Seorang Bintang

Seorang Bintang
Limapuluhlima


__ADS_3

Pandu tampil gagah dan menawan dengan setelan jas hitam serta dasi kupu kupu yang melingkar indah di leher putihnya,



Sedang Dara nampak sangat mempesona dengan gaun putih yang sangat pas dengan lekuk tubuhnya, gaun tersebut menjuntai menutupi seluruh kaki jenjang Dara, dengan polesan yang tak terlalu mencolok, Dara tampil luar biasa membuat siapa saja berdecak kagum melihatnya.



Sungguh pasangan paling fenomenal sepanjang tahun ini, banyak yang mengelu elukan pernikahan mereka menjadi pernikahan ter baper sepanjang masa, hehe..


Pandu dan Dara terlihat sangat bahagia menyambut para tamu mereka yang rela mengantri panjang hanya untuk bersalaman langsung dengan kedua mempelai.


Turut hadir pula Dr Rendra yang datang dengan menggandeng Cika, mereka pun tak kalah keren dengan pengantinnya,


Dengan balutan busana berwarna senada, mereka nampak kompak saat berpose di depan kamera, sepertinya mereka berdua juga siap menyusul Dara dan Pandu untuk naik ke pelaminan.



Cika tampil seksi dengan gaun belahan tinggi sebatas paha.


Sepertinya Dr Rendra benar benar sudah merelakan perasaannya untuk Dara, terbukti Dr Rendra yang posesif terhadap Cika, kekasihnya kini.


Acara berlangsung sampai tengah malam, tamu yang membludak membuat acara molor dari waktu yang di tentukan.


"aku sudah menyangka bakal molor!" bisik Pandu pada Dara.


"tamu mu luar biasa banyak!" balas Dara.


"untung saja, tadi kita sudah melakukannya, jadi setelah ini bisa langsung beristirahat!" bisik Pandu sambil tersenyum.


Dara langsung menepuk bahu Pandu, ucapan mesumnya berhasil membuat wajah Dara merah merona.


"jika tidak lelah, bisa kita lanjutkan setelah ini!" lanjut Pandu berbisik pada Dara.


"kenapa kau jadi mesum begini?" balas Dara.


"karena sekarang aku adalah suamimu yang saaaaah...! jadi aku bisa melakukannya kapan saja aku mau!" jawab Pandu dengan senyum genitnya.


"jika aku menolak?" tanya Dara.


"maka aku akan memperkosa mu, hihi!" jawab Pandu lalu terkekeh.


"ishhh!!! dasar pemaksa!" sergah Dara.


"kau bisa melanjutkan bisik bisik mu nanti setelah di kamar!" ujar Dr Rendra yang sengaja naik ke pelaminan bersama Cika.

__ADS_1


"eh.. Dr Rendra!" seru Dara senang melihat mereka berdua datang,


Dara tanpa sadar langsung memeluk Dr Rendra saking senangnya,


Pandu lalu berdeham untuk menyadarkan Dara, agar tak berlama lama memeluk Dr Rendra, bagaimanapun juga mereka itu kan mantan!


"ehem...!" deham Pandu.


"eh.. maaf, aku terlalu senang sampai lupa memeluknya begitu saja!" sahut Dara lalu melepas pelukannya.


"lain kali jangan sampai lupa atau aku akan memborgol mu!" ucap Pandu.


"dan aku akan mencakar wajahmu jika kau berani memeluk kekasihku tanpa ijin dari ku, hahaha!" tambah Cika.


Mereka semua tertawa mendengar ucapan posesif dari Pandu,


"jika fansmu tahu, kau seorang bucin! tamatlah riwayatmu!" ujar Dr Rendra.


"bucin pada istri sendiri, apa salahnya?"


"para fans mu bakal kecewa Pan!" timpal Cika.


"halah.. masa bodo lah!" sahut Pandu.


"eh.. kau tak boleh bilang begitu, fans fans itulah yang membesar kan namamu sampai seperti sekarang ini!" sergah Dara.


"kalo masalah itu, jadi urusan nanti! biar lah sekarang mereka tetap menjadi bucin dunia maya mu!" kata Dara.


Sampai lah mereka pada akhir acara, semua berjalan lancar dan sesuai harapan, Pandu nampak pas dengan semua yang telah di persiapkan nya, pernikahan impian nya dengan wanita yang benar benar di cintai nya, bonusnya sudah ada Mela dalam kehidupan pernikahan mereka, walau berawal dari sebuah kesalahan, Mela adalah permata hati kedua orang tuanya, Dara dan Pandu.


♋♋♋♋♋♋


Setelah menikah, Pandu dan Dara memutuskan untuk pindah ke apartemen sederhana milik Pandu, apartemen tersebut menyimpan banyak kenangan mereka jadi Pandu dan Dara memutuskan untuk meninggalinya, Mela turut serta namun sabtu dan minggu Mela menginap secara bergantian di rumah oma omanya, karena oma oma mereka kesepian setelah Pandu dan Dara memutuskan untuk mandiri.


Sebulan, dua bulan, tiga bulan, pernikahan mereka berjalan dengan sangat manis, tak ada cekcok, mungkin hanya pertengkaran kecil yang biasa terjadi dalam rumah tangga.


"sayang, sepertinya aku harus memulai usaha baru! tidak selamanya aku berada di dunia entertainment seperti ini!" ucap Pandu di kala mereka tengah bersantai.


"kau mau usaha apa?" tanya Dara.


"menurutmu?"


"hmmm.. bagaimana jika produksi pakaian dengan brand sendiri?" usul Dara.


"boleh juga ide mu sayang! lalu kira kira brand apa yang cocok?"

__ADS_1


"Melaz Collection!" jawab Dara tanpa ragu.


"luar biasa! apa kau sudah memikirkan ini sebelumnya?"


"tentu saja! aku tertarik pada dunia fashion karena menurutku ini bisnis yang menjanjikan!"


"baiklah besok aku akan berkonsultasi pada ahlinya!"


"oya, btw apa kau belum merasakan tanda tanda kehamilan sayang?" tanya Pandu dengan wajah serius.


Dara tampak pucat pasi mendengar pertanyaan Pandu, bagaimana tidak, selama ini Dara minum pil KB tanpa sepengetahuan Pandu, jika Pandu sampai tahu dia pasti akan kecewa.


Bukan tanpa alasan, Dara meminum pil KB karena merasa tak siap untuk memiliki anak lagi dalam waktu dekat.


"oh.. itu.. aku belum merasakan apa apa sayang! mungkin belum saatnya!" jawab Dara dengan hati hati.


"apa sebaiknya kita periksa ke dokter?"


"tidak tidak... tidak perlu sayang!"


"aku merasa aneh saja, dulu sekali melakukannya, kau langsung hamil Mela tapi sekarang ketika berniat memiliki anak lagi, kau malah tak kunjung hamil!"


"apa kau sungguh menginginkannya?"


"tentu saja aku sangat ingin, aku akan menebus waktuku yang tak bisa ku lalui bersamamu saat kau hamil dulu!"


"jika aku tidak bisa hamil lagi bagaimana?"


"apa yang kau katakan?!"


"seandainya aku tidak bisa memberimu anak, apa kau akan meninggalkan aku?"


"kau bicara apa!!! tentu saja aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi!"


"lalu kenapa sekarang kau begitu menuntut ku untuk segera hamil!"


"aku tidak menuntut sayang, kau jangan salah paham!" jawab Pandu lalu memeluk Dara.


"maafkan aku Pandu!" ucap Dara di dalam hati.


Entah apa yang membuat Dara merasa tak siap untuk memberikan Mela seorang adik, semacam phobia mungkin.


Mereka selalu berdebat kecil jika membahas masalah kehamilan, namun akan hilang dengan sendirinya setelah berpelukan.


Saling menyalurkan kehangatan, Pandu lalu mencium Dara, ciuman yang menuntun mereka menuju ranjang panas, dan begitulah mereka melewati malam, dengan desah dan peluh yang bercucuran.

__ADS_1


Dara tak pernah lupa untuk meminum pil KB sebelum bergumul manja dengan Pandu.


♎♎♎♎♎♎


__ADS_2