Seorang Bintang

Seorang Bintang
Satu


__ADS_3

cekrekkk.... cekreekk....


"Suara kamera, tapi darimana datangnya suara itu?"gumamku sambil celingukan mencari asal suara.


Kusapu pandangan ke seluruh sudut ruangan tempatku bekerja, yaaa... aku bekerja di salah satu perusahaan ternama di kotaku, dan kini aku sedang mengcopy berkas berkas yang aku butuhkan, alhasil sekarang posisiku berada di ruang khusus fotokopi.


Ketika sedang asyik dengan pekerjaanku, tiba tiba terdengar suara seperti sedang mengambil foto, setelah dicari cari tak terlihat siapapun, apa hanya perasaanku saja? bukan cuma kali ini saja, bahkan sudah berkali kali aku merasa seperti tengah di foto.


Tidak menemukan apa apa, aku melanjutkan pekerjaanku, jangan sampai aku keteteran hanya karena hal yang tidak jelas.


Namaku, Pandu Eka Gunadharma, aku salah satu staff marketing diperusahaanku, perusahaan yang bergerak di bidang property. Usiaku tahun ini, 24 tahun dan masih single, single karena aku orang yang sedikit introvert, bergaul hanya dengan teman yang benar benar aku kenal dekat dan jangka waktu yang lama.


Selesai mengcopy semua berkas berkas tersebut, aku kembali ke meja kerjaku dan mulai mengerjakan tugas kantor yang sedikit menumpuk.


Lagi lagi telingaku menangkap suara kamera yang sedang mengambil gambar, aku sengaja tak bergeming, kali ini aku harus tahu siapa yang suka mengambil fotoku secara diam diam, beberapa menit aku biarkan dia mengambil fotoku, lalu dengan sekali hentakan, aku memutar badanku dan dengan jelas aku dapat melihat, seorang gadis sedang asyik mengambil foto, entah fotoku atau foto apa, yang pasti tanpa ijin.


"hei kau... apa yang kau lakukan?" kataku berusaha mencekal tangannya agar tak kabur.


"ehmm..eh lepaskaaan..." sahutnya dengan panik.


"katakan dulu apa yang kau lakukan, baru aku akan melepasmu" jawabku sambil terus saja mencekal tangannya dengan kuat.


Gadis itu mencoba melepaskan diri, kekuatannya luar biasa jika dibandingkan dengan tubuhnya yang ringkih cenderung sedikit kurus. tapi sekuat kuatnya wanita, tak bisa menandingi kekuatan seorang pria.


"tolong lepaskan aku..." mohonnya.

__ADS_1


"tidak..." jawabku acuh.


"apa maumu?" dia tetap saja berusaha melepas cekalan tanganku.


"siapa kau? kenapa kau mengambil fotoku tanpa ijin?" tanyaku sedikit menghardik.


"aaa..aaku...aku tak sedang memfotomu!" sahutnya ikut ikutan dengan nada menghardik.


"lalu apa yang kau lakukan disini? mengendap endap seperti maling!"


"aku tidak mengendap endap, aku juga salah satu karyawan disini, jadi wajar saja kalo aku ada disini!" sahutnya tak mau kalah.


"dasar gadis aneh!!! setauku kau bukan bagian dari divisi marketing, disini ruangan marketing!" kataku dengan kesal.


"kau yang aneh, apa salahnya aku berada di divisi lain, apa aku tak boleh berkeliaran di dalam kantorku sendiri?" sungutnya.


"auuuw... kasar banget sih!!" ocehnya sambil berdiri.


"awas saja kalau sampe aku dapat bukti, kau mencuri fotoku, akan ku tuntut kau!!!" kataku tak kalah galak dengannya.


Gadis itu keluar dari ruanganku dengan menggerutu tidak jelas dan tangannya memerah karena cekalanku yang begitu kuat.


"dasar cowok aneh, ganteng sih, tapi kasar!!!! semprul!!" gerutuku sambil berjalan menuju ruanganku sendiri.


Aku, gadis aneh katanya, namaku Andhara Bilqis, aku salah satu staff keuangan di kantor yang sama dengan cowok kasar itu. sepertinya usiaku setahun lebih muda darinya, dia merupakan seniorku, walau kami tak saling kenal, kita sering bersua, maksudku aku sering melihatnya di setiap acara kantor, dia laki laki yang cuek, ketika bertanya tentang fb atau ignya, teman teman bilang dia tak berselancar di dunia maya. waah ada yaa jaman sekarang, seseorang yang tak tertarik dengan sosial media.

__ADS_1


Bahkan wajahnya yang tampan, punya nilai jual yang tinggi menurutku, dalam sekejap dia bisa viral dengan ketampanannya itu, aku mulai kepo tentang dirinya, dan mulai aneh dengan mengambil fotonya secara diam diam, dia tetap tampan meskipun tanpa ekspresi, inilah yang dinamakan tampan dari sononya, tanpa dipoles tanpa berekspresi, fotonya sudah bak pangeran.


Kali ini aku ketahuan, semoga saja dia mengabaikan aku tadi, sehingga tak mencari tahu lebih lanjut tentangku, aku memindahkan foto fotonya ke flashdisk pribadiku dan menghapusnya di ponselku, menjaga jaga saja, takutnya suatu saat dia menggeledah isi ponselku.


"hampir sajaa.... kalo ketahuan, mau taruh dimana mukaku??" lirihku sambil memegangi dadaku yang kembang kempis karena kejadian tadi.


"heeh... dar.... darimana ajaaaa??" tanya Gina, teman satu divisiku.


"oh.. anu.. aku abis dari toilet tadi..." jawabku berbohong.


"lama banget buk.. makan apaan semalem?"


"ga tau nih..." sahutku sambil mengelus perutku pura pura mules.


"minum obat gih... biar mampet"


"aku minum teh tawar aja ntar di kantin..." jawabku.


Ketika sudah duduk di mejaku, aku membuka galeri ponselku, aku lihat satu persatu foto hasil curianku, hihi... lumayaan.. meskipun sembunyi sembunyi hasilnya tetap bagus, karena memang objeknya sudah bagus.. haha...


Aku sendiri juga tak mengerti, kenapa juga aku harus mencuri foto fotonya, aku bahkan tak tertarik padanya, dihatiku ini semacam ada yang mengganjal, kenapa aku merasa mubadzir kalo tak menjajakan fotonya di sosial media? rasanya eman eman, wajah ganteng gitu ga dipublikasikan.


Aku memindah foto foto itu ke flashdisk pribadiku dan menghapusnya di ponselku, amaan.... batinku.


Aku masih berpikir keras, sudah cukupkah keberanianku untuk mengunggah fotonya tanpa ijin darinya??

__ADS_1


Sudah pasti akunku akan tersorot juga jika bisa mengunggah fotonya, secara dia bakalan viral dalam waktu sekejap.


Aku memang gadis aneh, yang gila sosial media dan gila followers...


__ADS_2