
Selama di pesawat, aku berusaha keras agar tak memejamkan mata, setelah berdebat panjang dengan Dr Rendra yang duduk di sebelahku, aku pun bingung harus berbuat apa agar tak mengantuk, akhirnya aku memutuskan untuk mendengarkan musik dengan headset.
Lagu yang ku simpan semua rata rata adalah lagu kesukaanku, aku hanyut dalam kegiatanku sendiri tanpa sadar Dr Rendra tengah menatapku dengan intens.
Sampai aku merasakan sebuah tangan merampas headsetku yang sebelah,
"kamu dengerin apaan sih? kayaknya seru banget" kata Dr Rendra sambil merampas headset dari telingaku.
"ih... pelan pelan kali dok..!" sergahku terkejut
Dr Rendra tak menghiraukan sergahanku, dia langsung memasang headset ke telinganya yang otomatis membuatku tertarik lebih dekat dengannya, kini wajah kami berdekatan, Dr Rendra menatapku dengan lekat, aku pun menatapnya,
"ya Tuhan, dia semakin ganteng jika dilihat sedekat ini" batinku meronta.
Aku terpesona kali ini,
"woooii..bengong lagi.." katanya menyadarkanku dari lamunan.
"apaan sih!" sahutku sarkas.
"kamu ngeliatinnya gitu banget, bikin ngeri..." ucapnya.
"ngeri?? Dokter pikir aku dedemit apa!" sahutku.
"kalo dedemitnya kaya kamu, aku rela deh di gangguin saban hari"
"yeeee....maunya! udah ga usah berisik, aku jadi ga bisa fokus dengerin lagunya!" kataku sambil berusaha merebut headset yang ada di telinganya.
Dengan cepat tangan Dr Rendra mencekal tanganku lalu dia menggenggam tanganku dan menyimpannya di saku jaketnya.
Aku tak bergeming saat tanganku mendapat kehangatan disana,kami mendengarkan lagu berdua dalam diam,Dr Rendra menutup matanya seolah sangat menikmati lagu lagu yang kuputar, sedang aku? tubuhku kaku karena sebelah tanganku terkunci di dalam saku jaket miliknya.
Lama lama aku mulai mengantuk dan tanpa sadar terlelap dibahu Dr Rendra yang bidang.
Samar samar ku dengar suara memanggil manggil namaku,
"Dar... Dara..ayo bangun.. pesawat sebentar lagi landing" ucapnya dengan lembut.
Aku mengerjap ngerjapkan mata perlahan dan menguap lebar sekali tanpa menutup mulutku,
"hoaaamm... udah landing ya?" gumamku.
"kalo nguap ditutup kali, ga sopan" kata suara itu lagi, siapa lagi kalo bukan Dr Rendra.
Setengah sadar, aku terkejut dan setelah benar benar tersadar, aku terjengkit , mengingat aku tertidur di bahunya dan menguap tak sopan di depannya,
"oh....omo...omo..." ucapku.
"gapapa ga usah panik gitu" ucapnya lembut.
Aku berusaha menyembunyikan wajahku dibalik jumper jaketku yang lebar dan bersikap seolah tak ada yang terjadi.
__ADS_1
"ck... bodoh bodoh, kenapa sampe ketiduran sih!" rutukku dalam hati.
Sampai keluar dari pesawatpun, aku tetap pura pura bodoh dan berjalan mendahuluinya.
Dr Rendra hanya senyum senyum sendiri melihat sikapku yang salah tingkah.
🍊🍊🍊🍊🍊🍊
Setelah check in hotel, aku langsung mandi karena gerah, aku memilih sekamar dengan Cika.. daripada sendirian, pasti membosankan.
"abis mandi, kita jalan jalan sambil cari makan" ajak Cika.
"oke.. emang pemotretannya jam berapa?"
"jam 2.." jawabnya lalu masuk ke kamar mandi"
"wah lumayan...sekarang masih jam 9, berarti ada waktu 5 jam lagi buat santai santai" gumamku seorang diri karena Cika sudah berada di kamar mandi.
Di Lobby hotel sudah ada mas Beno dan Dr Rendra yang tampak santai dengan pakaian casualnya, lebih lebih Dr Rendra, dia selalu saja tampan mengenakan pakaian apapun.
"Dar.. mau makan apa?" tanya mas Beno.
"terserah mas Beno deh... Dara mah apa aja mau" ucapku santai.
"makan orang mau?" goda Dr Rendra.
"hahaha..." dia tertawa keras sekali membuat orang sekitar melihat kearah kami.
"yaaa ampyunn... baru tahu aku Ren, ternyata kamu bisa ngakak juga" kata Mas Beno.
"ah dia mah biasa ngakak gitu kali mas Ben.." ucapku.
"ih... padahal selama ini dia anti banget ngakak lho Dar" jawab mas Beno.
"ah masak sih??" sahutku tak percaya.
Masak iya Dr aneh yang satu ini, tak pernah ngakak seperti yang di ucapkan mas Beno yang nota bene adalah saudara sepupunya? padahal selama aku mengenalnya, Dr Rendra sering terbahak bahkan dia sering membuat lelucon yang sangat lucu dan sukses membuatku tertawa sampai mengeluarkan airmata.
"apa kalian mau tetap berdiri disitu?" tanya Cika yang sudah jalan beberapa langkah di depan kami.
"ya enggaklah... aku lapeeer banget kaleee..." sahutku sambil setengah berlari menyusul Cika.
Dr Rendra dan mas Beno berjalan di belakang kami, wajah tampan Dr Rendra tak ayal menjadi pusat perhatian para cewe cewe jogja yang kebetulan berpapasan dengannya.
Kami memutuskan untuk makan gudeg, setelah mencari warung gudeg yang enak dan nyaman, Cika segera mencari tempat duduk dan memesannya untuk kami berempat. sebenarnya ada 4 orang kru lagi yang turut serta namun mereka memilih berpencar.
Kami makan dalam hening, menikmati betapa lezatnya makanan khas Jogja ini,
"alhamdulillah kenyang..." seruku yang ternyata jadi orang pertama yang menghabiskan makananku.
__ADS_1
"kamu laper apa doyan?" tanya Cika.
"dua duanya.." sahutku sambil nyengir kuda.
Mas Beno dan Dr Rendra hanya geleng geleng kepala dan tersenyum kecil melihat sikapku.
🍐🍐🍐🍐🍐🍐
Setelah ber make up dan ganti baju, aku berjalan menuju lokasi pemotretan yang masih dalam area hotel tempat kami menginap ditemani oleh Cika.
Gambar demi gambar sudah di ambil oleh kru handal agensi kami,
"yaap.. bagus Dara..." kata sang fotografer.
"kalo begini terus, pemotretan akan lebih cepat selesai dan kita punya banyak waktu buat jalan jalan" seru kru lainnya dengan senang.
"makasih semuanya..." sahutku senang sambil melihat lihat hasil jepretan tadi,
"wah bagus bagus ya..." seruku.
"jelaslah... sapa dulu fotografernya.." sahut sang fotografer dengan bangganya.
"ya udah kita break..." kata seorang kru.
"break? emang udah selesai?" tanya mas Beno yang tiba tiba hadir ditengah tengah kami.
"udah donk bos... bos bisa lihat sendiri hasilnya" sahut sang fotografer sambil menunjukkan hasil pemotretannya tadi.
Mas Beno tampak tersenyum puas, "bagusss.... terimakasih atas kerja samanya... kalian boleh istirahat, pemotretan kita lanjutkan besok" ucapnya.
"siaaapp..." sahut para kru secara bersamaan.
"beneran udah selesai?" tanya Dr Rendra yang kini ada di sebelahku.
"he em... lebih cepat dari perkiraan" sahutku senang.
"setelah ini, apa mau jalan jalan?"
"jalan jalan? kita? kemana?" kataku.
"iya kita berdua.. kemana aja deh" sahutnya.
"hmmm... oke..." jawabku.
"baiklah... aku tunggu di lobby ya..." kata Dr Rendra lagi.
"ashiaaaap dok...." jawabku menirukan jargon dari salah satu youtuber terkenal.
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒