
Pagi ini, kami berencana main di tanah lot, viewnya luar biasa, banyak spot selfie yang menggiurkan dan memanjakan mata.
Pandu sengaja menggunakan topi untuk menutupi wajahnya, bisa rusak liburan keluarga ini jika ada fans yang bermunculan karena melihat wajahnya.
Mela tetap asyik dengan kedua omanya, seperti sengaja memberikan moment untuk aku dan Pandu berduaan, padahal liburan ini Mela yang menginginkannya.
"mamih, Mela jalan jalan sama oma ya?" pamit Mela.
"lhoh sama oma lagi, sama mamih papi kapan? katanya Mela mau jalan jalan sama mamih papi?" ujarku.
"mamih sama papi dulu deh, Mela sama oma, kasian kan oma kalo ditinggal berduaan aja!"
"ehm... sebenarnya mamih pengen jalan jalan sama Mela juga" sahutku kecewa.
"mih, liat tuh papi.. udah siap,udah cakep juga, sana gih mamih temenin papi ya" usir Mela mendorongku ke arah Pandu.
Aku jadi curiga, apa sebenarnya tujuan Mela mengajak mereka semua liburan namun tidak bisa menghabiskan waktu bertiga bersamanya.
Ya walau tanpa Mela, aku dan Pandu harus menikmatinya, jarang jarang bisa berduaan dengannya.
"kita akan kemana?" tanya Pandu.
"kemana saja, asal aman tanpa ada seorangpun yang mengenalimu!"
"yang lain pada kemana?"
"Dr Rendra dan Cika sepertinya sudah jalan sejak tadi,entah kemana, Mela dan oma omanya bermain game dihotel sedang mas Beno, entahlah sejak tadi aku tidak melihatnya!"
"kalau begitu, kita keliling pantai saja, sepertinya cuacanya sedang bagus hari ini"
"lets go honey..." sahutku.
"apa? kau panggil aku apa? coba ulangi sekali lagi!" ucap Pandu berusaha mendekatkan telinganya kepadaku.
"honeeeeeyyyy...." teriakku ditelinganya lalu berlari menjauh.
Pandu mengejarku, jadilah kami saling kejar, sudah mirip film bollywood, hihi.
"awas saja kalau kena!" ancam Pandu.
"wleee... ga takut!" cibirku padanya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄
"oma.. kenapa sih Mela ga boleh ikut sama mamih papi?" protes Mela pada omanya.
"Mela pengen mamih dan papi segera menikah ga?"
"ya pengen lah oma..."
"nah.. sekarang kasih mereka waktu untuk berdua saja, semakin mereka dekat maka akan semakin cepat mereka menikah!"
"benarkah begitu oma?"
"iya sayang.. apa Mela bosan di hotel aja? mau jalan jalan?" tanya Oma Mia.
"emang oma tahu jalannya?"
"yang deket deket aja sayang, insyaAllah oma tahu"
"ayo oma kita berangkat..." ajak Mela dengan senang.
"Len.. apa kau mau ikut dengan kami?" tanya oma Mia pada oma Lena.
__ADS_1
"ah sepertinya tidak.. aku hanya ingin bermalas malasan saja hari ini, sebaiknya aku dihotel saja, gapapa kan?" sahut oma Lena.
"tak apa.. apa kau tak apa aku tinggal sendiri disini?"
"tidak apa apa.. nanti kalo ada apa apa aku bisa minta tolong pada petugas hotel"
"baiklah kalau begitu, aku keluar dulu ya"
"hati hati ya..."
Mela sangat antusias bisa keluar dari hotel, di tengah perjalanan, Mela dan omanya bertemu Beno,
"oooom Beno..." panggil Mela yang melihat Beno berjalan sendirian.
"Mela...Mela sama siapa sayang?" tanya Beno sambil mencari cari sosok yang menemani Mela.
"sama oma..." jawab Mela.
"mana oma kamu?" tanya Beno masih belum melihat sosok oma yang disebut Mela.
"ituuuu... om" tunjuk Mela.
"tante....sini" panggil Beno yang merasa tante Mia terlalu jauh jaraknya dari jangkauan Mela.
"maaf, ramai sekali, tante jadi agak pusing Ben!" keluh mamah Mia.
"tante jangan jauh jauh dari kita, nanti nyasar lhoh!"
Beno menggendong Mela dan menggandeng tangan Tante Mia, dia tidak ingin mereka sampai terpisah di tempat yang ramai ini.
Beno jalan tergesa gesa, sampai tidak sengaja menabrak seorang wanita bule,
"oh.. sorry" ucap Beno reflek.
Beno tersenyum manis dan terpaku menatap bule cantik di hadapannya,
"heei... you are fine?" tanya Bule itu lagi membuyarkan lamunan Beno.
"oh sorry sorry.. you are so beautiful!" puji Beno.
Mela dan Oma hanya diam saja, Mela agak jengah dalam gendongan Beno,
"Om.. Mela mau turun!" kata Mela.
Beno pun menurunkan Mela dari gendongannya,
"Om, Mela balik ke hotel sama oma ya" kata Mela lagi.
"Mela tahu jalannya?" tanya Beno mengalihkan pandangannya pada Mela.
"Om tenang saja.. tuuuuh hotelnya udah kelihatan! daaghh... om" ujar Mela.
"daaagh... hati hati ya dan jangan kemana mana lagi" pesan Beno pada Mela dan omanya.
Perhatian Beno kembali pada Bule yang masih setia berdiri di hadapannya.
"your daughter?" tanyanya.
"ehmm.. no.. she is my nephew!"
"oh im glad to hear that dude..." sahutnya sambil tersenyum.
"apa kau bisa berbahasa indonesia?"
"tentu saja..." sahutnya dengan logat khas bulenya.
__ADS_1
"wah luar biasa.. bisakah kita menggunakan bahasa indonesia saja? aku kurang lancar menggunakan bahasa inggris!" ucap Beno malu malu.
"okay"
"mau jalan jalan denganku?" ajak Beno.
"boleh..." sahutnya.
Beno merasa senang, liburan kali ini dia tidak akan sendiri lagi, ada bule cantik yang akan menemaninya menghabiskan liburan bersama.
"oh iya, siapa namamu?"
"kate..."
"hai kate.. aku Beno"
"hai Beno... apakah kau penduduk asli sini?"
"tidak.. kebetulan aku juga sedang berlibur dengan keluargaku dan kau?"
"aku juga sedang liburan"
"tapi bagaimana bisa kau lancar berbahasa indonesia?"
"mamaku asli orang indonesia"
"wow... kau blasteran? luuar biasa..."
mungkinkah aku bisa seperti mamanya? bisa berjodoh dengan seorang bule.. hehe, batin Beno membayangkan hal lain.
"kate kau menginap dimana?"
"hotel Luna"
"benar benar suatu kebetulan yang indah.. aku menginap di sebelah hotelmu"
"benarkah?"
"iya.. bagaimana jika nanti kita makan malam bersama? akan aku kenalkan kau pada keluargaku"
"apa boleh?"
"tentu saja boleh"
"kau setuju?"
"baiklah.. nanti aku akan kesana"
"aku tunggu ya, kau sudah berjanji jadi harus ditepati"
"sure"
Beno pun menikmati liburannya hari ini dan kembali ke hotel menjelang sore hari.
"darimana saja kau? kenapa baru kembali?" tanya Cika khawatir pada Beno.
"aku jalan jalan tadi.. kenapa wajahmu tampak aneh begitu?"
"tentu saja karena kami semua mengkhawatirkanmu! ponselmu tidak aktif!"
"ohhh maaf, ponselku lowbat dan aku tidak sempat menchargenya!" jawab Beno tersenyum garing.
Cika dan Dr Rendra mendengus kesal mendengar jawaban Beno.
🌰🌰🌰🌰🌰🌰
__ADS_1