
Malam harinya, Beno yang sudah janjian lewat WA, menjemput Kate di hotel tempatnya menginap,
"hai..." sapa Beno setelah melihat Kate.
"hai Ben...maaf sudah membuatmu menunggu!"
"ah tidak apa.. aku baru saja sampai!"
"kita berangkat sekarang?"
"tentu.. ayo!" ajak Beno dengan perasaan senang.
Baru kali ini dia berkenalan dengan wanita yang tidak risih dengan logat bicaranya yang sedikit gemulai dan dandanannya yang agak eksentrik dibandingkan laki laki lainnya, Beno pun merasa nyaman berada dekat dengan Kate.
Sampai di hotel tempatnya menginap, Beno langsung mengajak Kate ke restoran, dimana Pandu dan yang lainnya sudah menanti mereka.
"hai semua.. ini Kate yang aku ceritakan tadi" kata Beno memperkenalkan Kate yang saat ini sedang di gandeng nya.
"hai Kate, nice to meet you" sapa Dara.
"itu namanya Dara" bisik Beno pada Kate.
"hai Dara.. nice to meet you too" jawab Kate dengan ramah. dan Kate pun menyapa yang lainnya juga.
Mereka nampak akrab dalam sekejab, Kate tidak seperti bule kebanyakan, dia benar benar ramah dan humble mungkin karena ada darah indonesia dalam tubuhnya, hehe.
"Kate, apa kau berlibur seorang diri?" tanya Dara penasaran
"tidak.. aku bersama dengan teman temanku, tapi mereka sibuk sendiri"
"oh begitu.. apa kau akan stay lama disini?"
"sepertinya begitu.. aku masih harus mengunjungi keluarga mamaku"
"dimana keluarga mamamu tinggal?"
"dikota Y"
"wow.. kebetulan sekali.. kami juga dari kota Y" jawab Dara dengan antusias.
Beno nampak bahagia mendengar jawaban Kate, sepertinya Beno benar benar jatuh hati pada wanita bule tersebut. Dara dan yang lainnya benar benar tidak menyangka bisa melihat sisi lain dari Beno, ternyata dia jantan sekali.
Setelah acara makan malam usai, Beno mengantar Kate kembali ke hotelnya.
"terimakasih atas makan malamnya, kalian luar biasa sekali sudah menerima ku dengan baik" ucap Kate.
"kami juga senang bisa berkenalan denganmu Kate" jawab Dara.
"jangan lupa mampir ketika kau ada di kota Y" tambah Pandu.
"baiklah.. sekali lagi terimakasih banyak" sahut Kate lalu melambaikan tangan pada kami semua.
ðððððð
"sepertinya mas Beno, benar benar menyukai Kate" kataku pada Pandu setelah kami masuk kamar.
"iya.. aku juga tidak menyangka, dia berhasrat pada wanita" jawab Pandu.
__ADS_1
"berhasrat? apa maksudmu?"
"kau tahu sendiri kan bagaimana Beno selama ini?"
"iya juga sih..."
"lupakan urusan Beno, sekarang nikmati liburan kita, aku ingin bermanja-manja denganmu" kata Pandu merebahkan kepalanya dipangkuan ku.
Ketika hendak berciuman, Mela masuk tanpa mengetuk pintu membuatku reflek mendorong Pandu sampai dia terjungkal ke lantai.
"auuww..." seru Pandu sambil mengelus bokongnya yang menyentuh lantai.
"papi.. papi kenapa?" tanya Mela yang sudah berjongkok menghampiri papinya.
"duh.. maaf, aku ga sengaja!" kataku ikut berjongkok hendak membantu Pandu berdiri.
"astaga... kecil kecil, mamih mu kuat juga Mel" kata Pandu sambil meringis kesakitan.
"memangnya papi diapain sama mamih?" tanya Mela.
"mamih ga sengaja tadi ngedorong papi" sahutku.
"auuuwww..." lagi lagi Pandu mengeluh kesakitan.
Aku Pun mendekatinya dan mengoleskan minyak hangat di area pinggangnya,
"pijit donk jangan cuma di oles minyak doank!" kata Pandu dengan sewotnya.
"ini juga mau di pijit" jawabku tak kalah sewot dengannya.
Mela mengelus elus kepala papinya, membuat papinya senang dan merasa rileks.
"maksud kamu apa?" tanyaku.
"surga dunia, ada anak istri yang menemani ketika sedang sakit!"
"istri?? mana istri kamu?" tanyaku heran.
"kan kamu...!"
"wleee.. dinikahin aja belum, dah ngaku ngaku istri!" kataku mengece Pandu.
"abis liburan kita nikah, titik!"
"kamu pikir nikah itu gampang!"
"gampang kalo ga dipersulit!"
"horeee.. akhirnya Mela punya keluarga yang sempurna!" sorak Mela dengan girangnya.
Aku dan Pandu hanya saling menatap, betapa sederhananya bahagia versi Mela. melihat orangtuanya bersatu saja sudah membuatnya bahagia bukan main.
"Mela mau bilang sama oma ah..." ujar Mela yang berlari keluar kamar sambil melompat kegirangan.
"liat tuh.. Mela bahagia banget denger kita mau nikah!"
"iya.. sesederhana itu kebahagiaan buat dia"
__ADS_1
"jadi buat apa kamu nunda nunda lagi sayang! aku pun sudah ga sabar untuk segera menikahi mu!" ucapnya dengan wajah mesum.
"kamu mah, mesum aja pikirannya!" sahutku sambil menepuk bahunya.
"ayo sayang.. aku udah gerah nih!" dia kembali memasang wajah mesum membuatku stres sendiri.
"aku ga mau lagi ngelakuin itu, sebelum di halalin! aku ga mau numpuk dosa!" sahutku sambil menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhku.
"aku pastikan, sepulang dari sini, aku sudah halal untukmu!" sahut Pandu dengan penuh keyakinan.
ðððððð
Hampir satu minggu di Bali, hari ini kami memutuskan untuk kembali ke kota Y, sepertinya sudah banyak pekerjaan menanti di sana.
"apa kau sudah berpamitan pada Kate Ben?" tanya Dr Rendra.
"sudah.. dan dia berjanji akan menyusul ku minggu depan!" sahut Beno dengan senang.
"wow.. sepertinya bakal ada pernikahan beda benua nih" sahutku.
"doakan saja semoga semuanya berjalan dengan lancar" jawab Beno.
"aamiin" kami menyahut secara bersamaan dan akhirnya tertawa senang.
Perjalanan pulang sepertinya lebih cepat daripada ketika berangkat, tak terasa kami sudah sampai di kota tercinta.
"back to rutinitas" teriak Cika saat sudah di rumah.
"yeayy.. sumpah, aku males banget!" sahutku.
"aku juga.. pengennya berduaan mulu sama kamu" sahut Pandu sambil memeluk pinggangku.
"meskipun kau tak bekerja, hartamu tetap akan terus mengalir, dari iklan, kontrak dan lain lainnya!" sahut Cika sewot.
"hahaa.." Pandu hanya terbahak menanggapi ucapan Cika.
"enak ya jadi aktor!" katanya lagi.
"ya udah kau jadi artis saja!" sahut Pandu.
"yeee.. ga usah.. cukup jadi istriku saja, kau tak usah repot repot untuk bekerja lagi!" sahut Dr Rendra menarik Cika ke dalam pelukannya.
"cih... boro boro jadi istri, dilamar aja belom!" sungut Cika.
"cieee... kode tuh Dok.. buruan dilamar Cika nya!!" ejekku.
"kau sendiri yang meminta waktu padaku untuk saling mengenal!" jawab Dr Rendra.
"ck..." decak Cika merasa di skakmat oleh jawaban Dr Rendra.
"kalau kau katakan lamar aku, maka aku akan melamar mu besok!"
"cieee... Cik katakan saja.. supaya besok kau bisa di lamar oleh dokter tampan itu!" Pandu ikut menimpali.
"ehmm..." Cika hanya menjawab dengan dehaman.
"apa artinya itu iya?" tanya Dr Rendra dengan tidak sabar.
__ADS_1
"aku tunggu kau besok dirumah!" jawab Cika dengan cepat lalu berlari dari hadapan kami semua.
ðĶīðĶīðĶīðĶīðĶīðĶī