
"sampai kapan kau akan menghimpitku begini?" ucapku berusaha menetralkan suasana.
"sampai aku matiiii..." jawabnya asal.
"hush.... jaga bicaramu!"
"kenapa? apa kau takut jika aku mati?"
"bicaramu melantur, aku tak suka!!" jawabku sewot.
"baiklah,,, maafkan aku" ucapnya lalu melepas pelukannya.
Aku mengeluarkan belanjaan tadi dan bersiap untuk memasak,
"apa kau akan memasak dengan pakaian seperti itu?" tanyanya.
"kenapa memangnya?"aku bertanya balik padanya.
"sebaiknya kau ganti pakaianmu, jika pakaianmu kotor dan bau dapur, maka mamah akan curiga saat kau pulang nanti" katanya mengingatkan.
"dasar aktor!!! pintar sekali pikiranmu itu" sahutku.
Lalu aku berlalu ke kamarnya dan mencari sesuatu yang bisa di pakai dilemari pakaiannya,
"aku pinjam bajumu ya..." teriakku dari dalam kamar.
"pakai saja.." sahutnya.
"sweater ini sangat pas ditubuhku, apakah ini benar benar milikmu?" aku bertanya dengan tatapan curiga pada Pandu.
"tentu saja semua yang ada di lemari adalah milikku, milik siapa lagi!" jawabnya dengan santai.
"kau yakin?"
"tentu saja aku sangat yakin, tidak ada yang pernah ke apartemen ini selain dirimu!"
"tapi kenapa sweater ini sangat pas ditubuhku?"
"itu memang aku beli untukmu, saat aku syuting di eropa!"
"kapan kau membelinya? kenapa aku tidak tahu?"
"sebelum aku memperkosamu" jawabnya pelan.
Aku hanya mendengus mendengar jawabannya.
Lalu aku ke pantry lagi untuk melanjutkan pekerjaanku membuat sarapan untuk kami berdua.
Saat tengah serius memasak, tiba tiba Pandu memelukku dari belakang,
"kau sedang memasak apa?" katanya setengah berbisik di telingaku, membuatku geli.
"iiihh.. geli...!" kataku berusaha menjauhkan dirinya dari tubuhku.
"aku ingin memelukmu..." rengeknya.
"nanti saja... setelah aku selesai memasak!" jawabku spontan.
"benarkah??? cepat selesaikan, aku sudah tidak sabar ingin memelukmu" ucapnya dengan senyum penuh kemenangan.
Aku memasak spaghety kesukaan Pandu,
"wah.. sepertinya lezat" ucapnya melihat hasil masakanku.
"cicipi dulu baru komen" jawabku.
"hmmmm.. enak sekalu...sungguh!" katanya setelah mencicipi.
"benarkah?" sahutku senang.
"iya.." jawabnya sambil melahapnya.
"selera ayah dan anak sama saja...!"
"kenapa?"
"kau dan Mela sama sama suka spaghety yang menurutku overcook"
"benarkah Mela juga menyukainya?"
"iyaaa...."
__ADS_1
"dia memang benar benar darah dagingku" ucapnya dengan bangga.
"apaa?? apa kau pernah meragukannya?"
"tentu saja tidak sayang... sejak pertama aku melihat fotonya, aku sudah yakin jika dia putriku, wajahnya saja sangat mirip denganku!"
"entahlah.. semuanya mirip denganmu, padahal aku yang mengandung dan melahirkannya" jawabku mencebikkan bibirku.
"hehe... wajar saja, kata orang anak perempuan akan cenderung lebih mirip dengan ayahnya, jika kita punya anak laki laki, dia pasti mirip denganmu"
"punya anak laki laki?"
"iya.. apa kau tak ingin punya anak lagi?"
"menikah saja belum, bagaimana bisa aku memikirkan untuk punya anak lagi!"
"kalau begitu ayo kita menikah!"
"segampang itu kau mengajak orang menikah seperti orang mengajak camping saja!"
"lalu?"
"aaahh.. sudah jangan dibahas lagi, kepalaku pusing!!"
"apa kau tidak ingin menikah denganku?" tanyanya penasaran.
"Pandu..habiskan makananmu, dan jangan bahas masalah itu lagi!!"
"kenapa? apa kau akan menikah dengan Rendra?"
"apaaa? kenapa kau bisa berkata seperti itu?"
"aku hanya menebak saja!"
"kau ini bodoh atau pura pura bodoh? jika aku mau, sudah dari dulu aku menikah dengannya! dan satu lagi jika aku ingin menikah dengan oranglain, tak mungkin aku ada disini sekarang!!!"
Pandu bangkit dari kursinya, dengan dibatasi meja dia berusaha menciumku, dan cuph... dia berhasil mengecup bibirku.
"jangan banyak bicara lagi..." ucapnya lalu kembali duduk di kursinya.
Aku hanya bisa terpaku mendapat serangan yang begitu tiba tiba.
🍉🍉🍉🍉🍉🍉
"jika bersamamu, hari terasa begitu cepat berlalu" kata Pandu.
"bagiku sangat lama.. sedari tadi kau terus saja menggangguku" jawabku.
"aku mengganggumu? benarkah?"
"ini buktinya! kau mengotori kulit putih mulusku!" jawabku sambil menunjukkan kissmark yang dia buat hampir di seluruh tubuhku.
"apa kurang?" katanya sambil terkekeh.
"dasar mesum!" kataku sambil melemparnya dengan bantal.
Pandu malah berjalan mendekatiku, dan menggelitikku membuatku cekikikan,
"Pandu hentikaaan.." ucapku.
"panggil aku sayang, baru aku akan menghentikannya!"
"tidak...."
Pandu semakin menggelitikku,
"ayo panggil aku sayang!" ucapnya lagi, tangannya terus saja menjahiliku
"tidakkk..."
"baiklah jika kau tetap tidak mau... aku akan menggelitikmu lebih parah lagi"
Kini Pandu merangkak ke atas tubuhku, dan menindihku membuatku tidak bisa berkutik, nafas kami sama sama terengah engah setelah lelah bercanda, dia menatapku sangat dalam membuatku salah tingkah,
Aku berusaha memalingkan wajahku, tapi dia menahannya,
"kau sangat cantik... dari dulu sampai sekarang, tak sedikitpun kau berubah meski kau telah melahirkan anakku" ujarnya.
Aku tersipu dan bisa dipastikan pipiku merah merona, membuat Pandu terlihat gemas kepadaku,
Pandu mendekatkan wajahnya pada wajahku, lalu dia mencium bibirku kembali, ********** dengan lembut membuatku terbuai, aku membalas ciumannya, tanganku yang tadinya ditahan olehnya kini meraih tengkuknya dan aku mengusap rambutnya perlahan membuatnya makin memperdalam ciumannya.
Dari bibir, ciuman Pandu turun ke leher, membuat kissmark lagi disana, aku hanya bisa melenguh merasakan antara geli dan nikmat,
__ADS_1
"aahh.." satu desahan berhasil lolos dari bibirku, membuat Pandu makin brutal,
Dari leher jenjangku, dia mulai turun ke dada, di singkapnya sweaterku hingga terlepas, menyisakan bra hitam yang menutupi payudaraku.
Pandu meremas remas payudaraku yang masih tertutup bra, aku makin menggelinjang menikmati sentuhannya,
Aku membusungkan dadaku, meminta lebih, Pandu dengan sigap membuka kaitan braku dan langsung meraup payudaraku dengan rakus,
"ahhhhh....." desahanku kembali lolos.
Tanpa sadar tanganku menekan kepalanya, hingga wajahnya berada di antara payudaraku, kali ini dia bermain main dengan putingku yang sudah menegang, membuatku makin melayang jauh...
"Dara... aku menginginkanmu" bisiknya di telingaku dengan suara parau,
"bolehkah aku melakukannya sekarang?" bisiknya lagi sambil menjilat daun telingaku.
Aku hanya mengangguk pasrah padanya, mendapat ijin dariku, Pandu tidak membuang waktu, dia langsung melepaskan semua pakaiannya, dan kini aku bisa melihat dengan jelas bagian bawahnya yang sudah berdiri dengan tegangnya.
Perlahan Pandu menarik celana boxernya yang ku pakai saat ini, lalu lanjut celana dalamku, bagian intiku sudah sangat basah, Pandu kalap melihatnya, dia meraupnya dan bermain main disana, menjilatnya membuatku mengerang hebat...
"aahhh... Pandu.." lenguhku sambil memejamkan mata.
Jarinya mulai memasuki hutan belantara milikku dan mengobrak abriknya membuatku menggelinjang untuk yang kesekian kalinya.
Pandu yang sudah tidak tahan, merangkak naik mensejajarkan tubuhnya dengan tubuhku, dia mencium keningku lalu ******* bibirku, tangannya mengarahkan miliknya ke lubang hutanku, dan dalam sekali dorong, miliknya telah berada di dalamku.
Jleeeeb....
Aku meringis merasakan sakit dan perih, meski bukan yang pertama kalinya, lubangku masih sempit karena memang aku baru sekali melakukannya, melahirkanpun melalui operasi sesar.
"apakah sakit?" tanyanya.
Aku mengangguk, airmata nyaris membasahi pipiku,
"aku akan pelan pelan..." ucapnya
Aku mengangguk lagi.
Pandu diam sesaat menyesuaikan milikku dengan miliknya, setelah dirasa nyaman, dia mulai bergerak membuatku seperti melayang, nikmatnya luar biasa.. dulu aku melakukannya dengan setengah kesadaran jadi tidak terlalu ingat dengan rasanya tapi kali ini kami melakukannya dengan sadar dan penuh cinta, sensasinya luar biasa.
Pandu mulai mempercepat temponya, desahan kami saling bersahutan bahkan tubuh kami telah dibanjiri oleh peluh, dinginnya AC tak mampu meredam panasnya suhu tubuh kami akibat pergulatan panas ini.
"akh..akh..." desahku sambil memeluk erat punggungnya, kakiku melingkar di pinggangnya.
"akh....akhh..." begitu pula desahan Pandu tidak kalah dahsyatnya denganku.
"akh.....Pandu..."
"iya sayang..."
"akkh...."
"aaaakkkuuuu aakkh....mmaaauu aakh... kkeelllluaar..." ucapku terbata disela desahanku.
"keluarkan bersama sayang..." Pandu semakin memacunya dengan kuat.
"akh..."
"akh.."
Dan desahan panjang kami menjadi pertanda jika pergulatan ini sudah sampai pada puncaknya,
"akh........" lenguh kami hampir bersamaan, Pandu terkulai lemas di atas tubuhku, aku pun tak berdaya, hanya bisa memeluknya saja.
Pandu masih enggan melepas miliknya, dengan posisi sama, dia mengecup keningku berkali kali,
"terimakasih sayangku..." ucapnya.
"yaaa... tapi lepaskan milikmu.. aku merasa sesak, tubuhmu berat sekali" jawabku berusaha mendorong dada bidangnya agar turun dari tubuhku.
Pandu melepasnya dan terkapar di samping tubuhku, lalu dia menarik selimut menutupi tubuh polos kami.
Tak lama kamipun terlelap karena kelelahan.
🍌🍌🍌🍌🍌🍌
*NB: akhirnyaaa.. part menegangkan terselesaikan juga, walau author harus tahan nafas saat ngetik.. haha..🤣😂😂
Semoga terhibur ya readers..jangan lupa, koment, like dan vote ya...
Salam Manis
Lovely Gek😘*
__ADS_1