
"wah bapak termasuk rajin juga ya buka IG!" kataku.
"ga juga sih, kebetulan aja tadi lagi buka terus muncul foto kamu!" jawabnya santai.
"kebetulan yang aneh!" racau ku.
"apanya yang aneh?"
"gapapa sih pak!" sahutku dengan cepat.
"kau mau kemana setelah dari sini?" tanya pak Deva.
"em saya mau langsung pulang aja, Mela sudah menunggu di rumah!" jawabku seadanya.
"oh ya, bagaimana kabar Mela? sudah lama aku tak berjumpa dengannya!"
"iya lama sekali pak, dulu anda bertemu dengannya ketika dia masih kecil sekali!"
"mungkin dia sudah lupa padaku!"
"sepertinya begitu hehe..." sahutku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal
"boleh kapan kapan aku mengajaknya bermain?"
"hah??" aku melongo.
"kenapa?"
"apa orang seperti anda, punya waktu untuk bermain main?"
"kau pikir aku robot? aku juga butuh refreshing!"
"saya kira penggila kerja seperti anda tidak pernah memikirkan refreshing!"
"saya memang jarang refreshing!" wajahnya berubah pias seketika, dlihat lihat kasihan juga, sepertinya dia kesepian.
"ya sudah lain kali, saya akan mengajak Mela kemari!"
"aku akan menantikan saat itu!" sahutnya sumringah, cepat sekali suasana hatinya berubah.
🎲🎲🎲🎲🎲🎲
Karena hari masih sore, aku berniat mengajak Mela jalan jalan ke Mall, sudah lama rasanya tidak jalan jalan berdua dengannya.
"sayang, ke mall yuk!" ajakku.
"ke mall? beneran mih?" tanyanya senang.
"iya.. mumpung mamih cuti nih!"
"ayo mih berangkat!"
__ADS_1
"semangat banget, ganti baju dulu gih, mamih juga mau ganti baju!"
"siap mih!" Mela bergegas ke kamarnya, tak sabaran untuk ngemall bersama sang mamih.
15 menit bersiap, kami sudah rapi dan sebelum berangkat aku mengajak Mela berselfie, hahaa.. aku ingin memostingnya di akun sosmed ku.. sampai kini pun aku tetap jadi penggila sosmed.
Cekrek...cekrek...
Tidak susah berkolaborasi selfie dengan Mela karena dia juga jago selfie, sepertinya sifatnya banyak menurun dariku. hihi..
Seperti janjian, padahal tidak janjian, kami memakai baju dengan warna senada, sehingga terlihat sangat kompak.
"cantik banget sih anak mamih!" kataku memujinya lalu mencubit pipinya dengan gemas.
"aduh sakit mih!" keluh Mela lalu menggosok pipinya yang memerah.
Sampai di Mall, kami main game, makan dan terakhir nonton film, ketika antri membeli karcis, tak sengaja mataku melihat sosok Pandu dan istrinya Lala, cepat cepat aku menghindari mereka, namun naas, Mela malah memanggil papinya,
"papi......" panggil Mela lalu menghampiri Pandu.
Pandu terlihat senang melihat Mela tapi tidak dengan Lala, dia memasang wajah masam melihat kami berdua.
"sayang.. Mela udah dari tadi?" tanya Pandu sambil menyambut Mela ke dalam pelukannya.
"iya pi, udah dari tadi, kebetulan Mamih cuti!" jawab Mela tanpa melihat ke arah Lala.
"em... ga deh pi!" jawab Mela setelah mendapat tatapan tajam dari Lala setelah barusan meliriknya sekilas.
Pandu terlihat kecewa, karena Mela menolak ajakannya, hubungan Pandu dengan putrinya tersebut sudah tak seintens dulu lagi, Mela seperti menjaga jarak, mungkin karena kehadiran Lala.
"ayo sayang! filmnya keburu mulai lho!!" ajak Lala menarik lengan Pandu.
Pandu mau tak mau selalu menurutinya, karena Lala selalu mengancam akan menjauhkannya dari bayinya jika Pandu tidak menuruti keinginannya.
Sungguh miris hidup Pandu kini, terjebak pada wanita seperti Lala yang sanggup melakukan apapun demi ambisinya sendiri.
Pandu menatap Dara sekilas, terbersit penyesalan didalam hatinya karena telah meninggalkan wanita yang ada di hadapannya kini, melihat Dara semakin cantik dan baik baik saja, hatinya semakin sakit.
Mela berlari mendekati mamihnya, sedang Pandu, mengekori sang istri yang tampak sewot.
Dara berusaha bersikap biasa saja, walau hatinya kadang masih terasa sakit melihat Pandu bersama wanita lain.
Namun dia enggan menyapa dua orang tersebut, mengingat apa yang telah mereka berdua lakukan dulu terhadapnya.
Pandu dan Lala sudah menghilang dari pandangannya, sedang dirinya dan Mela masih dalam antrian panjang.
"mih, panjang banget antriannya!" keluh Mela.
"film yang kamu mau tonton, film yang lagi viral kadi wajar saja antriannya sepanjang ini!" sahutku.
__ADS_1
"kelamaan, pulang aja yuk mih!"
"beneran kamu ga mau nonton?"
"males mih! besok besok aja deh!" ucapnya dengan wajah kesal, aku tahu jika Mela sangat ingin nonton film ini.
"nih tiketnya!" kata seseorang dari belakangku, menyodorkan 3 lembar karcis masuk.
Aku menoleh dan berusaha melihat siapa yang menawarinya karcis.
"pak Deva?" mataku melotot sempurna melihat Pak Deva di hadapan ku saat ini.
"kenapa? kaget?" katanya sambil tersenyum manis.
"ke..kenapa bapak bisa ada disini?" tanyaku merasa heran.
"kau rajin memosting kegiatanmu, jadi tak perlu heran jika aku tahu kau disini!"
Wajahku langsung merona sempurna,
"tapi untuk apa bapak kemari?"
"nontonlah! masak iyaa aku memancing!"
Aku tidak fokus pada jawabannya, penampilan pak Deva sukses mencuri perhatianku, dia tampak lebih fresh dan tampan.
"kenapa kau melihatku seperti itu? terpesona?" godanya.
"eh... tidak!" sahutku cepat.
"siapa mih?" tanya Mela sambil menatap kearah pak Deva.
"halo cantik.. apa kau tak ingat padaku? aku om Deva, kita pernah bertemu tapi dulu kau masih sangat kecil sehingga kau pasti sudah melupakanku" ujarnya sambil berjongkok mensejajari tubuhnya dengan Mela.
"hai om.. sepertinya aku benar benar lupa!" jawab Mela berusaha mengingat Deva.
"ayo kenalan lagi, agar tidak lupa lagi!" katanya lalu menyodorkan tangannya dan memperkenalkan diri.
"namaku Deva, senang berjumpa denganmu!"
"aku Mela om.. Mela juga senang bisa ketemu om ganteng!' sahut Mela.
"haruskah kita tetap berdiri disini?" kataku jengah.
Mela dan Pak Deva hanya terkekeh pelan.
Lalu kami menikmati filmnya,
â™ â™ â™ â™ â™ â™
__ADS_1