Seorang Bintang

Seorang Bintang
Duabelas


__ADS_3

Aku berharap selanjutnya tak bertemu lagi dengan Pandu, entah dimanapun itu.. aku capek berpura pura baik baik saja.


Sebenarnya hatiku menangis melihat Pandu dengan perempuan lain tapi mau apalagi? aku sudah tak berhak cemburu padanya.


Perutku lapar tapi aku bosan makan siang di kantin, aku memutuskan untuk makan diluar, Gina tak mau saat aku ajak, karena dia sudah janjian makan siang dengan Juna di kantin.


Dengan langkah gontai aku menuju parkiran dan tancap gas keluar kantor, sambil memikirkan mau makan apa aku siang ini,


Aku berhenti di warung geprek milik seorang artis terkenal, makan yang pedes pedes, enak kali ya, pikirku.


Warung geprek ini ramai sekali pengunjungnya, setelah beberapa menit mencari meja yang kosong, akhirnya ada yang kosong walau tempatnya dipojokan, aku mendudukkan diri setelah memesan.


Selagi menunggu, aku bermain game di ponselku, itulah kesibukanku saat senggang, bermain game online.


Serius dengan gameku, hingga tanpa sadar seseorang menepuk bahuku membuatku terkejut,


"eh monyet..." ucapku reflek, karena kaget.


"monyet?? ganteng begini, dikatain monyet!" sahutnya.


Suara yang sangat familiar ditelingaku, siapa lagi kalo bukan Pandu,


Aku mendengus, " ya Allah, apalagi sekarang? disaat aku sangat ingin bertemu dengannya, susahnya minta ampun dan sekarang disaat aku sangat ingin memghindarinya, dia selalu muncul dihadapanku" gumamku dalam hati.


"nahloh... kok malah bengong" katanya yang melihatku diam.


"sapa yang bengong, lagi nungguin makan juga" sahutku kesal.


"kamu sendirian kesini?" tanyanya.


"enggak...berdua ama bayangan!" sahutku cuek.


"hahaha... berdua kok ama bayangan" jawabnya tertawa renyah dan wajahnya itu lho bersinar, sempet membuatku terpesona sepersekian detik aja sih.


"Pandu... sayang..." panggil seorang wanita.


"yaa..." sahut Pandu menghentikan tawanya,


Aku melihat wanita yang sama ketika aku bertemu dengannya di resto sushi tempo hari. dia Lala, artis terkenal itu, sepertinya Pandu sedang berkencan dengannya, buktinya Lala memanggilnya sayang.


"sana sana... hush..." usirku.


Pandu melenggang pergi menuju meja tempatnya duduk bersama Lala.


Pesananku datang, kali ini aku tak bisa makan dengan terburu buru, kalau sampe tersedak cabe, bisa ****** aku.


Aku berusaha menikmati makananku walau nafsu mulai berkurang sejak melihat Pandu dan Lala, mubadzir kalo tak dihabiskan.


Lagi enak enaknya makan, datang seorang wanita lagi ke meja Pandu, dia Laura, rekan sesama artis yang pernah di gosipkan berkencan dengan Pandu.

__ADS_1


"Pandu.. loe tega ya!!! loe bilang sibuk tapi malah enak enakan disini sama dia!" sungut Laura membuat pengunjung lain menoleh kearah mereka.


"loe apaan sih teriak teriak!" kata Pandu dengan sarkasnya.


"loe yang apaan? setelah loe tidur sama gue sekarang loe malah jalan sama perempuan lain!" ucap Laura.


Mataku sampai terbelalak mendengar ucapan Laura barusan, Pandu? Pandu sudah tidur dengannya? kali ini airmataku lolos membasahi pipi. ya Allah perih hatiku mendengarnya, walau sudah putus tapi masih ada rasa tak rela dihatiku.


"eh loe, jangan fitnah pacar gue ya!" kali ini Lala angkat bicara, jadilah kedua perempuan cantik itu saling adu mulut.


Aku sudah benar benar kehilangan nafsu makanku sekarang, aku bergegas menuju meja kasir dan membayar makananku, lalu cepat cepat pergi dari tempat itu.


Entah apa yang terjadi setelah itu, akupun tak tahu dan tak mau tahu. aku melajukan mobilku dengan kencang menuju kantor, tanpa sadar aku masih menangis, entah apalagi yang harus aku tangisi saat ini,


Pandu.... kenapa dia berubah menjadi seorang fuckboy?? gumamku.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Kembali pada kebiasaan lamaku, menjadi penggila dunia maya, sudah lama aku tak mengunggah foto di akunku, saking mirisnya kehidupanku belakangan ini, semenjak putus dengan Pandu, aku jarang bermain sosmed.




akhirnya aku menggunggah beberapa foto yang menurutku bagus, hihi...


Rasanya pengen manjangin rambut, bosen rambut sebahu terus, batinku.


banyak DM masuk, salah satunya dari sebuah agensi, gilaaa, beneran ini DM untuk aku? gumamku tak percaya.


"Dara... bisa ke kantor kami?" isi DMnya.


"wah apalagi ini?? aku disuruh ke kantor mereka? buat apa?" gumamku kebingungan sendiri.


🍧🍧🍧🍧🍧🍧


"Gin... tau ga? ada agensi yang nge DM aku!" seruku pada Gina.


"wah.. sumpah?? kapan? apa katanya?" tanya Gina dengan sangat antusias.


"Masih ga tahu sih apa tujuan mereka, tapi aku disuruh dateng ke kantornya" ceritaku.


"ya udah.. datengin aja Dar.. aku temenin ya" jawab Gina.


"seriusan Gin mau temenin aku?"


"iyalah Dar.. sapa tahu aja ini rejeki kamu"


"okelah.. weekend kita kesana ya" kataku.

__ADS_1


"ashiaaap...."


🍛🍛🍛🍛🍛🍛


Weekend tiba, aku menjemput Gina kerumahnya,


"Gin buruan..." kataku.


"iya udah kelar nih"


"bagoossss..." sahutku.


"ya Allah... kamu cantik banget Dar..." kata Gina yang baru melihat penampilanku.



"beneran?? padahal aku ga pede loh Gin"


"sumpah, cakep abis... kalah mah si Lala atau Laura itu" kata Gina memujiku.


"ah kamu bisa aja bikin kupingku mekar" ucapku.


Kamipun berangkat dengan senyum diwajah masing masing.


Sampai dikantor agensi yang dimaksud, aku dan Gina langsung ke ruangan pemiliknya,


"permisi... saya Dara, kemaren sempet dapet DM, katanya disuruh kesini"


"owh Dara ya... cantikan aslinya ternyata" sahut laki laki yang sedikit gemulai itu,


"oya perkenalkan nama saya Beno, pemilik agensi ini" ucapnya dengan nada gemulai.


"saya Dara dan ini teman saya Gina" ucapku memperkenalkan diri untuk yang kedua kalinya.


"jadi begini Dara... saya lagi butuh model untuk beberapa iklan kosmetik, saya liat wajah kamu cocok banget, apa kamu berminat menjadi model saya?" kata Beno sedikit tegas.


"apa?? model? saya?" tanyaku ragu.


"iya.. wajah kamu cantik dan sangat natural"


"saya ga yakin saya bisa..."


"saya liat foto foto kamu di IG, bagus semua dan saya rasa kamu bisa jadi model terkenal" kata Beno berusaha meyakinkanku.


"Udah Dar, terima aja.. kan kamu paling pinter bergaya di depan kamera" tambah Gina.


"oke... saya coba..." sahutku.


'" nah gitu donk...."kata Beno puas.

__ADS_1


🥗🥗🥗🥗🥗🥗


__ADS_2