
Pandu telah menjelma menjadi idola baru yang sangat di elu elukan fansnya.
Banyak yang jatuh hati padanya termasuk Laura yang entah sedang di kencaninya atau tidak tapi mereka sering menghabiskan waktu bersama jika sedang rehat syuting.
"Pan..gue kangen sama loe, nanti nginep di apartemen gue ya?" ajak Laura sambil bergelayut manja pada Pandu.
"liat ntar deh..." sahut Pandu.
"oke... gue tunggu ya..." ucap Laura.
Pandu kembali disibukkan dengan jadwalnya yang padat, setelah selesai, Pandu menuju klub malam langganannya, disanalah tempat Pandu melepas penat dan memanjakan mata dengan pemandangan penari penari erotis yang seksi.
Pandu menenggak alkoholnya, pikirannya kacau ketika mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika putus dengan Dara.
Hatinya sakit kenapa Dara tega meninggalkannya, padahal dia tahu Pandu terpaksa berbohong agar karirnya tak terganggu, mungkin dia egois tapi ini semua juga karena Dara, dialah yang pertama kali mengenalkannya pada Dunia gemerlap ini.
Pandu mulai mabuk, pandangannya kabur, tiba tiba seorang wanita mendekatinya,
"Dar... kau kah itu?" racau Pandu yang mulai sempoyongan.
Pandangan Pandu kabur, gadis dihadapannya yang dia anggap Dara ternyata bukan Dara tapi Lala, artis yang satu management dengannya.
Pandu yang merasakan kerinduan mendalam terhadap Dara, segera memeluk Lala yang dianggapnya adalah Dara, Lala tak melewatkan kesempatan ini walau dia tahu Pandu bukan memanggil namanya, Lala sudah lama jatuh hati pada Pandu.
Pandu mulai mencumbu Lala dan Lala membalasnya, sampai akhirnya mereka melakukannya di kamar hotel.
Pagi harinya Pandu bangun dengan kepala yang terasa berat akibat alkohol semalam, dan betapa terkejutnya dia, ketika bangun melihat tubuhnya telanjang dan baju berserakan dilantai, di sebelahnya ada seorang wanita yang sama polosnya dengan dirinya.
Pandu lebih terkejut lagi ketika melihat wajah perempuan itu, dia Lala, temen artisnya.
"arghhh... apa yang sudah aku lakukan" teriak Pandu frustasi.
"hmmm.. kau sudah bangun sayang?" tanya Lala yang terbangun karena teriakan Pandu.
"kau... kenapa kita bisa ada disini?" tanya Pandu.
"kau yang membawaku kemari,apa kau lupa?" jawab Lala.
"argghh.... tidak mungkin!!!" Pandu menjambak rambutnya sendiri.
"dan semalam, kau sangat hebat sayang...." kata Lala dengan nada sensualnya.
"itu sebuah kesalahan,maafkan aku Lala" ucap Pandu lalu memunguti pakaiannya dan segera ke kamar mandi.
Sedang Lala tersenyum smirk melihat penyesalan diwajah Pandu.
🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Kini Dara menjalani harinya lagi dengan biasa dan penuh semangat, Dara sudah bertekad untuk melupakan Pandu dan segala kenangan tentangnya.
"Gin.. ke kantin yuk..." ajakku.
"ayokk..." balas Gina tersenyum melihatku.
__ADS_1
Aku dan Gina menikmati makan siang kami dengan sukacita, setelah jam istirahat berakhir, aku kembali berkutat dengan pekerjaanku.
Setelah menabung setahun belakangan, kini aku sudah bisa membeli mobil idamanku, aku bangga bisa membeli mobil dengan hasil jerih payahku sendiri.
"Dar... nanti kamu ga usah nganterin aku pulang, aku ada janji dengan Juna" kata Gina.
"ciee.... yang mau ngedate..." ledekku.
"ish... apaan sih" Gina tersipu malu dan mencubit lenganku.
Sudah dua bulan Gina menjalin kasih dengan Juna , staff dari divisi marketing. aku ikut senang melihat mereka akhirnya jadian.
Hari ini aku terpaksa pulang sendiri karena Gina pulang bersama Juna,kekasihnya.
Aku tak langsung pulang, aku mampir ke mall untuk sekedar cuci mata, tapi perutku malah keroncongan, akhirnya aku ke restoran sushi di mall tersebut.
Sedang asyik menunggu pesanan, mataku tak sengaja melihat Pandu dimeja pojok bersama seorang wanita.
Karena sudah terlanjur pesan dan perutku yang terus saja keroncongan, aku mengurungkan niatku untuk pergi dari sana, toh ini tempat umum, batinku. buat apa aku harus takut bertemu Pandu dan sampai kapan aku harus menghindarinya.
Pesananku datang, aku segera menyantapnya dengan lahap, sejenak aku melupakan keberadaan Pandu, kali ini giliran Pandu yang mulai menyadari keberadaanku, sekilas tatapan kami bertemu tapi aku mengacuhkannya.
Ketika wanita yang sedang bersamanya pergi ke toilet, Pandu menghampiriku, aku berusaha bersikap tenang,
" hai Dar... lama tak jumpa" sapanya lalu duduk di hadapanku.
"oh hai..." sahutku se acuh mungkin.
Pengunjung yang menyadari keberadaan Pandu, langsung saja mencuri curi fotonya dengan kamera ponsel, aku merasa risih dan berusaha menutupi wajahku dengan buku menu di hadapanku.
"kamu bisa kembali ke tempatmu ga?" kataku dengan setengah berbisik.
"aku risih dilihatin orang orang" kataku lagi lagi dengan berbisik.
"biarin aja..."
"huh..." dengusku kesal.
Aku segera menghabiskan makananku dengan wajah yang masih ku tutupi dengan buku menu.
"pelan pelan makannya.." kata Pandu.
"gara gara kamu, aku ga bisa makan dengan nyaman" ucapku ketus.
"Pan...." panggil wanita itu, ternyata dia Lala, artis terkenal itu.
Pandu tak bergeming, dia terus saja menatapku,
"Pandu...loe ngapain disini?" tanya Lala heran.
Aku tak kalah heran melihat dua artis terkenal yang kini sedang menatapku yang sedang makan.
"loe kenal ama dia?" tanya Lala lagi.
"iya... diaa..." kata kata Pandu terputus, karena aku menyahut dengan cepat.
__ADS_1
"gue fansnya... sorry ya udah ganggu kencan kalian" kataku lalu dengan cepat ke meja kasir dan membayar, takut dikejar aku langsung berlari keluar tanpa mengambil kembaliannya.
Pandu sempat mengejar dan memanggilku, tapi dia kalah cepat denganku, aku sudah menghambur di kerumunan, hingga Pandu tak dapat melihatku lagi.
Aku mengatur nafas ketika sudah di dalam mobil,
"sial banget siiiih...." gumamku.
Aku melajukan mobilku ketika sudah lebih tenang dan segera tancap gas pulang.
Sampai dirumah, lagi lagi aku terkejut melihat Pandu sedang mengobrol dengan mamaku,
"eh ini dia baru dateng..." kata Mamaku.
"hai Dar..." sapa Pandu seolah tak terjadi apa apa.
"oh hai..." sahutku.
"ya udah kalo gitu mama tinggal ke dalam dulu ya" kata mama.
"iya ma... makasih ya maa..." kata Pandu.
"mama? dia masih memanggil mamaku dengan sebutan mama?" gumamku.
"eh... duduk donk" kata Pandu.
Akupun duduk,
"ada apa?" tanyaku datar.
"kamu kenapa menghindar dariku?"
"menghindar? ga tuh..." sahutku tetap dengan nada yang datar.
"tadi kenapa kamu tiba tiba pergi gitu aja?"
"karena aku sudah selesai makan" sahutku.
"nih...ponsel kamu, tadi ketinggalan di resto"
Aduh saking paniknya, aku sampe lupa dengan ponselku yang aku taruh di atas meja resto tadi.
"oh... makasih..." ucapku.
"sama sama, lain kali jangan gitu lagi.. kamu tetep aja ceroboh" ucapnya.
Aku mendengus kesal.
"ya udah, aku pamit ya.." katanya lagi lalu berdiri.
"ya..."
"salam sama mama.. kapan kapan aku main kesini lagi" kata Pandu.
Aku enggan menyahutinya lagi, Pandupun pulang.
__ADS_1
"ah... kenapa pake ketinggalan segala sih nih ponsel" kataku dengan frustasi.
🍫🍫🍫🍫🍫🍫