Seorang Bintang

Seorang Bintang
Limapuluhsatu


__ADS_3

Pandu merencanakan liburan bersama keluarga, bahkan dia mengajak serta Cika dan Dr Rendra.


"kira kira enaknya liburan kemana?" tanya Pandu.


"kemana aja asal bisa terlepas dari kejaran media" sahutku.


"kalau masalah itu, aku tidak bisa janji sayang, media tersebar dimana mana dan aku tidak mengenal mereka satu persatu, jadi mana aku tahu ada media atau tidak" jawab Pandu.


"susah sekali ya hidup bebas seperti orang biasa" keluhku.


"apa kau merasa terganggu sayang?" tanya Pandu.


"eh.. bukan begitu maksudku"


"kalau aku tidak ikut, mungkin media tidak akan mengikutimu!"


"bukan begitu maksudku, apa jadinya liburan tanpa dirimu? lebih baik aku disini, berduaan denganmu saja"


"maafkan aku ya sayang, gara gara aku, kau jadi tidak sebebas dulu"


"sudah resiko, sejak aku menerimamu kembali, aku sudah memikirkan konsekuensinya" jawabku.


"Mela ingin liburan bersama kita, orangtuanya!"


"ya ya ya.. ayo kita liburan" sahutku.


"yeaayy.." sorak Pandu senang.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Hari ini, kami siap berangkat liburan ke bali, kedua Mamah turut serta, Cika, Dr Rendra dan Beno pun tak mau ketinggalan.


Kami sengaja memutuskan untuk menggunakan jalur darat, agar bisa lebih menikmati waktu di perjalanan.


Pandu dan Dr Rendra berada di belakang kemudi, mereka tidak menggunakan sopir karena tidak ingin di ganggu oleh keberadaan orang luar di tengah tengah liburan keluarga ini.


Belum sampai separuh perjalanan, mobil Pandu berhenti di rest area,


"akkkh... lelah sekali rasanya" keluh Pandu setelah merebahkan tubuhnya di rest area.


"kan sudah aku bilang, sebaiknya kita membawa sopir" kataku.


"hmm.. aku tidak menyangka akan selelah ini, ini bahkan lebih melelahkan dari syuting semalam suntuk!"


"mau gimana lagi? apa kita putar balik saja?"


"eh jangan... biarkan aku istirahat sebentar, mungkin akan lebih baik"

__ADS_1


"ya sudah istirahat saja kalau begitu"


"ada apa dengannya?" tanya Dr Rendra padaku.


"dia lelah"


"ya sudah kita istirahat disini saja dulu, jangan terlalu dipaksakan, bisa bahaya" sahutnya.


"iya..sebaiknya kau istirahat juga"


"aku akan berjalan jalan sebentar, mencari udara segar" ucap Dr Rendra.


"tapi apa kau tidak lelah?"


"hanya sebentar saja" sahutnya.


"baiklah.. hati hati" kataku


πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹


"kau mau kemana?" tanya Cika pada Dr Rendra.


"cari angin segar, kau mau ikut?" ajak Dr Rendra.


"ehmmm.. sepertinya ide bagus!" sahut Cika.


"ayo..." ajak Dr Rendra sambil menggandeng tangan Cika.



Dan ini salah satu hasil swafoto Dr Rendra dan Cika,


"ya Tuhan.. aku lelah mencari kalian berdua, kalian malah enak enakan berdua disini!" omel Beno.


"siapa suruh kau tak membawa pasangan!" tukas Dr Rendra sambil memeluk pinggang ramping Cika.


"ishh... mulutmu Ren, maaanissss sekali!!" ucap Beno kesal.


"dia memang manis!" Cika sengaja bermanja-manja pada Dr Rendra membuat Beno makin kesal.


"kau ikut ikutan Rendra ya sekarang!" tunjuk Beno ke wajah Cika.


Dr Rendra dan Cika tertawa melihat kelakuan Beno, sedang Beno hanya bisa mendengus kesal, nasib liburan tanpa pasangan! bukan tanpa sebab, Beno tidak bisa memiliki pasangan karena tampilan luarnya yang nyentrik suka berdandan ala wanita dan tutur katanya yang bisa dibilang lemah lembut, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya dia laki laki tulen dan perkasa, hanya saja dunia kerja menuntutnya berpenampilan seperti sekarang.


"andai saja ada seseorang yang bisa melihat sisi lain ku yang sebenarnya" gumam Beno sambil menerawang jauh.


"woi... malah bengong, awas kesambet setan lho!" ujar Cika sambil menepuk bahu Beno.

__ADS_1


"ya Allah, amit amit ya!" kata Beno sambil mengetuk kepalanya sendiri.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Keesokan harinya, kami baru bisa menginjakkan kaki di pulau dewata, lelah dalam perjalanan, memaksa kami untuk istirahat sejenak sebelum menikmati liburan yang sebenarnya.


"duh, tahu gitu naik pesawat aja, simple!" gerutu Pandu.


"ini kan ide gilamu, kenapa sekarang jadi kau yang mengeluh?" tukas Dr Rendra.


"ya aku tidak menyangka akan selelah ini!"


"tapi setidaknya kita bisa menikmati moment kebersamaan dijalan dengan waktu yang sedikit lama" sahutku.


"ayo sayang, ajak Mela juga, kita istirahat" ajak Pandu.


"Mela mau bobo sama oma aja pi, boleh ya?" ucap Mela.


"apa Mela tidak ingin tidur dengan mamih dan papi?" tanya Pandu.


"besok aja.. sekarang Mela mau nemenin kedua oma"


"baiklah... terserah Mela saja.. kalau ada apa telpon papi ya atau teriak aja, kamar papi ada di sebelah kamar kamu!"


"eits.. kalian bisa sekamar, hanya karena Mela, jaga batasan kalian!" ujar mamah mengingatkan.


"siap maaah" sahut Pandu.


"kalau begitu, aku sekamar dengan Cika saja.. ogah sekamar dengan Beno!"


"ishh.. siapa juga yang mau sekamar denganmu! begini begini aku masih normal kelesss!!" jawab Beno.


"sebaiknya malam ini kau tidur dengan selimut double, agar tidak kedinginan!" ejek Dr Rendra.


"berhenti mengejekku atau aku akan tidur dikamar kalian, bertigaaaa....." Beno balik mengejek Dr Rendra.


"eitss... jangan!" sergah Dr Rendra dengan cepat.


"hahaha... wajahmu sampai ketakutan begitu, segitu inginnya kau berduaan dengan Cika, ingat batasanmu Ren kalau tidak aku akan mengadukanmu pada mamahmu!"


"mulai kapan mulutmu suka mengadu?"


"tentu saja mulai saat ini, hahahhaa" jawab Beno sambil terbahak.


"sudah sudah.. sebaiknya kita istirahat sekarang, agar bisa menikmati liburan besok dengan kondisi tubuh yang fit" ujar Pandu.


Kamipun masuk ke kamar masing masing dan mengistirahatkan tubuh lelah kami di ranjang empuk hotel.

__ADS_1


🌢🌢🌢🌢🌢🌢


Maafkan Readerss agak ga jelas... susah banget dapet inspirasi .. mau hibernasi kasian ama yang nunggu ..πŸ₯΄


__ADS_2