
"kau harus bisa meyakinkan Cika, dia masih tidak yakin dengan perasaanmu!"kataku pada Dr Rendra, aku sengaja datang kerumah sakitnya.
"maksudnya?" tanya Dr Rendra tidak mengerti.
"Cika berpikir kalau kau masih menyukaiku!"
"benarkah??"
"iya kemarin dia memintaku untuk mengembalikan hatimu padanya!"
"lalu aku harus apa?"
"yakinkan dia lah!" sahutku gemas.
"caranya?"
"ya Tuhan, dokter.. bahkan usiamu lebih tua dariku, kenapa hal seperti ini kau tanyakan padaku?"
"usia tak menjamin seseorang ahli dalam cinta!" jawab Dr Rendra sambil menoyor kepalaku.
"terserah padamu saja dok!" kataku sambil mengedikkan bahu.
🍆🍆🍆🍆🍆🍆
Dr Rendra masih sibuk memikirkan cara untuk meyakinkan Cika, bahwa dia bersungguh sungguh dengan hubungan mereka.
"kau dimana?" tanya Dr Rendra ketika menelepon Cika.
"di kantor bersama Beno" jawabnya.
"baiklah.. jangan kemana mana, aku akan kesana!"
"baiklah, aku tunggu!"
Tak sampai sejam, Dr Rendra sudah sampai di kantor Agensi milik Beni, tempat Cika bekerja.
"hai Ben..." sapa Dr Rendra.
"oh hai Ren.. tumben kau kemari, apa kau tak praktek?"
"iya aku ingin mengajak Cika keluar sebentar, apa boleh?"
"tentu saja boleh.. lagian hari ini tidak terlalu sibuk!"
"pas sekali, baiklah terimakasih ya!" ucap Dr Rendra senang.
Dr Rendra bergegas menghampiri Cika keruangannya,
"apa aku mengganggu?" tanya Dr Rendra dari ambang pintu.
"ohhh kau sudah datang, masuk saja..." jawab Cika.
"kau masih ada pekerjaan?" tanya Dr Rendra setelah duduk di sofa.
"tidak.. aku hanya beres beres saja"
Dr Rendra gemas melihat Cika yang sibuk sendiri, dia mendekati Cika dan mencuri ciuman di pipi gadis manis tersebut.
"ah... kau curang!" ujar Cika yang tak siap.
"hehe.. kau sibuk sendiri sejak tadi!"
__ADS_1
"ini sudah selesai!"
Dr Rendra menarik pinggang ramping Cika, dan langsung mencium bibir Cika tanpa ampun, Cika terkesiap karena sebelumnya Dr Rendra sama sekali tidak pernah menyentuhnya.
"hmphh...." Cika berusaha melepas ciuman Dr Rendra.
Dr Rendra melepas ciuman mereka,
"apa kau masih meragukan perasaanku sekarang?" tanya Dr Rendra tanpa melepas pelukannya.
"apa maksudmu?" tanya Cika tidak mengerti.
"kau bilang, kau tidak yakin dengan perasaanku?"
"pasti Dara yang melapor padamu? gadis itu!"
"dia tidak melapor, dia hanya menyuruhku untuk meyakinkan dirimu!"
Dr Rendra kembali menyambar bibir Cika, kini dia mulai ******* bibir mungil Cika, Cika pun mulai membalas ciuman tersebut, mereka terbuai dalam suasana.
Arshyka Bilbina, atau yang akrab disapa Cika mantan manager Dara.
yang kini telah menjadi kekasih Dr Rendra.
🍌🍌🍌🍌🍌🍌
"kalau kau sudah selesai, aku ingin mengajakmu jalan jalan" ajak Dr Rendra.
"kemana?"
"kemana saja, yang penting bisa menghabiskan waktu berdua denganmu!"
Dr Rendra mengajak Cika ke salah satu mall, ke toko buku, toko baju dan berakhir di salah satu tempat makan cepat saji, disana mereka tidak sengaja bertemu dengan Pandu dan Dara,
Pandu tampak dikelilingi oleh laki laki berjas, mirip tampilan bodyguard.
"sejak kapan kau memakai jasa bodyguard?" tanya Cika pada Pandu.
"sejak aku mengumumkan siapa pujaan hatiku pada seluruh dunia" jawab Pandu sambil merengkuh Dara.
"kau terlalu berlebihan" sahut Dara.
"menurutku itu tidak berlebihan, untuk berjaga jaga juga, mengingat fans Pandu yang banyak dan ada sebagian dari mereka yang bersikap agak ekstrem, mereka bisa berbuat apa saja tanpa kita duga" jelas Cika.
"itulah yang aku pikirkan Cik.. tapi sepertinya Dara selalu menganggap ku berlebihan"
"wajar saja.. dulu saat dia jadi artis, dia tidak menemukan fans yang fanatik seperti fans fansmu itu"
"oh iya.. sayang, apa kau tak berpikir untuk kembali ke dunia entertainment?" tanya Pandu pada Dara.
"sepertinya jadi kekasih seorang aktor sepertimu saja sudah merepotkan!" ucap Dara.
"merepotkan?" Pandu mencebikkan bibirnya tak suka.
"maksudku bukan kau yang merepotkan tapi fansmu itu"
"aku juga berpikir, bagaimana jika kau comeback Dar?" kata Cika menimpali.
"aku masih tidak berpikiran ke sana lagian apa masih ada agensi yang berminat pada mantan artis sepertiku?"
__ADS_1
"tentu saja banyak.. Beno pun selalu mengharapkan mu untuk comeback!"
Dara menatap Pandu, seolah meminta pendapat.
"kalau aku, terserah padamu saja sayang" Pandu memberi masukan pada Dara.
"yayayaya.. sepertinya semenit lagi aku akan berubah jadi patung" ucap Dr Rendra yang merasa dikacangi oleh mereka sejak tadi.
"hahahaha..maaf maaf.. bukan maksud kami mengabaikan mu!" sahut Dara.
"meskipun aku seorang dokter, aku juga tahu sedikit tentang masalah keartisan hahahaha" sahutnya lalu tertawa.
"emang apa yang kau tahu?" tanya Pandu.
"ehmmm...apa yaa?" Dr Rendra nampak berpikir.
"ah sudah sudah, lebih baik kau tidak tahu sama sekali" potong Cika.
🍉🍉🍉🍉🍉🍉
Aku dan Pandu sedang menikmati sore bersama, sambil membuka akun sosmed masing masing,
"sayang, banyak DM dari fans, mereka menyuruhmu comeback dan beradu akting denganku" ucap Pandu.
"hah?? apa mereka tidak salah?"
"salah?"
"iya salah.. tidak seharusnya mereka menyandingkan aktor top sepertimu dengan artis dadakan sepertiku, hahaha" ujarku.
"hahaha.. kau ada ada saja.. aku malah senang jika bisa bekerja sama dengan calon istri, kerja sekalian kencan" jawab Pandu.
"mau mu..hahaha" jawabku lalu tertawa.
Saat tengah asyik mengobrol, Mela datang dari bimbel tambahan.
"assalamualaikum mamih papi" salamnya pada kami berdua.
"waalaikumsalam kesayangan mamih" jawabku.
Sedang Pandu langsung mengangkat tubuh Mela dan di dudukkan di pangkuannya,
"gimana belajarnya?" tanya Pandu.
"capek pi..." sahut Mela dengan polosnya.
"kok capek sayang?"
"iya capek, tiap hari belajar, kapan liburannya!"
"oooo Mela ingin liburan??"
"emang boleh pi?"
"boleh donk, apa sih yang ga buat anak kesayangan papi!" jawab Pandu membuat Mela girang.
"Memangnya Mela mau liburan kemana?" tanyaku.
"ehm.. kemana aja asal sama papi dan mamih"
Aku dan Pandu saling berpandangan, memang kami tidak pernah pergi berlibur bersama selama ini, apa sebaiknya kita liburan saja??
__ADS_1
🥮🥮🥮🥮🥮🥮
Liburan ga readers?? hehe...😁