Seorang Bintang

Seorang Bintang
Tigabelas


__ADS_3

Seminggu kemudian, aku menanda tangani kontrak dengan pihak agensi, beberapa iklan sudah menunggu, atas doa dan ijin mama, akupun bersiap menjadi model.


Jadwal pemotretan yang masih terbilang wajar, tak mengharuskanku resign dari kantor, entah kenapa aku masih enggan melepas pekerjaan kantorku.


Aku masih bisa menghandle dua pekerjaan sekaligus selama tubuhku masih fit. setelah launching produk pertama, penawaran terus berdatangan, aku kewalahan mengaturnya sendiri, akhirnya aku meminta bantuan Gina.. dengan senang hati Gina membantuku, Gina memang sahabat terbaikku.


"Dar... besok ama lusa kayaknya kamu harus ijin lagi deh, pemotretan kamu diluar kota" ucap Gina.


"yaah.... gimana donk? aku ga enak kalo harus ijin lagi..." sahutku lesu.


"minta surat dokter aja..." muncul ide nakal dari Gina.


"oh iya... bener juga... anterin aku kerumah sakit ya" kataku.


"kamu mau bilang sakit apa?"


"ah... bilang aja ga enak badan, yang penting kan surat keterangannya" kekehku.


"yaudah.. ayo aku anterin"


"oke cintaaah..." kataku sambil merangkul Gina.


🍉🍉🍉🍉🍉🍉


Setelah mendaftar di loket, kini aku dan Gina sedang menunggu giliran untuk diperiksa,


"Gin.. dokternya cowok"


"trus kenapa kalo cowok?" sahut Gina yang fokus membaca pesan WA di ponselnya.


"yaelah.. grogi lah... gimana kalo dokternya masih muda trus ganteng?" ucapku lagi.


"hadeh... kalo ganteng mau di apain? mau kamu bungkus trus dibawa pulang?" ujar Gina.


"yaelah... ya enggak lah!" sahutku gusar.


Nama dokter itu, Dr. Rendra Adhyaksa, aku membaca plang nama dihadapanku saat ini,


dari namanya sih kayaknya dia memang masih muda, tapi mukanya? aku jadi penasaran dengan wajahnya, aku geli sendiri dengan pemikiranku.


kini tiba giliranku,


"ayo Gin.. anterin masuk" ajakku.


"cuma periksa doank... sendirian aja kali"


"ga mau ah... ayo anterin" kataku menarik tangan Gina.


"yayayaa...kaya anak kecil aja sih, manja banget" sergah Gina.


Aku dan Gina berjalan perlahan memasuki ruang periksa, tampak seorang suster menyilahkan kami duduk,

__ADS_1


"yang mana nona Dara?" tanya suster dengan ramah.


"saya sus..." kataku sambil mengacungkan tangan.


"silahkan rebahan dulu" ucap suster itu lagi.


"oh iya... " sahutku lalu merebahkan diri di atas brangkar.


"silahkan dokter Rendra, pasien sudah siap" kata Suster tersebut.


Aku celingukan hendak melihat wajah sang dokter, astaga betapa keponya aku, haha.


"baik sus..." sahut sang dokter.


Dari suaranya saja sudah bisa ditebak kalau dokter ini masih muda dan bayanganku sih cakep, haha..


Benar saja ketika dia keluar dari kamar obat, aku langsung terpesona melihat wajahnya, dia benar benar dokter yang sangat tampan, Gina juga tak kalah terpukaunya denganku melihat wajah sang dokter.



Aku jadi makin grogi, tanganku mulai dingin, wah padahal niatku kesini hanya untuk meminta surat keterangan agar bisa cuti bekerja. kenapa sekarang rasanya aku benar benar sakit?


"sepertinya kamu sehat sehat saja" kata Dr Rendra setelah memeriksaku.


"tapi saya merasa sakit dok.. kaya lemes lemes gitu rasanya badan" jawabku sambil terus memandanginya.


"mungkin kamu kelelahan, nanti saya kasih vitamin ya..." sahutnya dengan ramah dan senyumnya itu lho.... waaahhhh bisa rusak mataku karena silau kalo diam disini lebih lama lagi.


"ohhh begitu ya... sekalian saya minta surat keterangan, saya rasa saya butuh istirahat dok" kataku berasalan.


"iya dok... kepala saya pusing juga nih" sahutku sambil memijat pelipisku agar lebih meyakinkan.


"baiklah... berapa hari?" tanyanya.


"2 hari aja dok..." jawabku penuh semangat.


Mendengar suaraku yang penuh semangat, sang dokter kembali mengernyitkan dahinya,


"aduh aduh... pusing" kataku lagi setelah melihat wajah keheranan dari Dr Rendra.


Setelah berhasil mendapat surat keterangan dari dokter tampan itu, kami berdua langsung kabur menuju parkiran.


"akhirnya....." lenguhku.


"beneran udah mirip maling aja kita berdua" sahut Gina yang ngos ngosan.


"hahaha.. maap...aku lihat Dr itu curiga"


"huh.. aku ga mau nganter kamu kesini lagi.." ucap Gina.


🥯🥯🥯🥯🥯🥯

__ADS_1


Aku berangkat ke Bali seorang diri, bukan sendiri sih ada beberapa kru dan Mas Beno pun turut serta namun aku tak terlalu akrab dengan mereka jadi lah aku merasa sendiri saat ini.


Sampai di Bali, kami langsung melakukan pemotretan, dari pagi sampai malam, sengaja tanpa jeda karena aku yang memintanya, aku tak bisa ijin lebih dari 2 hari dari kantor.


Malam harinya, aku tak bisa kemana mana selain istirahat di hotel, badanku terlalu lelah untuk sekedar berjalan jalan.


"lebih baik aku berselancar di dunia maya" gumamku.


Bak Pucuk dicinta, ulampun tiba, ketika membuka IG, ada saran pertemanan, aku sedikit kepo karena foto profilnya yang cukup menarik perhatian.



Dr. Rendra Adhyaksa,


Setelah aku perhatikan, ini memang benar benar dokter tampan yang memeriksaku kemarin, wah kebetulan sekali, tanpa pikir panjang aku memfollownya semoga segera di follback, harapku.


Aku tak bisa melihat lebih banyak karena akunnya bersifat privasi.


🥘🥘🥘🥘🥘🥘


"Gin... tau ga? aku ngefollow akun IGnya Dr Rendra lhoh" kataku senang.


"oh ya...darimana kamu tahu akun IGnya?" tanya Gina.


"entahlah.. tiba tiba saja muncul di saran pertemanan"


"kamu yakiin itu dia?"


"ga juga sih... tapi mudah mudahan beneran dia" ujarku kegirangan.


"astaga segitu naksirnya sampe girang begitu"


"hahaa... aku cuma penasaran dan kagum aja"


"yaelah.. gitu emang awalnya.. lama lama juga naksiiiir" goda Gina.


"ya gapapa kali.. aku kan jomblo... tapi dia? tau ah... Allahualam" jawabku.


"gimana pemotretannya? lancar?"


"alhamdulillah lancar bebas kendala"


"bagus deh.. oya...fotomu mulai muncul di banner banner besar dan banner elektrik, dalam sekejap kamu sudah jadi idola Dar.."


"benarkah?? syukurlah kalau begitu Gin... berarti usahaku tak sia sia" sahutku.


"meskipun sudah terkenal nanti, tetap rendah hati ya beb" ucap Gina.


"ih... apaan sih bilang beb segala, eneg dengernya..."


"hihi kenapa? keinget sang mantan?"

__ADS_1


"males banget..." jawabku memutar bola mata malas.


🍜🍜🍜🍜🍜🍜


__ADS_2