
Sejak kejadian tertangkap basah tempo hari, aku lebih berhati hati dan aku berusaha sebisa mungkin menghindarinya, jangan sampai bertatap muka dengannya. bisa bisa dia mengungkit lagi kejadian tempo hari.
"udah kaya maling beneran kamu ya!" tiba tiba ada suara dari belakangku, suara yang mungkin aku kenal.
Aku membalikkan badan dengan mata terpejam dan berharap itu bukan dia yang ada dalam pikiranku, aku membuka mataku perlahan, daaaaan.... jeng jeng... dia manusia tampan tapi galak itu, si Pandu yang aku ambil foto fotonya secara tersembunyi.
Aku berusaha bersikap tenang dan memulihkan kelakuanku, seolah tak ada apa apa,
"ikh apaan sih!!! ngagetin orang aja!"sungutku kesal.
"ya begini kelakuan maling, gitu aja kaget!"
"eh enak aja ngatain orang maling, aku tuntut pencemaran nama baik baru nyahok lu!!"
"kalo bukan maling ngapain kamu ngendap ngendap begitu?"
"ya Tuhaaan kepo banget sih... siapa juga yang ngendap ngendap!"
"ya situ lah!"
"arggghh... udah ah aku lagi males debat sama kamu!!!" aku berusaha menjauhinya.
Ketika hendak kabur, dia mencekal tanganku,
" awas aja kalo kamu berani macem macem!!"
"cihh... beraninya ngancem ngancem!!" cibirku lalu segera pergi dari hadapannya.
Sampai di mejaku, aku mengatur nafasku yang ngos ngosan karena berlari.
"ishh... siapa dia berani berani ngancem aku??" gerutuku sendiri.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Sepertinya aku harus terbiasa di awasinya setiap waktu, dia benar benar penasaran terhadap apa yang aku lakukan semenjak dia mencurigaiku telah mencuri fotonya tempo hari.
"Pan...tolong ke divisi keuangan donk.. cek berapa dana buat launching produk baru kita" kata Desta, teman satu divisiku.
__ADS_1
"oke..." sahutku.
"eh... tapi jangan aku lah.. yang lain aja.. aku males kesana"lanjutku ketika teringat disana ada gadis aneh itu.
"ya ampun Pandu....temen yang lain pada sibuk, cuma kamu yang nganggur!" sergahnya.
"yayayayayya... aku kesana sekarang" jawabku sedikit sewot.
Aku berjalan menuju ruangan divisi keuangan, berharap gadis itu sedang tak diruangannya,
Sesampainya disana, aku bisa bernafas lega, aku tak melihat wajah gadis aneh tersebut,
"permisi, aku dari marketing, mau minta rincian dana untuk launching produk berikutnya" kataku pada Gina, salah satu staff disana.
"ouh itu... tunggu bentar ya.. masih ada diruangan direktur" jawabnya.
Akupun memilih duduk di kursi kosong tak berpenghuni, setelah menunggu beberapa saat, seseorang masuk dengan membawa banyak berkas sambil meracau,
"aduh Gin.. bantuin napa, berat banget kali... direktur ga ngira ngira nyuruh bawa berkas sebanyak ini" wajahnya tak nampak karena tumpukan berkas itu sampai menutupi wajahnya dan dia berjalan sempoyongan karena berat.
Berkas berkas itu hampir saja jatuh berserakan jika saja aku tak menahannya,
"ini juga udah hati hati!" balasnya dengan sewot.
Sudah separuh berkas aku letakkan dimeja dan muncullah wajah yang sangat enggan untuk aku lihat, gadis aneh itu lagi.
"huh.. pantes aja kerjaannya ga becus, ternyata kamu! dasar ceroboh!!!!" tukasku.
"lagian kamu, ngapain kamu disini??"
"suka suka aku donk, ini masih dalam kantorku!!" sahutku.
"terserah eloooo deh!!!!" jawabnya lalu meletakkan berkas berkas itu dimeja.
"eh dar, dia minta rincian dana buat launching produk baru, ada di kamu kan berkasnya?" kata Gina pada gadis aneh itu.
"oh itu... ini juga baru di acc sama direktur" jawabnya.
__ADS_1
"aku minta salinannya!" ucapku setengah memerintah.
"copy aja sendiri!" sahutnya dengan ketus.
"errrggghhh... awas lu ya!!" kataku lalu mengambil berkas itu dan mengcopynya sendiri.
Selesai mengcopy aku mengembalikan berkas yang asli dan segera berlalu tanpa permisi bahkan berterimakasih, tak sudi aku bicara dengannya lagi.
π’π’π’π’π’π’
"Jun.. kamu tau ga gadis aneh di divisi keuangan itu?" tanyaku pada Juna, teman sedivisi denganku.
"gadis aneh? yang mana?"
"itu yang badannya kecil, rambutnya sebahu!".
"oh si Andhara.... hati hati kalo ngomong, dia staff kesayangan direktur, kinerjanya luar biasa sampe direktur kagum dibuatnya" jawab Juna menjelaskan.
"cihh...staff kesayangan??" decihku tak percaya.
"iya... meskipun dia masih terbilang baru, kinerjanya bagus dan dia pintar" puji Juna.
"oooh...." aku hanya ber oh ria saja mendengar pujian dari Juna untuk gadis aneh itu.
"Wah ga nyangka juga kalo dia sepintar itu!" gumamku dalam hati.
Andhara Bilqis
Wajahnya memang imut dan cantik tapi dia menyebalkan dan sedikit kasar!!! anehnya kenapa aku peduli? aku bahkan tak sudi berbicara pada orang yang tak ku kenal selama ini, tapi kenapa aku malah berdebat dengannya?
ππππππ
Sudah saatnya pulang, aku menuju parkiran dan melajukan mobilku keluar dari kantor, ketika sampai di depan halte, aku melihat gadis aneh itu sedang menunggu bus, ingin rasanya aku berhenti dan memberikannya tumpangan tapi sejenak aku sadar, buat apa aku peduli? tanpa berpikir lagi aku tancap gas pulang dan tak menghiraukan gadis menyebalkan itu.
"aku yakin kalau dia yang mengambil fotoku secara diam diam, tapi buat apa?" batinku terus saja bergejolak.
__ADS_1
"yaaaa setidaknya dia tidak macam macam dengan foto fotoku itu" batinku lagi.