
Hampir sebulan aku menjalin kasih dengan Pandu sejauh ini Pandu baik dan perhatian, Pandu merupakan paket komplit, wajahnya tampan bak oppa oppa korea meskipun dia tak setinggi para bintang hallyu tersebut tapi postur tubuhnya pas untukku yang memiliki badan kecil,hihi...
Tak aneh jika sedang berjalan jalan di Mall, banyak mata mata nakal yamg mencuri pandang ke arah Pandu, aku harus tahan banting agar tak terus menerus merasa cemburu, resiko punya pacar tampan. batinku.
"beb...masalah DM dari agensi itu..."
"hmmm..."
"beb.... kok hemm doank sih?" tanyaku.
"trusss.. aku harus gimana beb?"
"ya nanya kek apa kek, jangan ham hem ham hem doank!" sungutku kesal.
"ya udah... jangan marah marah... apa isi DMnya beb?"
"ishhh... tunggu ditegur dulu baru ditanggepin!" jawabku masih kesal.
"iya deh maaf...janji ga ngulangin lagi"
"tauk ah!"
"kok masih marah? aku kan udah minta maaf"
"udah lupa mau bahas apa!" kataku beralasan.
"tadi kamu ngomong masalah DM di IG, kenapa dengan DMnya sayang?"
"ga tau!"
" ya ampun... masih marah aja... lagi PMS ya beb!
"gaaaaaaaa T.........A.........U" jawabku dengan penuh penekanan.
"ya udah kalau ngambek gitu, ga aku anter pulang nih" memang saat ini kami sedang dimobil, Pandu mengantarku pulang selepas bekerja.
"terserah.. turunin suka suka kamu aja" ucapku pasrah.
"kalo aku aku bawa pulang gimana?"godanya.
"ikh... maumu!!!"
"emang kamu ga mau?" tanyanya tetap dengan nada menggoda.
"malesss!!"
"yakin? kita ke apartemenku ya"
" enggak... ngapain kesana? sepi ga da orang!" kataku.
"kan enak, bebas berduaan"
"ikh emang mau ngapain berduaan, mesum nih pikirannya!"
"yee... sapa juga yang mesum, kan enakan ngobrol di apartemen daripada dimobil begini!" terangnya.
Aku jadi malu sendiri karena menuduhnya mesum, haha..
Benar saja, Pandu membelokkan mobilnya ke arah apartemen pribadinya,
__ADS_1
Sebelum menuju apartemen, Pandu mampir ke mini market, membeli beberapa cemilan dan minuman, apartemen itu jarang di tempati jadi tidak ada makanan sama sekali disana.
"ayo turun..." ajaknya ketika sudah sampai di parkiran apartemen.
Akupun turun dari mobil dan mengikutinya. selama ini, aku hanya mendengar cerita dari Pandu saja tentang apartemen miliknya dan sekarang pertama kalinya aku datang kesini.
"silahkan masukkk bebeb...." ucapnya sambil tersenyum.
Aku masuk dan tercengang melihat isi dalam apartemen yang begitu rapi dan bersih, bahkan tampilan interiornya mirip mirip dengan rumah milik orang korea, terkesan minimalis tapi mewah.
"waaaah....." kataku mengagumi interior apartemen, aku hampir lupa kalau sedang marah pada Pandu.
Pandu nampak senang melihat ekspresiku,
"kamu suka?"
"enggak... biasa aja" jawabku berusaha menutupi kekagumanku.
"hiiiihiii...." kekeh Pandu.
Dan tanpa diduga, dia mendorongku hingga terhimpit ke tembok, wajah kami berdekatan, aku pikir akan dicium olehnya jadi aku memejamkan kedua mataku, tapi lama memejamkan mata, bukan di cium, dia malah hanya menatapku sambil tersenyum,
"sekarang siapa yang pikirannya mesum?" ujarnya senyum senyum.
"iishhh....." desisku kesal lalu mendorong dadanya menjauh dariku.
Tapi bukannya menjauh, Pandu kembali menarikku ke dalam pelukannya, dan dengan cepat mencium bibirku,
"memang mau cium daritadi, abisnya gemes!" katanya setelah melepas ciuman singkat tersebut.
Aku mulai tak bisa menahan senyum dan menunduk karena malu.
"enggak..."
"trus?"
"katanya kesini mau ngobrol?"
"oh iya... oke oke..."
"jadi masalah DM waktu itu, itu darig kl agensi yang dulu pernah nge DM aku pas unggah foto kamu tanpa ijin"
"hmmm.. lalu?" jawabnya sambil membuka snack.
"nah si Agensi ini, Agensi ternama, dia pengen ngorbitin kamu"
"ya terus....?" Pandu nampak mengunyah snack yang baru dibukanya.
"nabrak..."
"kok nabrak?" tanyanya menoleh heran ke arahku.
"habisnya terus terus mulu, ya udah ga da terusannya, jadi gimana tanggapan kamu?"
"haha... kamu nih yaa... lucu..." jawabnya terkekeh.
"serius napa beb" kataku kesal.
"iya iya maap beb..jadi kamu maunya gimana? kamu mau aku nerima tawaran agensi itu?"
__ADS_1
"terserah kamu beb.. aku cuma menyampaikan pesan dari Agensinya aja"
"kalo aku sih ga minat beb, dari dulu kan aku udah bilang kalo aku ga suka jadi pusat perhatian" jawabku serius.
"apa salahnya dicoba beb? peluang bagus lhoh, jarang jarang agensi tu ngerekrut sendiri calon bintangnya"
"tadi kata kamu terserah aku... sekarang malah di iming imingin" kekehnya lagi.
" ya enggak gitu juga beb.. menurutku ini merupakan kesempatan emas, dan kamu tau ga? semua yang di orbitkan oleh agensi itu, rata rata sukses jadi bintang terkenal" ucapku dengan menggebu gebu.
"kamu yakin nyuruh aku nerima tawaran itu? nanti kalo aku sibuk trus ga da waktu buat kamu, gimana?"
"hmmmm... aku kan ga boleh egois beb, demi kesuksesan kamu"
"menurut kamu aku kurang sukses sekarang? aku punya pekerjaan mapan dan sudah memiliki apartemen"
"bukan beb... bukan itu maksud aku... gimana ya ngejelasinnya? aku juga bingung, intinya aku pengen kamu mencoba hal baru"
"boleh aku pikir pikir dulu?"
"ya boleh lah beb.. " kataku sambil nyengir kuda.
"kamu sengaja ya nyengir gitu? mau godain aku?"
"eh... ya enggak lah!" jawabku salah tingkah.
Pandu makin gemas melihatku yang salah tingkah, Pandu kembali menarik tengkukku dan mencium bibirku, kali ini dia mulai ******* bibirku dan menggigitnya, membuatku terpaksa membuka mulut, kesempatan bagi Pandu, Pandu bermain di dalam rongga mulutku membuat tubuhku terasa panas.
Dari bibir, ciuman Pandu turun ke leher, Pandu mencoba membuat kissmark, tapi gagal membuatku geli,
"beb.. boleh buka baju ga?" kata Pandu dengan lirih.
"gak... ngapain buka baju" jawabku lalu kembali menciumnya, aku merasa belom puas mencium Pandu,
Ciuman yang membuat tubuhku semakin panas, tanpa terasa aku mengijinkan tangan Pandu yang mulai nakal menjamah payudaraku dari balik kemeja kerjaku.
Pandu meremasnya dengan lembut, membuatku mendesah, mendengar desahanku tangan Pandu semakin liar menyentuhnya, tapi ketika tangannya menyelinap masuk kedalam kemejaku, aku menepisnya,
"jangan beb...." kataku lalu membenahi kemejaku yang mulai terbuka kancingnya.
"maaf beb..." ucapnya lalu menyisir kasar rambutnya, nampaknya dia kesal karena aku melarangnya.
"aku juga minta maaf beb..."
Dia berdiri dan langsung ke kamar mandi, aku mendengar suara gemericik air, sepertinya dia sedang mandi.
Selasai mandi, Pandu keluar dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang sampai paha, badannya yang putih dan kekar membuatku menelan salivaku dengan susah payah.
"kenapa beb?" tanya Pandu.
"eh... gapapa" jawabku lalu mengalihkan pandanganku pada snack snack yang berantakan di lantai.
"aku ganti baju dulu ya.." pamitnya.
"aku hanya menganggukakan kepala tanpa menoleh lagi, bisa bisa copot jantungku lama lama menatap tubuhnya yang basah.
Setelah dia berpakaian, aku mengajaknya pulang karena hari sudah larut, sebelum pulang, Pandu memberi ciuman ekstra, kami berciuman di atas ranjang miliknya bergelung dengan selimut tebal disana, aroma tubuhnya yang menyegarkan membuatku tak mampu menolaknya.
🍥🍥🍥🍥🍥🍥
__ADS_1