
Hubunganku dengan Pandu semakin dekat saja, semakin mengenalnya, aku jadi tahu sifat aslinya, sebenarnya dia banyak bicara dan nyambung jika di ajak ngobrol, dia hanya tak bisa berbicara lebih dulu saja apalagi dengan orang yang baru dikenalnya.
Selama ini aku salah sangka terhadapnya, jahatnya aku menjudgenya tanpa tahu kebenarannya, hihi.
Pandu ini laki laki yang baik dan humble, aku merasa nyaman berteman dengannya,
"weekend besok jalan yuk?" ajak Pandu.
"boleh... tapi mau kemana?"
"terserah... kamu ada ide ga?"
"ngemall? ke toko buku?"
"aku ikut kamu aja deh" sahut Pandu pasrah, sepertinya dia mengajakku tanpa tujuan, mungkin dia memang jarang keluar rumah selama ini.
Weekend tiba, aku menunggu jemputan Pandu di depan teras rumah, sambil memainkan ponselku, dan ketika Pandu datang, aku agak terkesima melihat penampilannya, karena baru kali ini aku melihatnya dengan pakaian casual. dia tampak bersinar.. hihi... aku tak menyia nyiakan kesempatan, dan aku langsung mengajaknya berselfie,
"eh, selfie yuk" ajakku.
"kita?"
"ya iyalah... "
Pandu sedikit kaku, beberapa kali berfoto, hasilnya malah seperti foto editan, aku sampe capek sendiri merubah gaya saat berselfie,
Dan ada satu foto yang menurutku lumayan, aku langsung mengunggahnya ke laman IGku, tentu saja dengan persetujuan dari Pandu.
Aku mengunggahnya dengan caption menantang, sengaja sih supaya menarik perhatian para followers, hihi....
"Me n My Sunshine"
Setelah berhasil mengunggah foto tersebut, kamipun langsung berangkat,
"beneran gapapa, unggah foto kita berdua?" tanyanya.
"kenapa emang?"
"ntar para fansmu pada kabur lagi"
"fans?? aku bukan artis kaliii..."
"ya sapa tau aja, ada penggemar yang beneran suka sama kamu"
"halaah... biarin aja ikh..."
"aku takut digebukin orang ntar, dikira ngerebut kamu dari mereka"
"hahahaha... kamu apaaan sih..."
"haha... takut aja.. secara kamu cantik, salah satu dari mereka pasti ada lah yang jatuh hati sama kamu"
"ah ga mungkin lah... sapa juga yang mau sama aku?"
__ADS_1
"kalo aku?"
"eh....?" aku melongo dibuatnya
"hihi... becandaa..." jawabnya.
"beneran juga gapapa" sahutku spontan.
"eh..." giliran dia yang melongo sekarang.
"haha... becandaaa...." sahutku sambil tertawa lepas, dia hanya memasang wajah datar dengan senyum yang terkesan dipaksakan.
Bukan ngemall atau ke toko buku tujuan kami, aku malah mengajaknya ke pantai,
Sampai di pantai, aku lari kesana kesini saking senangnya, karena sudah lama aku tak kepantai.
"girang banget sih..."
"udah lama aku ga ke pantai"
"kenapa?"
"ga da waktu"
"oh...."
"ga da temennya pula..." kekehku.
"yadah.. kalau mau kesini, ajak aku aja..." katanya.
"okee..." aku kembali lari lari dan bermain air, sedang dia hanya duduk dibawah pohon menghindari teriknya matahari.
"capek?" tanyanya.
"iya.. panas juga..." sahutku sambil mengusap peluh diwajahku.
"wajah kamu sampe merah gitu" katanya sambil memperhatikan wajahku.
"lupa ga pake sunblock, alamat gosong kulitku" keluhku.
"gosong juga tetep cantik" jawabnya.
Aku tersipu mendengar pujiannya.
"aku boleh jujur ga?"
"ngomong aja..." kataku sambil terus menyeruput air kelapa mudaku.
"aku suka sama kamu..."
"uhukk....uhuk..." aku tersedak karena terkejut dengan pernyataanya barusan.
"pelan pelan..." katanya sambil menepuk pelan bahuku.
Aku mengusap bibirku yang basah karena air kelapa muda yang muncrat setelah aku tersedak tadi.
__ADS_1
Dia terus saja memperhatikanku, membuatku salah tingkah, lalu dia membantuku membersihkan wajahku yang sedikit basah dengan tissue, sampai pada bibirku, dia mengusapnya lembut dengan jarinya, membuatku merasakan gelenyar aneh dalam diriku.
Perlahan dia mendekatkan wajahnya pada wajahku, lalu mengecup bibirku, hanya kecupan saja sudah membuatku menjadi kaku seperti patung saking kagetnya, karena aku tak membalas, dia melepas ciumannya,
"maaf...." ucapnya lalu menunduk.
"aku juga minta maaf.. aku terlalu kaget sehingga tak meresponmu"
Mendengar jawabanku, Pandu menciumku lagi, kali ini aku membalas ciumannya, bahkan dengan berani aku mengalungkan tanganku ke lehernya,
"apakah ini ciuman pertamamu?" tanya Pandu setelah melepas ciumannya.
"darimana kau tahu?"
"kita sama sama kaku" kekehnya.
"apa ini juga ciuman pertamamu?" aku bertanya balik.
"iyaa... memangnya siapa yang mau mencium cowok introvert sepertiku?" jawabnya.
"aku..." setelah menjawab, aku mencium bibirnya secepat kilat.
Pandu tertegun lalu tersenyum padaku,
"mulai berani yaa...." ucapnya lalu menggelitik pinggangku membuatku geli dan tertawa terbahak bahak.
🍋🍋🍋🍋🍋🍋
Begitulah hubunganku dengan Pandu, mengalir begitu saja, tanpa acara tembak tembakan romantis seperti anak muda kebanyakan, kami lebih pada menunjukkan ketertarikan kami satu sama lain.
"jadi sekarang kita pacaran kan?" tanyanya.
"maunya?"
"maunya iyalaah..." jawabnya.
"yaudah..." kataku.
"makasihhh beb"
"sama sama bebekkkk" jawabku.
"kok bebek sih? bebeb donk..." ujarnya pura pura kesal.
"oke deh... bebeb...." jawabku dengan gemas.
Di rumahpun tak henti hentinya aku membayangkan Pandu, ya Tuhaaan.... mimpi apa aku?? bisa dapet pacar setampan Pandu? wajahnya yang mirip oppa oppa korea, duhhh... bikin aku klepek klepek.
Aku ingin update status di FBku karena aku lagi bahagia, tapi belum saja membuka FB, aku sudah melihat notifikasi laman IGku yang berjubel jubel banyaknya, apalagi kalo bukan karena unggahan fotoku kemaren? foto berdua dengan Pandu.
Banyak yang berkomentar, nanya siapa lah, aku yang halu lah, foto editan lah.. dan masih banyaak komentar miring lainnya.. aku sudah terbiasa di hujat jadi aku abaikan saja.
Tak hanya di kolom komentar, di DM pun penuh sesak netizen yang maha benar menghujatku, tapi ada sih beberapa yang positif, sampai mataku tertuju pada satu DM, dari agensi yang dulu lagi.
"jadi laki laki itu pacar kamu? bisa kami orbitkan?" isi DMnya.
__ADS_1
Aku belum bisa membalasnya, sebelum bertanya pada Pandu.
🍤🍤🍤🍤🍤🍤