Seorang Bintang

Seorang Bintang
Duapuluhdua


__ADS_3

Aku baru tahu watak keras yang dimiliki Dr Rendra, bahkan meski aku sudah mendatangi rumahnya, dia masih saja marah dan tak menghubungiku sama sekali, aku sudah lelah membujuknya.


Untuk melupakan masalahku dengan Dr Rendra, aku menyibukkan diri dengan mengambil kontrak FTV, Cika sempat bingung, kenapa tiba tiba aku mau syuting FTV, alasanku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru.


"Cik... skript FTVnya mana?" tanyaku.


"belom dikirim, masih besok..."


"trus aku ngapain donk sekarang?"


"hmmm, kamu benaran ga da kerjaan?"


"iya.. bosan banget rasanya..."


"balesin tuh DM dari penggemarmu kalo ga da kerjaan..." ucap Cika memberi ide.


"wah... ide bagus tuh..." sahutku sumringah.


Kubuka laptop admin yang mengurusi akunku, ad ribuan DM disana, sebagian memuji dan sebagian lagi menghujat, begitulah netizen yang maha benar.


Aku mulai membaca DM DM tersebut,


"kak.. nyanyi juga donk" dari akun Cila Sweet.


Aku coba membalasnya,


"suaraku pas pas an kak.. ga da bakat nyanyi" balasku.


"kak.. aku setuju,kakak jadian sama Pandu" dari akun Sarlomee.


Aku sempat tercekat membaca DM yang satu ini,


"hihi... kami hanya rekan kerja" balasku singkat.


"kak... kapan ngadain meet n greet di kotaku? aku fans berat kakak loh" dari akun sherlock holmes.


"insyaAllah, di doakan saja semoga bisa secepatnya" balasku.


Dan masih banyak lagi, semuanya hampir aku balas, sampai mataku terasa panas terlalu lama memandangi laptop.


"aah........capeknya!" lenguhku sambil ngulet.


"kalo capek mending pulang dan istirahat, besok aku kabari kalo skript FTV nya udah datang" saran Cika.


"oke boss... kalo gitu aku pulang dulu ya.." pamitku.


"hati hati dijalan" ucapnya lagi.


"ashiaaap..." jawabku.


🍝🍝🍝🍝🍝🍝


"buka pintu pagarnya, aku di depan" isi sms yang baru saja masuk ke ponselku, sms dari Dr Rendra.


Dengan langkah malas,aku kedepan dan membuka pintu pagar untuknya,


"hai.." sapaku basa basi.


Dia tak menjawab, malah nyelonong masuk keruang tamu rumahku.

__ADS_1


Aku mengekorinya dan duduk berhadapan dengannya, tapi aku tak berbicara lagi, menunggunya membuka suara,


"aku merindukanmu..." akhirnya dia bersuara sambil menatapku.


"akhirnya..." sahutku senang.


"akhirnya apa?" keningnya berkerut.


"akhirnya kau tidak marah lagi" sahutku senang lalu berpindah duduk kesebelahnya.


"apa kau juga merindukan aku?" tanyanya lagi.


" tentu saja.. buat apa aku nekat kerumahku jika bukan karena rindu?" sahutku.


"mamah menanyakanmu terus"


"benarkah?"


"iya... "


"kalo begitu, boleh kan lain kali aku kerumahmu lagi?"


"tentu saja.. rumah itu akan jadi rumahmu juga kelak" ucapnya yang kini sudah menggenggam tanganku mesra.


"cieee...." ledekku


"kenapa cieee? kau tak ingin menikah denganku?"


"hmmm... entahlah!" sahutku sambil tertawa.


"entahlah katamu?" ujarnya geram.


"ciee... gitu aja maraaah..." godaku sambil mencolek colek dagunya,


Cuphhh...


Aku mengecup pipinya,


"padahal niatku ingin mencium bibirmu tapi kau membuang muka!" ujarku berusaha menggodanya.


Dr Rendra langsung menoleh kearahku dan memonyongkan bibirnya, membuatku terkekeh.


Cuphhh..


Aku mengecupnya sekilas, tapi Dr Rendra meraih tengkukku dan ******* bibirku dengan lembut aku mulai terbuai dan membalas ciumannya, pertama kalinya kami berciuman sedalam ini,


Napasku terengah engah seperti habis lari marathon setelah Dr Rendra melepas pagutan bibirnya.


"aku mencintaimu.." ucap Dr Rendra.


"me too..." jawabku, entah kenapa aku menjawab seperti itu, apa aku mulai mencintainya? akupun masih ragu.


🥑🥑🥑🥑🥑🥑


Syuting FTV di mulai, aku sangat antusias karena ini merupakan judul FTV pertamaku,


Siapa sangka, jika Pandu dan Lala juga terlibat dalam FTV ini, awal aku membaca kontrak, aku memang tak memperhatikan siapa lawan mainku.


Aku sempat berpikir kalo syuting akan berjalan lamban karena pastinya Pandu akan menggangguku terus tapi yang terjadi tidak sesuai dengan ekspetasiku, Pandu bekerja dengan sangat profesional, bahkan dia bersikap formal padaku.

__ADS_1


"Lo jangan pernah deketin pacar gue!" ancam Lala padaku.


"jangan belagu, Lo tu artis karbitan, jadi ga selevel sama kita!!!" lanjutnya


Aku hanya menatapnya tanpa menjawab karena menurutku ga penting meladeni orang yang sok sok an jadi senior!!


Syuting hari pertama berjalan dengan lancar, Pandu pun pulang begitu saja, tak ada say hello di antara kami dan dia tak menggangguku lagi seperti dulu, sebenarnya ini kabar bagus, tapi kenapa hatiku malah berkata lain,aku rindu di ganggunya! gilaaaa kan.


Benar benar melelahkan, tak seperti dalam pikiranku, ternyata tak semudah yang aku kira. betapa kejam dan melelahkannya dunia entertainment.


🍋🍋🍋🍋🍋🍋


"gimana syutingnya sayang?" tanya Dr Rendra.


"melelahkan" jawabku.


"tapi lancar kan?"


"iya..."


"ya udah kamu tidur aja, nanti kalo sudah sampe rumah, aku bangunin"


"makasih sayang.." akupun mulai memejamkan mata, rasanya lelah sekali hari ini.


"hoamm..." aku menguap lebar, rasanya nikmat sekali.


Ketika membuka mata, aku melihat sekitar dengan seksama,


"seperti bukan kamarku" gumamku lalu menajamkan pandangan ke seluruh sudut ruangan,


Di atas nakas ada fotoku terpajang disana, di meja kaca berjejer beberapa parfum pria lengkap dengan skincarenya.


"sudah bangun sayang?" Dr Rendra muncul dari balik pintu membawa makanan untukku.


"sayang.. aku kok disini? ini kamar kamu?" tanyaku bingung.


"iya... kamu tidurnya nyenyak banget aku ga tega bangunin"


"kenapa ga kerumahku aja?"


"aku sudah kerumahmu, tapi rumahmu di kunci, saat aku cari kuncinya di tas, ga ketemu, akhirnya aku bawa kamu kesini" katanya menjelaskan.


"kamu bongkar tas aku?" tanyaku tak senang.


"maaf sayang.. aku terpaksa" ucapnya menyesal.


"lain kali jangan buka tasku tanpa ijin!" jawabku tak suka.


"iya aku janji.. maafin aku ya.. aku cuma nyari kunci rumah aja kok"


"yaa..."


"makan dulu ya.. abis tu, aku anter kamu pulang.."


Perutku yang keroncongan, membuatku melupakan rasa jengkelku, tanpa melihatnya aku melahap semua makanan yang dibawanya.


"pelan pelan aja sayang..."


"hmm..." sahutku dengan mulut penuh.

__ADS_1


Selesai makan, Dr Rendra mengantarku pulang kerumah.


🍑🍑🍑🍑🍑🍑


__ADS_2