Raja kebingungan mendengar penuturan dari laki-laki tersebut. Ia menautkan kedua alisnya seraya bertanya, "Leo?"
"Ya, Leo! Mantan asistenku, orang yang menggantikan posisi Ivan," sahut Raja.
"Maafkan aku, Tuan. Bukanlah Leo itu orang kepercayaan Tuan Zian? Lalu bagaimana bisa ia bekerja bersama Anda?" tanya lelaki itu.
"Apa?!" pekik Raja tersentak kaget. "Orang kepercayaan Zian? Be-berarti selama ini aku ...."
__ADS_1
Raja menghentikan ucapannya dan mulai mengingat semua tentang lelaki yang bernama Leo tersebut. Mulai pertama kali lelaki itu memasuki kehidupannya.
Di mana perusahaan miliknya semakin kacau, informasi-informasi keburukan Vania yang tiba-tiba saja bermunculan entah dari mana datangnya dan Raja baru menyadarinya sekarang, bahwa ternyata Leo lah dalang dari semua ini.
"Sialan! Ternyata dialah dalang dari semua ini! Kurang ajar!"
Raja mengusap wajahnya yang nampak frustrasi dengan kasar. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata orang yang menghancurkan kehidupannya secara perlahan dan dengan cara yang sangat halus adalah orang kepercayaaannya sendiri.
"Aku harus membereskan kekacauan yang ia buat setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Farra. Baru setelah itu Zian dan kedua anak buahnya, Leo dan Ivan!" Raja menyeringai licik, dengan tatapan tajam menatap kediaman Farra dan Aksa.
Raja memerintahkan orang suruhannya tersebut melajukan mobil yang mereka tumpangi agar lebih mendekat ke kediaman milik Farra dan Aksa. Mobil itupun berhenti tepat di depan pagar rumah Farra.
Deru suara mobil Raja yang berhenti di depan pagar membuat Aksa dan Farra menyangka bahwa Zian kembali lagi ke tempat itu. Kedua kakak-beradik itu saling tatap dan Aksa pun tersenyum seraya melepaskan genggaman tangan Farra.
Tepat di saat Aksa ingin membuka pintu rumah mereka, ternyata Raja sudah berada tepat di depan pintu. Lelaki itu mengetuk pintu beberapa kali hingga akhirnya pintu itupun terbuka.
Si kecil Aksa tersentak kaget setelah mengetahui bahwa yang sedang berada di depan pintunya adalah suami kakaknya, Tuan Raja. Aksa yang ketakutan segera berlari menuju Farra yang masih mematung di tempatnya berdiri.
"Hai Farra!" sapa Raja sambil tersenyum menatap kakak-beradik yang tengah ketakutan itu.
__ADS_1
Bukan hanya Aksa, Farra pun tidak kalah shok dan ketakutan setelah mengetahui siapa yang sedang berdiri di hadapannya sekarang ini. Ia tidak menyangka bahwa apa yang paling ia takuti selama ini akhirnya menjadi kenyataan.
"Mau apa Anda ke sini, Tuan Raja?" Farra memeluk tubuh mungil Aksa yang bergetar hebat sambil memundurkan tubuh mereka karena Raja mulai melangkah mendekat.
"Aku ingin membawamu kembali ke rumahku karena kamu adalah istriku dan aku masih sah menjadi suamimu, Farra. Apa kamu sudah lupa akan hal itu?" sahut Raja sambil menyeringai licik.
Raja melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah mendekati Farra dan Aksa yang tengah berpelukan dengan tubuh bergetar. Ia tersenyum puas karena akhirnya ia berhasil menemukan gadis kampung yang selama ini sudah membuatnya seperti orang gila.
"Ikutlah bersamaku, Farra. Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi!" Raja mengulurkan sebelah tangannya kepada Farra yang masih memeluk tubuh mungil Aksa.
Bocah tampan itu sudah mulai terisak di dalam pelukan Farra. Ia benar-benar ketakutan dan tidak ingin Kakaknya diambil lagi oleh lelaki itu.
"Aku tidak mau!" Farra terus memperhatikan Raja yang kini kembali melangkah memutari tubuhnya dan Aksa.
"Oh ayolah, Farra. Aku tidak ingin terjadi kekerasan di tempat ini. Oleh sebab itu ikutlah denganku karena kamu tidak punya pilihan lain. Mau ataupun tidak, aku tetap akan membawamu kembali ke rumah kita."
Setelah mendengar ucapan Raja, Aksa pun melerai pelukannya bersama Farra. Dengan air mata yang masih merembes, Aksa memberanikan diri menatap Tuan Raja.
"Tuan, jangan bawa Kak Farra. Aksa sudah tidak mempunyai siapapun lagi. Bahkan Tante Nurmala pun sudah tidak ingin merawat kami, jadi Aksa mohon, jangan bawa Kak Farra," lirih Aksa dengan bibir bergetar menatap lelaki itu.
__ADS_1
"Maafkan aku, Aksa. Tapi aku tidak bisa menerima permintaanmu karena Kakakmu adalah istriku dan Kakakmu harus ikut aku mau atapun tidak." Dengan tatapan tajam, Raja memperhatikan Aksa yang masih menghiba kepadanya.
...***...